Deskripsi
Capaian Pembelajaran
Yang Kamu Pelajari
Prasyarat Pengetahuan Sebelumnya
Item Penilaian

Deskripsi

Mata kuliah Sejarah Arsitektur Dunia merupakan mata kuliah yang mempelajari pengetahuan terkait perkembangan arsitektur dunia, baik arsitekur pada peradaban kuno hingga arsitektur kontemporer. Di dalamnya akan dipaparkan kronologi perkembangan peradaban dan budaya, hubungan antara arsitektur terhadap konteks sosial, dan teknologi pada setiap kurun waktu. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu megapresiasi dan mengevaluasi keragaman sejarah arsitektur dunia serta menjadikannya landasan berpikir kritis dalam memahami arsitektur di masa kini dan masa depan. 

Capaian Pembelajaran

  • Mahasiswa mampu memahami awal mula perkembangan arsitektur di Eropa, mulai dari Mesopotamia sampai Yunani dan Romawi
  • Mahasiswa mampu mendeskripsikan perbedaan antara Arsitektur pada masa pertengahan (Gothic, Romanesque, Renaissance dan Barock)
  • Mahasiswa mampu membedakan konsep dan bentukan Arsitektur pada masa Modern dan Kontemporer (Post Modern, Dekonstruksi, dan teori-teori kontemporer)

Yang Kamu Pelajari

Materi perkuliahan ini meliputi: 1. Pengantar berupa pengertian sejarah serta elemennya, model perkembangan sejarah, dan urgensi mempelajari sejarah arsitektur; 2. Sejarah arsitektur di Eropa, berupa perkembangan arsitektur Mespotamia hingga arsitektur modern; 3. Pemahaman terkait perbedaan arsitektur Romawi dan Yunani; 4. Sejarah arsitektur pada masa abad pertengahan, berupa arsitektur Romanisque, Gothik, Renaisance, Barock hingga Neo Romanisque; 5. Konsep dan bentuk dari arsitektur pada masa modern dan kontemporer, berupa arsitektur modern, post modern dan arsitektur kontemporer.   

Prasyarat Pengetahuan Sebelumnya

Tidak ada prasyarat

Item Penilaian

No

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar 

(Sub-CPMK)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran, 

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Teknik

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1,2

Mahasiswa mampu menjelaskan definisi, cabang-cabang dan peran engineering.  (15%)

 

UTS 10%

·       Ketepatan mendifinisikan engineering sesuai teori,     

·       Kesesuaian merumuskan pembagian kerja dalam engineering.

·       Ketepatan menjelaskan cabang-cabang engineering.

·       Ketepatan dan kesesuaian menentukan peranan masing-masing cabang dalam engineering dalam suatu studi kasus

Kriteria: 

1.       Ketepatan dalam menjawab pertanyaan (90%)

2.       Kerapian .(10%)

Teknik Penilaian:

test lisan, 

 

Bentuk: rubrik,

Teknik Pembelajaran: luring 

Bentuk Pembelajaran: Kuliah 

PB: 2(2x50")

Metode Pembelajaran: Kuliah /pemaparan 

 

Penugasan: Jawablah pertanyaan pada quis 

 

PT=2(2x60")

KM=2(2x60")

Definisi Enginering, Pembagian Kerja Engineering, Cabang- cabang Engineering,

Bidang kerja masing-masing cabang dalam engineering.Peran engineering sebagai profesi, Peran engineering sebagai ilmuwan.

 

[ 1. Paul H. Wright, 2002, Pengantar Engineering, Penerbit Erlangga Jakarta

15%

3

Mahasiswa memahami kode etik engineer khususnya arsitek dan mengimplementasikan dalam praktek.(10%)

Ketepatan di dalam menguraikan tentang kode etik engineer  dan arsitek serta dapat mengaplikasikan dalam concoh kasus. 

