
Badal Umroh dari Kacamata Tarjih Muhammadiyah
Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?
Gema Kampus Ramadan (GKR) 1447 H Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar Kajian Nisa bertajuk “Muslimah Produktif: Cantik Akhlaknya, Kuat Mimpinya”, Jum’at (27/2/2026), di Masjid Fadhlurrahman, Kampus 1 UMS. Kegiatan ini merupakan upaya penguatan spiritual dan pengembangan karakter muslimah.
Pemateri kajian, Dian Ardiyani., S.Th.I., S.T., M.Pd., menjelaskan kecantikan sejati seorang muslimah tidak semata-mata diukur dari fisik atau popularitas di media sosial, melainkan kemuliaan akhlak yang mencerminkan budi pekerti.
“Kecantikan itu bukan hanya dari wajah atau riasan, dan media sosial seringkali menampilkan standar kecantikan yang hanya berfokus pada fisik. Dalam islam, muslimah yang cantik ialah yang dapat menjaga lisan dan baik akhlaknya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan produktivitas seorang muslimah perlu didasari dengan tujuan hidup yang jelas, terus belajar, dan mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat. Menurutnya, memiliki mimpi besar harus dibarengi dengan disiplin dan komitmen sebagai ciri muslimah kuat dan berdampak.
“Islam tidak pernah melarang perempuan memiliki mimpi besar. Kita harus bermimpi tinggi, namun tidak meninggalkan kewajiban kita sebagai hamba Allah. Produktif itu bukan berarti sibuk tanpa arah, tetapi aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah SWT,” jelasnya.
Ia menekankan Ramadan adalah latihan praktis untuk menguatkan kedisiplinan serta pengendalian diri. Dian menyebut disiplin waktu dan kontrol diri yang terasah saat berpuasa merupakan bekal penting untuk meningkatkan kualitas hidup, mengutip dari Q.S Al-Baqarah ayat 183.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan nafsu dan amarah. Menahan diri bukan berarti lemah, justru itu tanda kekuatan sejati,” ungkapnya.
Menutup kajiannya, ia mengajak seluruh peserta untuk mejadi muslimah yang seimbang antara akhlak, mimpi, dan pengendalian diri.
“Kita tidak perlu menjadi sempurna untuk memulai, kita hanya perlu istiqomah untuk terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui program GKR, UMS menegaskan menjadi muslimah yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berakhlak mulia, sehingga mampu menjadi pribadi yang tidak hanya produktif, namum juga bernilai di hadapan Allah SWT.
Penulis: Zahra
Editor: Fika Annisa’ Sholiah

Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.