Kesadaran yang Baru Menghampiri
Meniti Karier dan Mendirikan Naikelas

Lahir dari keluarga sederhana di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Amanda Sri Nugroho tak pernah membayangkan akan berdiri di posisinya saat ini sebagai seorang finance business partner di PT Paragon Technology and Innovation. Tak sampai di situ, ia juga seorang Founder & CEO Naikelas, startup edukasi yang telah membantu ribuan pencari kerja agar mendapatkan wawasan profesional yang lebih baik.

Di balik pencapaian Aman, sapaan akrab alumni Sarjana Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 2015 itu, ada banyak cerita yang mungkin tak ia bagikan kepada orang. Tentang bagaimana ia harus kehilangan ibunya di usia muda, merantau ke Jakarta untuk bekerja demi biaya kuliah, hingga menelan pahitnya penolakan lamaran kerjanya berkali-kali.

Kesadaran yang Baru Menghampiri

Aman kecil adalah sosok yang aktif, penuh rasa ingin tahu, dan suka bermain. Baginya, duduk diam dan membaca buku terasa lebih membosankan dibandingkan bermain di luar rumah. Prestasinya di sekolah juga tak terlalu menonjol.

“Bisa dibilang saya itu badung saat SD dan SMP. Hobi cari masalah, meski sepele,” kata dia dalam temu online, Rabu (26/2/2025).

Hanya saja, dunia Aman mendadak berubah drastis kala dirinya menduduki bangku SMA. Sang ibu divonis menderita kanker serviks stadium akhir, pukulan telak baginya untuk mulai menjalani hidup penuh tanggung jawab. 

“Saya sadar bahwa saya harus berubah. Menjadi anak saleh yang doanya sampai untuk ibu, dan membuatnya bangga,” ucapnya sungguh-sungguh.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Kebadungannya mulai pudar. Aman jadi lebih rajin belajar, lebih tekun menjalani ibadah, dan belajar memahami bahwa setiap langkah yang ia ambil akan menentukan masa depannya. Masa depannya yang kini harus ia jalani tanpa adanya doa ibu.

Tamat SMA, Aman mulai melirik kehidupan kampus. Beberapa kali ia mencoba seleksi masuk universitas negeri dan sekolah kedinasan, tetapi hasilnya belum sesuai harapan.

Tak kunjung menemui lampu hijau untuk berkuliah, Aman lantas mengambil keputusan besar untuk bekerja. Uang hasil bekerja akan ia pakai untuk berkuliah di universitas swasta.

Ia merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai kasir di sebuah pusat perbelanjaan. Setiap lembar uang yang ia kumpulkan adalah tiketnya untuk bisa duduk di bangku S-1 Akuntansi UMS.

“Saya berangkat sendiri ke Solo, tanpa diantar orang tua. Semua saya jalani dengan modal nekat,” kenang dia.

Rupanya jadi mahasiswa lumayan memusingkan dirinya. Mata kuliah akuntansi terasa asing. Pada semester pertama, Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK-nya hanya 2,71, jauh dari ekspektasi. “Kalau begini terus, saya nggak akan ke mana-mana, nih!” gerutu Aman kala itu.

Perlahan Aman mulai mencari strategi belajar yang lebih efektif. Senjata pertamanya ialah bergabung dengan organisasi mahasiswa Akuntansi UMS yang bernama Himatansi (Himpunan Mahasiswa Akuntansi). Mencari pengalaman tambahan untuk mengasah skill. 

Pada semester 5 Aman mencoba mendaftar sebagai asisten dosen dalam praktikum komputerisasi akuntansi. Di waktu yang sama, ia pun terdorong untuk aktif berorganisasi dalam naungan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS.

Usaha yang tak mengkhianati hasil, IPK Aman terus meningkat hingga mencapai 3,6. Bahkan ia berhasil lulus dengan IPK 3,52 dalam waktu 3,5 tahun.

“Target saya bisa lulus cepat dan memiliki IPK di atas 3,5. Alhamdulillah, target itu tercapai sesuai doa yang selalu terpanjatkan, ya,” ucap dia.

Meniti Karier dan Mendirikan Naikelas

Usai lulus sarjana, Aman sudah bersiap memasuki dunia kerja dengan tekad dan semangat. Sayang, jalan yang ia tempuh memang tak selalu terasa mudah.

“Saya mendaftar di PT Paragon Technology and Innovation itu sebetulnya sampai tiga kali, loh. Pertama gagal di tes koran, kedua gagal karena kurang persiapan, baru yang ketiga akhirnya lolos,” kenangnya sambil terkekeh pelan, mengingat perjuangannya yang tak main-main demi bisa bekerja di perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) bidang kosmetik tersohor itu.

Kegagalan pertama Aman memasuki Paragon Corp membuatnya beralih mengejar kesempatan lain. Ia akhirnya mengawali karier perdananya di Kalimantan Plantation Unit sebagai Kepala Tata Usaha. 

