Seiring waktu media sosial semakin membentuk standar kecantikan, kesuksesan, dan kebahagiaan yang kerap tak realistis. Fenomena ini menjadi sorotan dalam Kajian Nisa' bertajuk “Muslimah Kaffah: Jangan Mau Disetir Sosmed”, yang berlangsung di Masjid Fadhlurrahman, Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (14/3/2025) sore menjelang berbuka puasa.

Kajian ini menghadirkan Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo Ustazah Ninin Karlina, S.Ud., yang membahas bagaimana media sosial memengaruhi persepsi diri seorang muslimah, serta pentingnya kembali kepada nilai-nilai Islam dalam menentukan standar hidup.


Para peserta kajian sedang menyimak materi yang disampaikan Ustazah Ninin Karlina, S.Ud. di Masjid Fadhlurrahman UMS (14/3/2025). Dok.Pribadi.

Dalam materi yang disampaikan, Ninin menguraikan, bagaimana media sosial berperan besar dalam membentuk persepsi perempuan terhadap dirinya sendiri. Standarisasi kecantikan, tren gaya hidup, hingga pencapaian yang kerap dipamerkan di dunia maya acap kali menciptakan tekanan sosial bagi muslimah.

Media sosial juga memengaruhi cara berpakaian, pola pikir, hingga cara muslimah menempatkan diri dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, eksistensi di dunia maya dapat menggeser nilai-nilai Islam yang seharusnya menjadi pedoman utama. 

Oleh karenanya, kajian kali ini Ninin menekankan pentingnya memiliki kesadaran digital dan tidak serta-merta menjadikan media sosial sebagai satu-satunya tolok ukur kebahagiaan dan kesuksesan. Sebagai upaya untuk tetap teguh dalam prinsip Islam di tengah arus digital, ia membahas beberapa langkah strategis, di antaranya:

  • Membangun kesadaran digital, dengan memahami bahwa tidak semua yang populer di media sosial mencerminkan kebenaran atau harus diikuti
  • Menggunakan media sosial secara bijak, menjadikannya sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan dan bukan sekadar ajang pamer
  • Memperkuat pemahaman agama, agar standar hidup tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam, bukan pada tren yang cepat berubah
  • Menjaga privasi dan kehormatan diri, dengan tidak mudah mengumbar kehidupan pribadi demi mendapatkan validasi sosial

Kajian Nisa' #1 ini menjadi awal dari diskusi yang lebih luas mengenai peran muslimah dalam menghadapi tantangan zaman. Ninin berharap, materinya dapat memberikan manfaat bagi muslimah dalam membangun kehidupan yang selaras dengan ajaran Islam, tanpa terpengaruh oleh standar dunia maya yang semu.


Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Berita Unggulan

image-featured
10 Juni 2026

Tim FEB UMS berdiskusi dengan perwakilan PPI Jepang. Bahas strategi branding destinasi wisata Indonesia agar semakin dikenal oleh masyarakat internasional, khususnya di Jepang.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
9 Juni 2026

Menyambut World No Tobacco Day 2026, BEM FKG UMS mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut di car free day Slamet Riyadi, Solo.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
8 Juni 2026

Keberadaan kaum homoseksual di ruang publik menimbulkan keresahan masyarakat. Menambah risiko penyakit menular, termasuk HIV dan berbagai infeksi menular seksual lainnya.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.