Data teranyar United Nations Children's Fund (UNICEF) tahun 2023, menempatkan Indonesia pada peringkat empat dalam perkawinan anak secara global, dengan jumlah kasus sebanyak 25,53 juta. Meskipun selama tiga tahun belakangan, ada tren penurunan, namun jumlah perkawinan usia dini di Indonesia masih tergolong tinggi.

Dengan mempertimbangkan dampak pernikahan dini yang dapat menyasar multisektoral, lima dosen UMS dari lima fakultas berkolaborasi memberikan edukasi kepada remaja-remaja di Kecamatan Colomadu, Karanganyar, tepatnya di Puskesmas Colomadu II, Sabtu (19/10/2024). 

Mereka adalah Prilya Shanty Andrianie, M.Psi., Psikolog. (Fakultas Psikologi), dr. Restu Triwulandani Tolibin, Sp.A. (Fakultas Kedokteran), Wahdan Najib Habiby, S.Th.I., M.Pd. (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I, M.Pd.I. (Fakultas Agama Islam), dan Sheena Ramadhia Asmara Dhani, S.K.M., M.KKK. (Fakultas Ilmu Kesehatan). 

Masing-masing pembicara pada sesinya berupaya memberikan pelatihan penguatan dan ketangguhan keluarga, melalui program Keluarga BAKOH (Bahagia, Kokoh, dan Sehat) dengan menyasar puluhan kader remaja Puskesmas Colomadu II Karanganyar. Sementara kegiatan pengabdian tersebut akan berjalan selama tiga bulan, Oktober-Desember 2024.

 

Tim P2AD UMS bersama tim Puskesmas Colomadu 2 dan kader remaja. dok.pribadi

Melalui kegiatan tersebut, para kader remaja digadang-gadang mendapatkan pengetahuan dan kesadaran, terutama kerentanan pernikahan usia dini. Kader remaja nantinya akan memberikan edukasi kepada masyarakat (khususnya remaja) agar dapat mempertimbangkan secara matang rencana pernikahan di masa mendatang.

“Sebab keluarga merupakan salah satu aspek dan pondasi terpenting dalam membentuk individu dan masyarakat yang kuat. Dengan pendidikan keluarga yang baik, individu dapat tumbuh menjadi individu yang bertakwa, beretika baik, serta dapat berkontribusi positif kepada masyarakat,” ujar Prilya, dosen Psikologi UMS. 

Namun sejalan dengan perkembangan zaman dan luasnya pergaulan anak, berbagai persoalan mulai muncul, di antaranya adalah pergaulan buruk pada remaja.  Pergaulan buruk pada remaja akan menjerumuskan remaja pada perbuatan buruk seperti berpacaran, yang dapat berakhir pada kehamilan di luar nikah dan pernikahan dini. 

“Hasil survei BKKBN tahun 2019 memperlihatkan bahwa banyak remaja yang mulai melakukan hubungan seksual pertama di usia SMP,” imbuh Prilya.

Komnas Perempuan menyebutkan, lanjutnya, terdapat enam resiko pernikahan dini yang dapat mengancam masa depan sumber daya manusia Indonesia. masalah tersebut meliputi resiko rendahnya pendidikan, ekonomi, kualitas kesehatan ibu dan anak yang rendah, buruknya pengasuhan, hingga kematian ibu dan anak. 

“Oleh karena itu, pelatihan ini didesain dengan memberikan materi membangun keluarga BAKOH melalui empat perspektif yang berbeda, yaitu psikologi, kesehatan, agama, dan pendidikan,” terangnya.

Berdasarkan penjelasan Prilya, program Keluarga BAKOH terdiri dari beberapa sesi yang akan mengintegrasikan psikoedukasi, juga pelatihan dari empat persepaktif yang telah disebutkan di atas. 

Bentuk program yang akan diberikan mengandung materi, yang di antaranya: Psikoedukasi Pra Nikah bagi Kader Remaja; Pelatihan Kesehatan Reproduksi dan Mental Remaja bagi Kader Remaja; dan Psikoedukasi Membangun Ketangguhan Keluarga: Perspektif Agama, Kesehatan, Psikologis, dan Pendidikan. 

“Sasaran kami adalah para kader remaja dari lima Desa Binaan Puskesmas Colomadu II, yaitu Baturan, Klodran, Tohudan, Blulukan, dan Gedongan,” kata Prilya. 

Kegiatan pelatihan dihadiri sebanyak 50 kader remaja dari 29 Posyandu di 5 Desa Binaan Puskesmas Colomadu II. Peserta pun tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.


Sumber: Program Studi Psikologi UMS

Berita Unggulan

image-featured
10 Juni 2026

Tim FEB UMS berdiskusi dengan perwakilan PPI Jepang. Bahas strategi branding destinasi wisata Indonesia agar semakin dikenal oleh masyarakat internasional, khususnya di Jepang.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
9 Juni 2026

Menyambut World No Tobacco Day 2026, BEM FKG UMS mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut di car free day Slamet Riyadi, Solo.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
8 Juni 2026

Keberadaan kaum homoseksual di ruang publik menimbulkan keresahan masyarakat. Menambah risiko penyakit menular, termasuk HIV dan berbagai infeksi menular seksual lainnya.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.