Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan sejumlah inovasi teknologi inovasi dalam pameran Proyek Internet of Things (IoT) 2026. Pameran ini menjadi ajang unjuk gigi proyek akhir mata kuliah IoT oleh mahasiswa PTI UMS semester enam. 

Dosen pengampu mata kuliah, Jan Wantoro, S.T., M.Eng., P.hD., menyampaikan PTI UMS mendorong mahasiswa untuk memahami teori IoT, serta menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pameran Proyek IoT diharapkan menjadi wadah pembelajaran, inovasi, dan kolaborasi yang terus berkembang setiap tahunnya,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu (13/6/2026).

Pengunjung tampak antusias memadati booth mahasiswa pada pameran yang dibuka pada Kamis, 11 Juni 2026, lalu. Sebanyak 16 kelompok menjelaskan cara kerja alat, penggunaan sensor, integrasi mikrokontroler, hingga manfaat inovasi di kehidupan sehari-hari dan sektor industri. 

Suasana pameran Proyek IoT di Hall Auditorium Moh. Djazman UMS, 11 Juni 2026. Dok.PTI UMS

Ragam proyek yang dipamerkan, meliputi penyiraman tanaman otomatis berdasarkan kondisi lingkungan, pakan cupang otomatis terjadwal, parkir dan presensi digital, serta pemanfaatan sensor dan identifikasi otomatis. Selain itu, terdapat proyek monitoring tandon dan blower kandang, serta inovasi untuk mengontrol peralatan berdasarkan data sensor secara real time.

Seluruh proyek dinilai oleh dosen PTI UMS serta dosen dari luar program studi. Selain penilaian resmi, penilaian juga datang dari pengunjung yang mendapat kesempatan memberikan suara untuk proyek yang dianggap paling inovatif dan bermanfaat.

Salah satu kelompok dengan inovasi Smart Plant Monitoring & Automatic Watering System berhasil mendapat predikat produk IoT terbaik. Ketua kelompok, Shandy Yusril Fadlullah, mengatakan produk itu dapat memantau suhu udara, suhu tanah, dan kelembapan tanah.

“Sistem ini memungkinkan pengguna memantau kondisi tanaman secara real time sekaligus mengatur penyiraman secara manual maupun otomatis. Sensor yang digunakan dapat membaca suhu udara, suhu tanah, dan kelembapan tanah, sehingga penyiraman dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanaman,” jelas Shandy.


Penulis: Maysali Sudarwati

Editor: Gede Arga Adrian

Karya Mahasiswa

image-featured
26 Mei 2026

DentAware karya mahasiswa FKG UMS diperkaya lima fitur skrining berbasis AI. Mendeteksi masalah gigi dan mulut secara cepat dan praktis.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
17 April 2026

Tanaman belukar yang tumbuh liar rupanya dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami pada wastra. Idenya lahir dari keprihatinan akan cemaran pewarna tekstil pada lingkungan.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
12 Desember 2025

Degsalture menjadi detergen ramah lingkungan yang ditawarkan mahasiswa UMS. Menggabungkan bahan alami dengan formulasi pembersih yang aman bagi air dan kulit.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.