Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta (PSBPS UMS) menggelar roadshow pelatihan nasional bertajuk “Pancasila sebagai Laku”, dimulai dari Jakarta hingga Papua. Roadshow ini digelar sebagai bentuk kepedulian untuk menanamkan kembali Pancasila sebagai falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Meskipun Pancasila diakui sebagai falsafah dan pondasi keindonesiaan, penerapannya belum menjadi kebiasaan yang mewujud dalam kehidupan sehari-hari. Sikap dan perilaku publik, serta kebijakan kelembagaan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila belum terintegrasi secara sistemik,” ujar Direktur Eksekutif PSBPS UMS, Dra. Yayah Khisbiyah, M.A., dalam rilis resminya, Kamis (26/04/2024). 

Menurut Yayah, kondisi ini juga terjadi pada generasi muda termasuk mahasiswa. Akibatnya, sebagian mahasiswa mencari arah atau pandangan alternatif di luar kerangka Pancasila. 

Melihat kondisi tersebut, PSBPS UMS sejak 2019 terus berupaya menguatkan kembali ideologi Pancasila melalui pendalaman konsep Pancasila dalam tiga dimensi, yaitu pengetahuan, keyakinan dan penghayatan, serta praktik hidup. Ketiga dimensi ini dituangkan dalam program dengan tajuk “Revitalisasi, Institusionalisasi, dan Standardisasi Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Indonesia (RISP3TI).” 


PSBPS UMS memperluas jangkauan geografis Pelatihan Nasional RISP3TI tahun ini. Penyelenggaraan pelatihan ini dilakukan di enam hub wilayah meliputi: DKI Jakarta, Kalimantan, Sumatera, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Papua. Pelatihan pertama diadakan pada tanggal 23-25 April 2024 untuk hub Jawa Barat dan Jakarta di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

“Dari target awal 24 mitra perguruan tinggi swasta dan negeri di pulau Jawa pada 2023, menjadi 50 universitas di Indonesia pada tahun 2024,” imbuh dia.

Yayah, dalam sambutannya, menyatakan revitalisasi dan institusionalisasi Pendidikan Pancasila di lingkungan universitas adalah strategi transformasi sosial jangka panjang dan berkesinambungan. 

“PSBPS UMS beserta mitra-mitra kolaborasi berusaha memastikan materi pembelajaran Pendidikan Pancasila yang disampaikan dalam program ini relevan dengan perkembangan sosial-politik mutakhir, berpendekatan inklusif dan inovatif,” tegas Yayah. 

Senada dengan Yayah, perwakilan LBIPU UMS, Mohammad Thoyibi, memaparkan temuan data yang menyebut materi pembelajaran Pendidikan Pancasila dipersepsikan kurang kontekstual, sebab metode pembelajarannya membosankan dan capaian pembelajaran pada ranah afektif dan perilaku masih terbatas. 

Thoyibi berharap, metode pembelajaran reflektif-interaktif dan andragogi dapat diimplementasikan melalui pemberdayaan kompetensi dosen dalam memandu mahasiswa mengartikulasikan pemikiran kritis, dan meningkatkan relevansi materi dengan kasus-kasus aktual di masyarakat. Metode pembelajaran satu arah dinilai tidak memadai dalam memfasilitasi partisipasi aktif mahasiswa serta pengembangan ranah afektif dan konatif mereka.

Di sela-sela acara, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Ma'mun Murod, menyoroti pentingnya memahami Pancasila sebagai falsafah tengahan yang bersifat wasathiyah, bukan ekstrem. 

“Pancasila adalah hasil dialektika antara berbagai perspektif tentang dasar negara, menciptakan sintesis yang sejalan dengan nilai-nilai fundamental dalam Islam,” tegas Rektor. 

Lebih lanjut, Prof. Murod merekomendasikan Pancasila sebagai alat kritik terhadap berbagai penyimpangan dan pelanggaran demokrasi yang terjadi saat ini. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang Pancasila sebagai falsafah tengahan sehingga dapat membantu mencegah polarisasi dan ekstremisme di masyarakat. 

“Dengan memahami bahwa Pancasila adalah sintesis yang memperhitungkan berbagai perspektif dan nilai, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik,” pungkas Murod.


Penulis: Arief Maulana (PSBPS)

Editor: Gede

Kenali Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial

Berita Unggulan

image-featured
18 Juni 2026

Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, overthinking kerap menghantui sejumlah generasi muda. MPQ UMS mengajak pemuda kembali ke Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa.

image-featured
18 Juni 2026

Qur’anic Fest kembali hadir untuk mencetak generasi muda berpaut pada Al-Qur’an. Menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa di tengah jenuhnya dunia.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
16 Juni 2026

UMS Fun Run kembali hadir untuk menggalakkan hidup sehat dan memperkuat kebersamaan antarmasyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.