Tentang Materi
Enam Kiat dalam Menembus Jurnal Internasional dan Menulis Buku
Menulis Buku yang Tidak Terdampak Pandemi Covid-19
Program Magister UMS

Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar Interdisciplinary Sharing di Ruang Seminar Pascasarjana UMS dan disiarkan secara langsung di saluran Youtube TvUMS, Kamis (13/4).

Pada seminar ini, Sekolah Pascasarjana UMS menghadirkan Dr. Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D. dan Direktur Penerbitan CV Andi Offset Yogyakarta, Joko Irawan Mumpuni yang menurut Direktur Sekolah Pascasarjana UMS, M.Farid Wajdi, S.E., M.M., Ph.D. mereka berdua adalah narasumber yang kompeten di bidang publikasi.

“Kepada Dr. Ubaidillah dan Joko Irawan Mumpuni, keduanya kompeten dalam tulis-menulis. Di mana yang satu, Dr. Ubaidillah ini kompeten dalam menulis di jurnal yang menjadi tantangan kita semua,” ungkap Farid Wajdi.

Farid berharap mahasiswa Sekolah Pascasarjana UMS dan para dosen yang hadir dapat mengoptimalkan pertemuan ini dan bertanya kepada para narasumber yang kompeten.

Tentang Materi

Seminar interdispliner yang merupakan kegiatan rutin dari Sekolah Pascasarjana UMS, kali ini membahas strategi menulis dan menembus publikasi ilmiah pada jurnal internasional, serta membahas kiat sukses menulis dan menerbitkan buku.

Enam Kiat dalam Menembus Jurnal Internasional dan Menulis Buku

Ubaidillah yang merupakan dosen di Universitas Sebelas Maret (UNS), telah mempublikasikan karya tulisnya sebanyak 223 dengan H-Index Scopus 26. Dalam seminar tersebut, Ubaidillah membagikan enam hal yang harus dilakukan sebelum menulis paper.

Adapun enam hal yang dimaksudkan, di antaranya :

  • Alasan penulis ingin menerbitkan dan apakah tulisan tersebut dapat diterbitkan
  • Tentukan jenis naskah yang ditulis
  • Tentukan target jurnal
  • Memperhatikan persayaratan jurnal
  • Memperhatikan struktur paper
  • Pahami etika publikasi agar terhindar dari pelanggaran

Menulis Buku yang Tidak Terdampak Pandemi Covid-19

Ubaidillah juga menerangkan bahwa tujuan dari karya ilmiah adalah untuk mengkomunikasikan temuan penelitian.

“Tujuannya untuk apa? Ini kata kuncinya. Mengkomunikasikan dan memberikan bukti. Mengkomunikasikan dari apa yang kita temukan dan memberikan bukti. Maka, jangan sekali-sekali membuat analisis di artikel itu hanya prasangka belaka,” tegas Ubaidillah.

Sedangkan, Joko Irawan Mumpuni dari penerbitan Andi Offset menyarankan agar para akademisi menulis buku yang tidak terdampak pandemi Covid-19. Disebutkan terdapat 100 bidang baru yang muncul setelah pandemi, dan diperlukan pendidikan untuk mengembangkan hal tersebut.

“Maka menulislah buku-buku yang tidak tergeser karena pandemi,” sarannya. (Maysali/Humas)

Berita Unggulan

image-featured
13 Juni 2026

Begadang jadi hobi mayoritas orang Indonesia. Penggunaan gawai diduga menjadi biang keladinya. Apa dampak begadang bagi tubuh manusia?

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
12 Juni 2026

Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?

image-featured
10 Juni 2026

Tim FEB UMS berdiskusi dengan perwakilan PPI Jepang. Bahas strategi branding destinasi wisata Indonesia agar semakin dikenal oleh masyarakat internasional, khususnya di Jepang.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.