Kriteria: 

1.       Ketepatan subtansi dan sistimatika resume  90%

2.       Kerapian (10%)

 

Teknik Penilaian: partisipasi, 

Bentuk:

Test Lesan 

Teknik Pembelajaran: Luring Bentuk Pembelajaran: Kuliah

PB: 2x50"

 

Metode Pembelajaran: Kuliah , diskusi 

 

Penugasan: Meresume peraturan dan kode etik sebagai seorang arsitek.

 

PT=2x60" KM=2x60"

Kode Etik profesi Engineering, Kode Etik profesi Arsitek.

[ 1. Paul H. Wright, 2002, Pengantar Engineering, Penerbit Erlangga: Jakarta

2.           KODE ETIK ARSITEK DAN KAIDAH TATA LAKU PROFESI ARSITEK, IKATAN ARSITEK INDONESIA, Edisi 2007.

3.           UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2017 TENTANG ARSITEK

]

10%

4

Mahasiswa  dapat membandingkan antara karya engineering pada masa klasik di Negara Mesopotamia, Yunani, Romawi, dan Mesir.  (15%)

 

UTS 5%

Ketepatan menjelaskan sejarah engineering dunia dari masa klasik di negara mesopotamia, Mesir, Yunani dan Romawi.

Kriteria: 

Ketepatan subtansi, Sistimatika 90%

 

Kerapian 10%

 

Teknik Penilaian:

test tertulis , Bentuk: portofolio

Teknik Pembelajaran: Luring 

Bentuk Pembelajaran: Kuliah 

PB: 2x50"

Metode Pembelajaran: diskusi kelompok

Penugasan: Contoh hasil karya engineering dari masa ke masa.

 PT=2x60"

KM=2x60"

Sejarah Enginering di dunia dari masa klasik di Negara di Negara Mesopotamia, Yunani, Romawi, dan Mesir.

[ 1. Paul H. Wright, 2002, Pengantar Engineering, Penerbit Erlangga: Jakarta

]

15%

5

Mahasiswa  dapat mendiskripsikan temuan engineering  dan tokohnya di masa pertengahan dan modern. (15%)

 

UTS  5%

Ketepatan dalam mendiskripsikan temuan engineering serta tokoh penemunya di masa pertengahan dan modern. 

Kriteria: 

Ketepatan dan penguasaan. 100%

 

Teknik Penilaian:

test tertulis , Bentuk: rubrik

Teknik Pembelajaran: Luring 

Bentuk Pembelajaran: Kuliah 

PB: 2x50"

Metode Pembelajaran: diskusi kelompok

Penugasan: Contoh hasil karya engineering dari masa ke masa.

 PT=2x60"

KM=2x60"

Sejarah Enginering di dunia dari masa pertengahan wampai masa modern di Eropa  .

[ 1. Paul H. Wright, 2002, Pengantar Engineering, Penerbit Erlangga: Jakarta

]

 15%

6,7

Mahasiswa dapat melakukan proses kreativitas untuk sebuah temuan (5%) 

1.       Ketepatan mengidentifikasi cara-cara pengembangan kreatifitas dalam perencanaan arsitektur.

Kriteria:



1.       Keaslian dan manfaat  (50%)

2.       kesesuaian analisa dan proses berpikir kreatif. 50%

 

Teknik Penilaian: Desain

 

Bentuk: portofolio

Teknik Pembelajaran: Luring 

Bentuk Pembelajaran: studio

PB:2( 2x50")

 

Metode Pembelajaran: diskusi kelompok

 

Penugasan: 

Mengusulkan gagasan bersifat kreatif 

 

PT=2(2x60")

KM=2(2x60")

Proses pengembangan gagasan dan ide produk dalam tim kreatif sebuah perusahaan.

