Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) me-launching pembangunan Griya Samara Asri (GSA). Launching perumahan yang ditujukan untuk para dosen dan Tenaga Pendidik (Tendik) UMS dilakukan di area perumahan GSA di Ngargorejo, Boyolali (20/3).
Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. menyampaikan perumahan yang difokuskan untuk para karyawan UMS ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan sehingga kinerja para karyawannya secara umum meningkat.
“Sekaligus ini adalah untuk memberikan rasa nyaman kepada teman-teman dosen dan tendik sehingga bisa kerja maksimal,” terangnya.
Dia juga menceritakan perasaan deg-degan dan susahnya ketika ia belum memiliki rumah pribadi.
“Sepuluh tahun belum punya rumah, belum punya pembantu, harus kos. Setiap akhir tahun deg-degan diusir atau tidak,” ungkap Sofyan Anif.
Selain rumah, kendaraan yang dipakai juga menurutnya kurang memadai, karena untuk menjalankannya harus didorong terlebih dahulu.
Cicilan dan Luas Lahan
Kepala Badan Pengembangan Usaha (BPU) UMS, Prof. Dr. Bambang Sumardjoko, M.Pd. menjelaskan perumahan murah meriah ini dapat dicicil melalui Koperasi AUM Bersinar selama 20 tahun dan hanya memerlukan uang muka sebesar 20 juta.
Dengan area sekitar satu hektare, 25 unit akan dibangun di atas lahan tersebut. Perumahan ini memiliki dua tipe, yaitu tipe A dengan luas bangunan 43.5 meter dan luas lahan 72 meter bisa didapatkan dengan harga Rp. 296 juta. Sedangkan tipe B, luas bangunan yaitu 54 meter dengan luas lahan 90 meter bisa didapatkan dengan harga Rp. 355 juta.
Selain ditujukan untuk dosen dan karywan, masyarakat umum juga diperbolehkan untuk memiliki unit di perumahan ini. Dengan kemudahan tersebut, Bambang berharap kepada para karyawan UMS bisa memanfaatkan peluang yang ditawarkan ini.
“Sesuai dengan arahan bapak rektor, bahwa dosen-dosen baru dan karyawan bisa mengambil kesempatan ini,” katanya.
Proses launching pembangunan GSA dilakukan oleh Rektor UMS dan Komisaris Koperasi AUM Bersinar, Drs. Dahlan Rais, M.Hum. Launching dilakukan dengan menarik selubung penutup papan baliho pembangunan perumahan GSA.
Direktur Utama AUM Property, Muhammad Siam Priyono Nugroho, S.T., M.T. mengatakan selepas dilakukannya launching akan langsung dilakukan pembangunan. Diharapkannya semua proses pembangunan hanya memakan waktu satu tahun.
Rumah Menghadap Utara atau Selatan
Sebagai pemilik ide di balik perumahan GSA, Priyono Nugroho atau yang akrab disapa Yoyon menerangkan bahwa perumahan menghadap arah mata angin utara dan selatan sehingga dapat menghindari panas dari matahari terbit dan terbenam.
“Bagusnya lagi semua rumah menghadap utara atau selatan. Jadi supaya tidak panas ya menghadapnya ke arah selatan. Anginnya juga akan bagus,” jelasnya.
Pada rumah tipe B atau besar, tambah Yoyon, terdapat fasilitas yang berbeda dengan tipe A, yaitu adanya ruang kerja atau online corner. Desain online corner ini didasarkan karena biasanya para dosen ketika mengajar online mencari-cari posisi yang tidak terganggu oleh lalu-lalang orang.
“Jadi, itu salah satu yang tidak ditemui atau belum ditemui di desain-desain perumahan manapun. Spesial untuk dosen-dosen dan karyawan UMS,” pungkasnya.
Selain launching pembangunan perumahan Griya Samara Asri, rombongan dari UMS langsung bersepeda santai mengelilingi Waduk Cengklik. Rektor UMS, Sofyan Anif terlihat sangat menikmati kegiatan tersebut. (Maysali/Humas)
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







