Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Tabligh Akbar dalam rangkaian Gema Kampus Ramadan (GKR) 1445 H dengan tema “Refleksi Risalah Islam Berkemajuan”, Selasa (19/3/2024), di Masjid Sudalmiyah Rais UMS.
Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, K. H. Fathurrahman Kamal, L.C., M.Si., memaparkan tentang muslim zaman now yang keren dan berkemajuan.
“Islam adalah kemajuan yang merupakan spirit dari Islam itu sendiri agar umat Islam membangun kekuatan dengan spiritual,” ungkap Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah itu.
Menurutnya, masyarakat berkemajuan adalah mereka yang kritis terhadap perkembangan zaman, kehidupan, dan memiliki tradisi literasi terutama literasi digital.
“Era disrupsi saat ini merupakan revolusi secara fundamental dalam mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berhubungan dengan orang lain,” tegasnya. Persoalan terbesar terletak pada seberapa besar perangkat teknologi untuk membangun kemajuan di masa depan.
Fathurrahman Kamal mengungkapkan, era media baru memberikan perubahan di semua aspek, termasuk aspek spiritual dan moral. Situasi ini menuju pada suatu kondisi baru di mana aktivitas keagamaan dan relasi sosial mengalami perubahan yang drastis melalui media internet.
“Implikasi terhadap spiritualitas religius adalah penyimpangan paham keagamaan publik melalui media berbasis internet. Kini terjadi dehumanisasi atau kehilangan rasa kemanusiaan karena semua serba narsis. Ekspresi secara nyata semua masuk dalam perangkap maya,” paparnya.
Faiturrahman menjelaskan, menjadi muslim holistik (kaffah) adalah konsekuensi keimanan. Dia menyebutkan beberapa poin yang menunjukkan keberagaman yang kaffah, antara lain:
- Manifestasi Islam, iman dan ihsan;
- Komitmen untuk melaksanakan seluruh ajaran Islam zahir dan batin;
- Upaya optimal secara manusiawi dalam mewujudkan ajaran Islam, serta menjadi parameter dalam persepsi dan perilaku kehidupan;
- Berislam dalam ritual sebagai sistem dalam kehidupan
“Muslim keren zaman now, adalah mereka yang berilmu (profesional), beradab, dan berdaya guna (altruistik),” pungkasnya.
Penulis: Fika
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







