Perkembangan zaman saat ini menuntut pengusaha untuk adaptif. Peka terhadap teknologi misalnya, adalah keniscayaan yang harus dipegang teguh pengusaha.

Gagasan itu dikemukakan Ahmad Failasuf, pengusaha batik tulis asal Pekalongan, Jawa Tengah, dalam Rapat Kerja Nasional ke-III Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (IKA UMS) di King Garden Syariah Hotel, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/2/2025).

“Kalau kita mau bisnis (tumbuh) cepat, di samping kita mengenal segmen pasar, relasi, dan kawan. Sekarang itu (bisnis) tidak lepas dari dunia digital,” kata Ahmad. 

Alumni Akuntansi UMS itu menyebut orang yang menguasai bisnis adalah orang yang bisa menguasai dunia digital. Seorang pebisnis juga harus merekrut pegawai yang peka terhadap teknologi digital untuk memajukan usaha.

Teknologi digital tersebut, salah satunya mencakup taktik pemasaran melalui marketplace, yang kini menjamur di Tanah Air. Apalagi dengan tren belanja online, yang saban hari merangkak naik. Menuntut pengusaha untuk melakukan digitalisasi bisnis.

Selain teknologi, gempuran barang murah dari Cina juga menarik untuk dicermati. Ahmad, yang mendirikan Batik Failasuf di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sejak 1999, ini menganggap fenomena tersebut sebagai keniscayaan.


Ahmad Failasuf saat mengisi materi dalam sesi sarasehan bisnis, Rakernas ke-III IKA UMS. Dok.IKA UMS

Perlu diakui bahwa Cina mampu menghasilkan produk yang berkualitas dengan harga miring. Boleh dibilang, Cina jago dalam urusan amati, tiru, dan plek ketiplek.

Strategi jitu, kata dia, yang dapat dilakukan pebisnis adalah membuat produk yang tidak mampu dibuat oleh Cina. 

“Saya membuat batik tulis yang tidak bisa dibuat di Cina. Beda dengan batik Cina yang merupakan batik printing,” imbuh dia.

Membangun karakter wirausaha yang kuat harus ditanamkan sejak dini pada para usahawan pemula. Kata Ahmad, kejujuran, disiplin, amanah, dan mau belajar adalah sifat dasar yang harus dikuasai pebisnis.

Kunci sukses perjalanan bisnis versi Ahmad adalah mempunyai mimpi besar dan mau belajar dari yang terbaik. 

“Tidak cukup Anda bangga dengan posisi Anda saat ini. Harus punya mimpi besar,” tegas dia.

Memperluas jaringan juga menjadi hal krusial bagi seorang pengusaha. Tidak heran jika usahawan batik tulis itu pernah mendesain baju batik untuk Presiden Abdurrahman Wahid pada tahun 2000 berkat koneksi dan jaringan yang ia bangun.

“Jaringan ini harus sesuatu yang mendukung profesi kita. Orang yang lebih pintar dari kita, itulah relasi untuk bisa sama-sama maju cepat,” imbuhnya.

Ahmad menekankan pengusaha pemula untuk berani melangkah ke depan. Tidak hanya terjebak pada teori yang dipelajari.

“Namanya bisnis itu ya action, ya praktik. Kalau ada gagal di tengah jalan, ya, wajar. Jatuh bangun, ya, ndak apa-apa,” pungkas dia. 


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Fika Annisa Sholihah'

Cerita Alumni

image-featured
30 Juni 2026

Nadia Nur Imani bertekad mewujudkan impian ibunya dengan berprofesi sebagai perawat. Membuka kesempatan bekerja di Jazirah Arab.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
4 Juni 2026

Dharu Rendro Anom Prabowo menghabiskan hampir satu dekade hidupnya di dunia tambang. Kini mengawal pengoperasian sistem kelistrikan dan instrumentasi proyek tambang emas Gorontalo.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
22 April 2026

Asri Hartati memulai konten daily vlog berbahasa Inggris dari keisengan semata. Viral ke penjuru Indonesia dan masuk televisi nasional.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.