Ikatan Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Ultimate Talk edisi ketujuh. Ultimate Talk 7 itu mengangkat tema “From Zero to Hero: UMKM Go Internasional dengan fokus menciptakan UMKM Muhammadiyah yang Unggul dan Berdaya Saing di Era Digital Platform”.
Digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (14/2), Ultimate Talk 7 menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan akademisi dan praktisi untuk memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis nilai kebermanfaatan.
Ketua IKA UMS Dr. M. Aditya Warman menegaskan pentingnya sektor usaha kecil. Konsistensi sangat penting dilakukan dengan membangun tiga fondasi utama, yakni dignity, ketulusan, dan karakter.
“UMKM menjadi pilar ekonomi bangsa kita dan kita harus menekankan prinsip keberlanjutan pada setiap usaha kita, karena kata kunci dari UMKM adalah sustainability dan konsistensi.” ujarnya.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D. Ia menyampaikan pesan rektor terkait orientasi kebermanfaatan. “Pak Rektor menyampaikan agar bagaimana kita bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat lain,” tambahnya.

Ia juga menegaskan visi institusi kampus berdampak yang harus benar-benar membuktikan kebermanfaatannya.
“Kampus berdampak harus dilihat dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat, saya juga berharap forum ini mampu terus menumbuhkan inspirasi bagi para peserta dan pelaku usaha kedepannya,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., menyoroti kondisi perekonomian nasional yang menjadi tantangan dalam menjaga konsistensi pembangunan ekonomi bangsa.
“Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2025 sebesar 5,11 persen dan target pada tahun 2026 sebesar 5,4 persen, ini adalah tantangan untuk kita bersama untuk bisa konsisten dalam pembangunan ekonomi bangsa.” katanya.
Ia juga menyoroti sektor strategis pendorong pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia saat ini.
“Pendorong utama pertumbuhan ekonomi kita yakni industri pengolahan atau pabrik, perdagangan, dan pertanian. Maka dengan itu harus difokuskan pada ketiga hal tersebut untuk penguatan ekonomi,” pungkasnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan gelar wicara sesi pertama bertajuk “UMKM Naik Kelas: Branding dan Storytelling: Membangun Cerita yang Menjual di Era Digital”. Sesi tersebut menghadirkan Iwan Siswanto, pemilik usaha Rambak Kulit Siswanto, dan Ahmad Failasuf, pemilik usaha Batik Failasuf, yang membahas strategi branding serta kekuatan storytelling dalam meningkatkan nilai jual produk di era digital.
Sesi kedua bertema “Entrepreneur Speaker: Beyond Profit: Membangun Bisnis yang Berdampak dan Berkelanjutan” menghadirkan Yanto selaku pendiri Geprek Basmalah dan Khairul Anwar selaku pendiri Adadimsum yang menekankan pentingnya membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi profit tetapi juga berdampak sosial serta berkelanjutan.
Pelaksanaan Ultimate Talk 7 menunjukkan sinergi antara alumni, akademisi, dan praktisi dalam memperkuat UMKM Muhammadiyah. Targetnya UMKM Muhammadiyah dapat adaptif, kompetitif, dan mampu berkembang di tengah transformasi ekonomi digital. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran kampus sebagai pusat inspirasi dan pemberdayaan masyarakat.
Penulis: Kurnia Adi
Editor: Fika Annisa’ Sholihah
Cerita Alumni
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