Selama hampir 1,5 tahun, ia bertanggung jawab menangani laporan keuangan, mengelola gudang dan keuangan perkebunan, serta memimpin tim administrasi. Berkat kinerjanya, unit yang dikelolanya menjadi gudang percontohan untuk seluruh Kalimantan Plantation Unit Group.

Akhir 2021, Aman berpindah ke Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi & Rekan di Surabaya. Baru 8 bulan bekerja sebagai external auditor, lagi-lagi ia tergoda menjajal peruntungan di Paragon Corp untuk kali ketiga. 

“Wah, segalanya saya persiapkan lebih matang. Memang dasarnya setia pada satu tujuan, kalau ada waktu senggang, ya, saya belajar soal-soal tes. Cari versi terbarunya di internet pas di kosan,” katanya optimis

Ia akhirnya diterima di Paragon Corp sebagai finance business partner commercial and new entity. “Rasanya sungguh campur aduk,” katanya. 

Aman sendiri bertanggung jawab mendukung pengelolaan keuangan, menyusun budgeting, serta memberikan analisis keuangan untuk bisnis baru yang sedang dikembangkan perusahaan. Salah satu tugas besarnya ialah mempersiapkan sistem keuangan untuk unit bisnis baru. Task yang sangat kompleks dan membutuhkan pemahaman mendalam tentang proses bisnis.


Aman (pertama dari kanan baris kedua) saat mengikuti kegiatan Paragon Corporate Gathering di JIEXPO, Jakarta Utara (25/1/2024). dok.pribadi

“Saya tidak punya pengalaman membuat sistem dari nol. Rasanya seperti anak kecil yang belum bisa membaca tetapi disuruh menulis buku. Meski ada beberapa tim IT juga yang ikut menggarap, rasanya tetap kalang kabut,” keluh dia.

Justru dari tantangan ‘sulit’ itu Aman jadi belajar banyak. Dengan melakukan benchmark ke perusahaan lain, berdiskusi dengan senior, dan terus menggali informasi, ia berhasil menyusun sistem yang kini telah berjalan dengan baik.

Keinginannya untuk terus berkembang mendorongnya melanjutkan studi magister. Tanpa menunda, Aman mendaftarkan diri di Universitas Bakrie, mengambil program magister manajemen.

“Alhamdulillah, mampu lulus dalam masa studi 1.5 tahun dengan IPK 3,89. Kemudian lanjut program Certified Professional Management Accountant Review di Universitas Indonesia,” sambung dia.

Pendidikan menjadi begitu penting bagi Aman. Ia berpikir, “Memang ada orang yang sukses tanpa pendidikan tinggi, tapi berapa persen dari kita yang bisa seperti mereka? Pendidikan tetap menjadi jalan terbaik untuk membuka lebih banyak peluang.”

Pikirannya itu kemudian berkembang jauh, hingga Aman menyadari bahwa, meski sudah mengenyam pendidikan, banyak orang yang masih kesulitan mendapatkan peluang kerja. Sampai suatu hari ia bersama tiga rekan sekampus di Bakrie berinisiatif membangun Naikelas. Startup edukasi yang membantu pencari kerja agar lebih siap menghadapi dunia profesional.

“Padahal peluang kerja itu ada, hanya saja masih ada gap antara kebutuhan industri dan kesiapan pencari kerja,” jelas Aman.

Hampir 2.000 peserta berhasil dijangkau Naikelas dalam berbagai pelatihan dan webinar. Dengan pendekatan yang mengutamakan kualitas pembicara dan materi yang mendalam, startup ini berhasil menarik perhatian banyak pencari kerja dan profesional muda.

Di umurnya sekarang, Aman masih memiliki banyak perenungan mendalam akan hidup yang ia jalani. Disinggung mengenai target terdekat, tanpa ragu Aman ingin menjadikan Naikelas sebagai platform edukasi yang benar-benar berdampak.

Kesuksesan bukan hanya tentang mencapai impian pribadi, tetapi juga tentang memberi dampak bagi orang lain. “Tentu kami berharap, orang-orang yang rampung mengikuti kelas ini bisa segera mendapatkan pekerjaan, atau setidaknya persiapan karier mereka menjadi lebih matang,” pungkasnya.


Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Desainer: Salsabila Kamila Wardah

Ingin menjalin jejaring profesional dengan Aman?

Mimbar

image-featured
12 Juni 2026

Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?

image-featured
6 Mei 2026

Daging kurban banyak dinantikan umat Islam di Hari Raya Iduladha. Bagaimana aturan pembagiannya?

image-featured
20 April 2026

Emas digital menawarkan banyak kepraktisan, tetapi tak semua praktiknya sesuai syariah. Pahami sebelum berinvestasi!

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.