[ 1. Paul H. Wright, 2002, Pengantar Engineering, Penerbit Erlangga: Jakarta

]

5%

8

Evaluasi Tengah Semester / Ujian Tengah Semester

9,10

Mahasiswa dapat melakukan proses tahapan problem solving untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi manusia (10%)

 

UAS 5%

1.           Ketepatan dan ketelitian merumuskan permasalahan di masyarakat.

2.           Ketepatan sistematika langkah penyusunan problem solving.

3.           Kesesuaian desain produk inovatif sebagai solusi permasalahan.

Kriteria: Ketepatan dan kesesuaian desain produk inovatif dengan problem dalam masyarakat.

Teknik Penilaian: unjuk kerja, Bentuk: portofolio

Teknik Pembelajaran: Luring Bentuk Pembelajaran: Kuliah 

 

PB: 2(2x50")

 

Metode Pembelajaran: diskusi kelompok, studi kasus, 

 

Penugasan: Merumuskan problematika di masyarakat dan mencari solusinya dengan desain produk inovatif.

 

PT=2(2x60" KM=2(2x60"

(1) Pengertian Problem Solving.

(2) Langkah-langkah dalam problem solving dalam engineering khususnya di bidang arsitektur. (3) Pola berpikir pada bidang engineering.

 

[ 1. Paul H. Wright, 2002, Pengantar Engineering, Penerbit Erlangga: Jakarta

2. Pena, William, Problem Seeking: An Architectural Programming Primer 5th ed., 2012, New Jersey: Wiley

]

10%

11,12

Mahasiswa memahami dan dapat melakukan komunikasi  engineering secara oral, tulis dan lesan. (10%)

 

UAS 5%

Ketepatan menentukan teknik komunikasi untuk mengkomunikasikan produk inovatif

Kriteria: 

 

Ketepatan, ketelitian, dan kesesuaian mengkomunikasikan hasil karya produk

inovatif. 100%

 

Teknik Penilaian: observasi, Bentuk: portofolio

Teknik Pembelajaran: 

 

Luring Bentuk Pembelajaran: Kuliah 

 

PB: 2(2x50")

 

Metode Pembelajaran: diskusi kelompok, studi kasus, Penugasan: Mengkomunikasikan hasil produk kreatif melalui komunikasi lisan, tulisan, dan gambar.

 

PT=2(2x60") KM=2(2x60")

(1) Komunikasi dalam Engineering: a. Komunikasi oral/ lesan; b. Komunikasi tulisan; dan

c. Komunikasi gambar. (2) Mengkomunikasikan karya melalui sketsa dan gambar kerja.

 

[ 1. Paul H. Wright, 2002, Pengantar Engineering, Penerbit Erlangga: Jakarta

]

13,14,15

Mahasiswa dapat membuat media komunikasi untuk mempublikasikan hasil karyanya melalui  maket , poster, dan video  (20%)

 

UAS : 15%

1.           Kesesuaian mengkomunikasikan hasil karya sesuai standar gambar kerja.

2.           Kesesuaian mengkomunikasikan hasil karya menggunakan maket karya, PPT, Poster dan Vidio 

Kriteria: 

 

Kesesuaian , ketelitian, kerapian, dan konsistensi antara desain, maket, PPT dan Vidio , 100%

 

Teknik Penilaian: unjuk kerja,

 Bentuk:

karya desain,

Teknik Pembelajaran: Luring Bentuk Pembelajaran: studio  PB: 3(2x50")

Metode Pembelajaran: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, 

 

Penugasan: Membuat gambar poster dan maket karya produk inovatif.

PT=3(2x60") KM=3(2x60")

Cara membuat gambar, maket karya, ppt dan video serhana.  untuk presentasi. 

 1. Paul H. Wright, 2002,

Pengantar Engineering, Penerbit Erlangga: Jakarta

2.                   Pena, William, Problem Seeking: An Architectural Programming Primer 5th ed., 2012, New Jersey: Wiley

3.                   Pedoman Penulisan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) tahun 2023, Diktiristek

]

16

Evaluasi Akhir Semester / Ujian Akhir Semester