Masa Sulit di Tengah Kuliah
Berkarier di Pabrik Tekstil hingga Tambang Emas

Langit di kawasan tambang emas Pani Gold Project, Gorontalo, masih gelap ketika Dharu Rendro Anom Prabowo memulai harinya. Jam menunjukkan pukul 04.30 pagi. 

Udara site pertambangan yang dingin jadi teman rutinitasnya sebelum memimpin tim besar di area process plant. “Jam 05.45 saya sudah berangkat ke kantor. Setiap hari, karena sistem kerja di site itu 12 jam, dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore,” cerita alumni Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) angkatan 2012 itu soal rutinitas kerjanya pada akhir Mei lalu.

Kini, Dharu, sapaan akrabnya, menjabat sebagai Electrical & Instruments Fixed Plant Superintendent di PT Merdeka Copper & Gold untuk proyek Pani Gold Mine di Gorontalo. Jabatan yang mengharuskannya bertanggung jawab pada sistem kelistrikan dan instrumentasi di salah satu proyek tambang emas terbesar di Indonesia.

Rutinitas kerjanya jauh dari kata sederhana. Hari-harinya diisi toolbox meeting bersama tim electrical and instrumentation, safety talk, rapat produksi lintas departemen, hingga inspeksi lapangan untuk memastikan seluruh sistem process plant berjalan optimal.

Pria kelahiran Sragen itu juga harus memastikan pekerjaan preventive maintenance berjalan lancar, mengecek kesiapan alat kerja, hingga turun langsung membantu troubleshooting apabila terjadi kendala pada sistem kelistrikan proyek.

Dharu Rendro (kiri) saat melakukan toolbox meeting bersama tim electrical and instrumentation di kawasan tambang emas Pani Gold Project, Gorontalo. Dok.Pribadi

“Di dunia tambang itu semua serba cepat dan presisi. Sedikit gangguan saja bisa berdampak besar pada produksi,” kata dia.

Masa Sulit di Tengah Kuliah

Namun siapa sangka di balik posisi strategisnya sekarang, Dharu pernah melalui masa-masa paling berat dalam hidupnya ketika masih menjadi mahasiswa. Semester 7 menjadi titik yang tak pernah ia lupakan. 

Ibunya jatuh sakit di tengah kesibukannya sebagai asisten laboratorium serta aktif di Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro (KMTE) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik UMS. Ia harus membagi waktu antara kampus, rumah sakit, dan keluarga di rumah. 

“Rasanya kalang kabut. Kadang saya harus tidak kuliah untuk jaga ibuk di rumah sakit. Bolak-balik juga karena harus mengecek adik saya di rumah yang saat itu juga masih SMP,” kenangnya.

Situasi itu menjadi semakin berat karena mendiang ayahnya telah lebih dulu berpulang saat Dharu masih duduk di bangku SMA. Di tengah kondisi yang serba tak pasti itulah, ia malah merasakan betul dukungan dari lingkungan Teknik Elektro UMS.

Teman-teman dan dosennya hadir bukan hanya sebagai pengajar, melainkan keluarga kedua. “Beberapa dosen dan teman menjenguk ibuk di rumah sakit. Bahkan ikut membantu meringankan biaya pengobatan. Hal seperti itu yang sampai sekarang masih sangat melekat buat saya,” ucap Dharu.

“Pak Dedi Ary, Pak Hasyim Asy'ari, mendiang Pak Jatmiko, Pak Nurgiyatna, dan Pak Umar, beliau-beliau ini nggak cuma mengajari ilmu teknis, tapi juga sering berbagi soal ilmu kehidupan,” ujarnya.

Namun ujian hidup Dharu belum berhenti. Sang ibu kemudian berpulang, membuatnya harus melanjutkan hidup tanpa kedua orang tua.

Beruntungnya Dharu masih memiliki pakde dan bude yang membantu biaya kuliah hingga lulus tepat waktu. Selepasnya, ia harus berperan menjadi sosok orang tua dan mulai menghidupi adiknya. 

Berkarier di Pabrik Tekstil hingga Tambang Emas

Dharu memulai kariernya sebagai Junior Supervisor Electrical di PT. Mutu Gading Textile, Karanganyar selepas lulus sarjana tahun 2016. Di perusahaan tekstil itu, ia perdana belajar menangani sistem kelistrikan industri berskala besar secara profesional. Mulai dari transformator, switchgear, generator, hingga sistem HVAC pabrik.

