Dalam upaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing serta melahirkan insan-insan pembuat robot yang berkemampuan tinggi, Kontes Robot Indonesia (KRI) diselenggarakan. Salah satu kategori KRI, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) yang telah dilaksanakan sejak 2010 berupaya menghidupkan unsur seni budaya ke dalam medium robot.
Prof. Benyamin Kusumoputro selaku dewan juri KRSTI 2024 menyebutkan kontes robot tari di Indonesia dapat diakui sebagai yang pertama di dunia.
“Rasanya betul, negara-negara di ASEAN memiliki seni tari yang rumit dan banyak tarian yang memiliki karakteristik berbeda-beda, seperti Indonesia. Paling tidak di ASEAN, kami ingin sekali membuat kontes robot internasional khusus tari,” ujarnya semangat, Jumat (5/7).
Benyamin juga menjelaskan robot tari memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Pasalnya, untuk dapat menirukan gerakan-gerakan tari yang dilakukan manusia, robot tari memerlukan banyak sistem motorik untuk dapat meniru gerak tari tertentu.
“Seni tari ini membutuhkan keluwesan, sehingga jumlah motor digunakan sebanyak mungkin agar menjadi gerakan semakin halus. Dengan ini, kami membuat semacam koordinasi untuk menirukan gerakan manusia, dan diaplikasikan pada motor yang menjadi sendi-sendi robot,” imbuh Benyamin.
Sementara itu, KRSTI 2024 mengusung tema “Tari Oleg Tamuliang” yang berasal dari Pulau Bali. “Oleg” memiliki arti gerakan lemah gemulai, sedangkan “tamuliang” berarti Kumbang.
Tari Oleg Tamuliang sendiri menggambarkan dua ekor kumbang jantan dan betina yang sedang bersenang- senang di taman bunga sambil bermain-main, mengisap madu dan sari-sari bunga, dan beterbangan satu sama lain.
Kehadiran tema ini diharapkan dapat memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia melalui medium robotika, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas mereka dalam bidang teknologi dan seni. Dengan demikian, KRSTI tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk membangun karakter dan kebanggaan terhadap budaya bangsa.
Penulis: Eva
Editor: Genis
Sumber: News UMS
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







