Kampus Tanpa Diskriminasi
Proses Penerimaan Mahasiswa Baru merupakan suatu prosedur seleksi rutin yang diadakan setiap siklus untuk menjaring mahasiswa sesuai dengan bidang minatnya. Proses ini mempertimbangkan kualifikasi pelamar dan kapasitas yang tersedia, dengan beberapa jalur penerimaan. Ada tiga jalur penerimaan: Seleksi e-Report, Computer-Based Test (CBT), dan Jalur Beasiswa. One Day Service (ODS) adalah layanan satu hari yang memungkinkan pelamar menjadi siswa terdaftar dalam satu hari. Layanan ini mencakup seluruh tahapan mulai dari pendaftaran seleksi hingga proses pendaftaran ulang. Semua calon mahasiswa diberikan kesempatan yang sama, tanpa memandang suku, agama, ras, latar belakang antargolongan, atau kebangsaan
Pengukuran Kelompok Marjinal
UMS berkomitmen untuk memastikan keberagaman dan inklusivitas dalam proses rekrutmen bagi mahasiswa, staf, dan anggota civitas akademika. Kami berfokus pada perekrutan mahasiswa berbakat secara akademis yang menghadapi kesulitan keuangan. Kami bangga mendukung 54 mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah yang terdaftar dalam Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, yang tersebar di berbagai departemen. Selain itu, kami memfasilitasi pendidikan dengan memberikan beasiswa melalui Program Beasiswa Tunas Unggul Muhammadiyah (BTUM) Yayasan Muhammadiyah, Beasiswa Kiai Haji Ahmad Dahlan, dan Beasiswa Hafidz Al-Qur'an. Secara total, kami menawarkan beasiswa kepada 599 mahasiswa.
Rencana Rekrutmen Kelompok Marjinal
Meningkatkan akses dan representasi yang setara dalam pendidikan tinggi dan dunia kerja merupakan salah satu prioritas strategis di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Universitas menerapkan berbagai langkah terencana untuk merekrut mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen dari latar belakang yang kurang terwakili, khususnya mereka yang menghadapi hambatan finansial atau sosial.
Dalam proses rekrutmen mahasiswa, UMS menyediakan jalur inklusif melalui Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah serta beberapa skema beasiswa seperti Beasiswa Tunas Unggul Muhammadiyah (BTUM), Beasiswa Kiai Haji Ahmad Dahlan, dan Beasiswa Hafidz Al-Qur’an, yang pada tahun 2024 telah mendukung 599 penerima beasiswa.
Untuk rekrutmen tenaga kependidikan dan dosen, UMS menerapkan proses yang terbuka dan berbasis merit, untuk membangun komunitas akademik yang inklusif dan beragam.
Beasiswa di UMS
Kebijakan Anti Diskriminasi
Seluruh civitas academica UMS mempunyai hak yang setara dalam hal pendidikan dan pelayanan yang diberikan kampus. Kami berkomitmen menciptakan kampus tanpa diskriminasi.
Komite Kesetaraan dan Keberagaman
Komite khusus yang mengurusi isu kesetaraan dan keberagaman di lingkungan kampus juga kami hadirkan. Pusat Studi Gender menjadi salah satu komite untuk mewujudkan kesetaraan gender berdasar nilai-nilai Islam.
Dukungan untuk Kaum Marjinal
Bantuan pendidikan terus dilakukan dengan menghadirkan beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu, maupun mahasiswa dari negara berkembang. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan seluruh mahasiswa mendapat kesempatan untuk meraih pendidikan berkualitas.
Fasilitas Disabilitas
Penyandang disabilitas berhak atas hak yang sama untuk meraih akses pendidikan. Untuk itu kami senantiasa mendukung dengan menghadirkan sejumlah fasilitas penunjang kaum difabel.
Layanan Disabilitas
UMS berkomitmen untuk memastikan akses yang menyeluruh bagi penyandang disabilitas. Sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No. 14/2017, kami telah menyediakan fasilitas seperti rampa kursi roda, toilet khusus penyandang disabilitas, dan lift di beberapa gedung. Ruang kelas khusus di lantai dasar juga disediakan untuk memudahkan akses di gedung dengan tingkat yang lebih sedikit. Komitmen kami diformalkan melalui SOP Layanan Disabilitas UMS. Selain mengoptimalkan fasilitas, infrastruktur, dan sumber daya manusia kampus untuk mendukung layanan disabilitas, UMS juga senang dapat bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk memperluas layanan disabilitas. Kerja sama ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang disepakati kedua belah pihak sebagai tanda komitmen dan dedikasi untuk mewujudkan dunia tanpa diskriminasi.
Skema Disabilitas
Skema akses di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memastikan kesempatan dan partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas dalam seluruh aspek kehidupan kampus. Sejalan dengan Peraturan Menteri PUPR No. 14 Tahun 2017, UMS menyediakan ramp kursi roda, lift, dan ruang kelas aksesibel, yang didukung oleh SOP Layanan Disabilitas UMS sebagai pedoman pemberian akomodasi akademik dan prosedur bantuan.
Selain fasilitas fisik, UMS juga aktif mempromosikan inklusi melalui berbagai inisiatif, seperti lokakarya “Suara Tangan” tentang edukasi bahasa isyarat yang diselenggarakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi bekerja sama dengan Gerkatin Solo dan DVO Solo, serta dengan menghadirkan juru bahasa isyarat dalam acara-acara besar universitas seperti MASTA 2024.
Beragam inisiatif ini mencerminkan komitmen holistik UMS terhadap aksesibilitas, empati, dan keterlibatan inklusif bagi komunitas disabilitas.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS Gelar Workshop Suara Tangan untuk Kampanye Edukasi Bahasa Isyarat
Inklusivitas dalam Pendidikan, Masta UMS 2024 Akan Undang Winda Utami Penerjemah Bahasa Isyarat
Kampus Anti Pelecehan
Sebagai kampus inklusif, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengecam segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan kampus, karena seluruh sivitas akademika UMS berhak atas tempat yang aman dan nyaman. Satgas PPKS menjadi garda terdepan dalam menanggulangi kekerasan seksual.