Setahun berselang, jalan hidupnya berubah ketika ia masuk ke industri pertambangan emas di PT Bumi Suksesindo (BSI), Banyuwangi sebagai Junior Electrical Engineer. “Tambang ini mengelola Tujuh Bukit Gold Mine. Salah satu proyek tambang emas dan perak besar di Indonesia yang menggunakan metode leaching dan sistem pengolahan emas modern. Di sini saya banyak belajar sebagai junior,” jelas Dharu.

Kariernya perlahan melesat. Awal 2019 hingga pertengahan 2021, Dharu tergabung sebagai Electrical and Instrumentation Engineer di bawah PT Merdeka Copper Gold. Ia mulai terlibat dalam proyek-proyek tambang berskala kecil hingga besar milik perusahaan tersebut di Banyuwangi. 

Memasuki Juli 2021, Dharu mendapat tanggung jawab lebih besar sebagai Senior Electrical and Instrumentation Engineer. Ia dipindahkan ke site Wetar Copper Mine di Maluku Barat Daya. 

Di lokasi tambang yang berada di pulau terpencil itu, Dharu menangani berbagai pekerjaan engineering, konstruksi, dan commissioning sistem kelistrikan tambang tembaga.

“Kemudian Agustus 2023 saya diamanahi menangani proyek strategis lain di Morowali, Sulawesi Tengah sebagai Senior Field Electrical and Instrumentation Engineer untuk AIM Project (Acid Iron Metal Project),” lanjut Dharu. Proyek ini merupakan fasilitas pengolahan mineral terintegrasi yang berada di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Selepas dari PT Merdeka Copper Gold, Dharu sempat hengkang ke MMS Group Indonesia di Balikpapan sebagai Lead Electrical Construction Engineer. Di perusahaan itu, dirinya tergabung dalam pembangunan proyek RKEF Nickel Smelter, fasilitas pengolahan nikel berskala besar.

“Meski hanya sekitar setahun di MMS, Balikpapan, pengalaman itu cukup memperluas jam terbang saya di industri mineral processing dan proyek heavy industry. Sekarang saya di site yang Gorontalo, kembali ke PT Copper Gold,” jelas dia.

Baru-baru ini, Dharu mendapat kesempatan mengikuti training operation and maintenance sistem smart MCC dari perusahaan Rockwell Automation, Shanghai, China selama 17-23 Mei 2026. 

Kunjungan kerja Dharu Rendro (kiri) bersama rekan PT Copper Gold Tbk di Renle Science and Technology, Shanghai, China, 29 Mei 2026. Dok.Pribadi

“Saya dan tiga rekan dari perusahaan belajar dan melihat langsung pembuatan MCC, Medium voltage VSD, E-house yang sangat modern dan tertata di Rockwell Automation dan Renle Science and Technology, Shanghai,” imbuh Dharu.

Meski kini Dharu menapaki karier cemerlang di dunia tambang, ia tetap percaya keberhasilan seseorang tak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik semata. Daya juang dan kepedulian terhadap sesama menjadi poin penting dalam perjalanan hidup seseorang.

Prinsip hidup yang terus ia pegang hingga hari ini berasal dari falsafah Jawa yang diwariskan mendiang ibunya. Urip iku urup. “Hidup itu harus bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya.

Pesan itu terus ia ingat. Dirinya percaya setiap kebaikan yang diberikan kepada orang lain suatu saat akan kembali, entah kepada diri sendiri maupun keluarga di masa depan.

“Sekarang persaingan kerja makin berat, ya, untuk menyambung hidup. Jadi kita harus terus belajar, mengembangkan diri, dan bekerja keras. Syukur-syukur kita bisa bermanfaat untuk orang lain juga. Itu saja,” pungkasnya.


Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Ingin mengikuti jejak Dharu?

Teropong Jagat

image-featured
17 Juli 2026

Gaya komunikasi pejabat publik terus menuai sorotan. Berujung blunder dan memicu kekecewaan rakyat.

image-featured
9 Juli 2026

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, “wellness tourism” di Indonesia semakin dilirik sebagai suatu kebutuhan. Diprediksi bernilai miliaran dolar AS.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
7 Juli 2026

Polycystic Ovary Syndrome tak melulu soal siklus haid yang berantakan. Kondisi ini dapat memengaruhi kesuburan dan meningkatkan risiko penyakit metabolik jika tak ditangani dengan baik.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.