
MPQ UMS Ajak Generasi Muda Atasi Overthinking dengan Al-Qur’an
Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, overthinking kerap menghantui sejumlah generasi muda. MPQ UMS mengajak pemuda kembali ke Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa.
Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. mendapatkan penghargaan tokoh inspiratif di bidang Manajemen Pendidikan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN), pada Pentas Kethoprak yang dilakukan di Auditorium Sarsito Mangoenkoesoemo Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta dengan mengangkat lakon “Panji Ngengleng.”
Wakil Rektor I UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. mewakili Rektor UMS menerima penghargaan yang diberikan oleh PWI Surakarta. Harun menyatakan bahwa salah satu bentuk inovatif yang dilakukan oleh Rektor UMS adalah mendesain dan pengembangan pembelajaran, seperti menerapkan konsep Adaptif, Progresif, dan Moderatif (APM), integrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta kemitraan internasional dengan pengabdian masyarakat internasional.
Selain itu, Prof. Harun Joko Prayitno juga berpartisipasi dalam pentas tersebut dengan memerankan peran Lembu Merdadu. Dalam lakon tersebut, Lembu Merdadu yang diperankan oleh Harun berusaha menyuarakan masalah kemiskinan dan pendidikan di wilayahnya.
“Lembu Merdadu ingin menyuarakan bahwa kawulanya masih banyak yang miskin. Nah, miskin itu menyebabkan tidak bisa mengenyam pendidikan. Tidak bisa mengenyam pendidikan karena miskin,” terangnya.
Dia juga menjelaskan bahwa di mana pun dan di negara mana pun terdapat hubungan sebab-akibat antara miskin dan pendidikan.
“Di mana pun, di negara mana pun, di belahan negara mana pun, selalu ada hubungan kasualitas antara miskin dan pendidikan. Untuk memotong itu, tidak ada cara lain selain menanamkan soft skill lewat pendidikan, sekaligus untuk dapat mengurai kemiskinan,” lanjut Prof. Harun.
Prof. Harun Joko Prayitno mengaku ketika memerankan Lembu Merdadu, dia mengalami beberapa kali kesalahan dialog. Dia juga menyatakan jika mendapatkan kesempatan lain untuk memainkan peran lagi, dia yakin akan lebih ekspresif lagi dalam memerankannya.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Anas Syahirul Alim menyampaikan pagelaran wayang orang ini bertujuan untuk melestarikan apa yang menjadi warisan dari leluhur.
“Kami sengaja mengajak para tokoh untuk ikut menguri-uri budaya dan seni tradisi, serta agar dapat memahami bahwa seni ini harus dirawat sekaligus sebagai sarana edukasi masyarakat dan sarana silaturahmi. Jadi, ini adalah sarana menyampaikan pesan dan sebagainya,” terang Anas. (Maysali/Humas)

Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, overthinking kerap menghantui sejumlah generasi muda. MPQ UMS mengajak pemuda kembali ke Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa.
Nothing’s more special than reading curated news just for you.
Subscribe to the UMS Newsletter for free today.