Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Yuanisya Arrafiu, mengikuti Southeast Asian (SEA) Teacher yang digelar di Filipina.

Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar secara langsung di lingkungan pendidikan internasional sekaligus memahami dinamika pembelajaran lintas budaya.

Selama pelaksanaan program, Yuanisya ditempatkan di Dioscoro T. Tejada Elementary School, yang berlokasi di Agbalogo, Makato, Aklan. Ia berperan sebagai asisten guru dengan membantu proses pembelajaran, seperti melakukan pengecekan tugas serta memberikan penilaian kepada siswa.

Yuanisya juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan demo teaching dan mengajar langsung menggunakan bahasa Inggris, hal itu, menurutnya menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan tersendiri selama mengikuti kegiatan itu.

“Pengalaman pertama mengajar dengan bahasa Inggris membuat saya cukup gugup. Namun, siswa di sana sangat aktif dan menghargai keberadaan saya sebagai pengajar,” ungkap Yuanisya, Sabtu (21/2/2026).

Yuniasya (tengah) foto bersama siswa di salah satu sekolah di Filipina tempat dia mengajar. Dok.Pribadi

Selain mengajar di jenjang sekolah dasar dan menengah atas pada mata pelajaran Business 1, Yuanisya juga dipercaya untuk mengajar di tingkat perguruan tinggi pada mata kuliah Mathematics of Investment.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam mengasah kompetensi pedagogik sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan materi di lingkungan akademik internasional.

Lebih lanjut, Ia juga berkesempatan menyampaikan pidato mengenai kesan dan pesan selama mengikuti program SEA-Teacher di Filipina. Dalam pidatonya, Yuanisya mengungkapkan rasa antusiasmenya dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman mengajarnya ini dapat menjadi insight baru untuknya, terkhusus dalam dunia pendidikan.

“Program ini sangat seru sekaligus menantang. Saya merasa cukup tertantang karena proses mengajar juga menjadi bagian dari penilaian oleh guru di ACC. Namun pengalaman ini memberikan banyak pembelajaran bagi saya, baik dalam hal mengajar maupun beradaptasi di lingkungan baru,” tambahnya.

Program SEA-Teacher diakhiri dengan kegiatan final demonstration serta closing ceremony yang diselenggarakan oleh Aklan Catholic College. Yuanisya bersama peserta lainnya menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam mengikuti program tersebut.

Melalui program SEA Teacher, Yuanisya tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar di tingkat internasional, tetapi juga memperluas wawasan mengenai praktik pendidikan di negara lain. Hal ini menunjukkan peran UMS dalam mendukung mahasiswanya untuk mengembangkan diri di tingkat internasional.


Penulis: Affiq

Editor: Maysali Sudarwati

Berita Unggulan

image-featured
15 Juni 2026

Kelas pakar ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai integrasi etnomatematika dan pembelajaran matematika realistik dalam konteks global.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
14 Juni 2026

Sistem ketangguhan berbasis teknologi diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas warga Desa Carikan dalam menghadapi risiko banjir.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
14 Juni 2026

Smogra adalah aplikasi digital besutan tim peneliti UMS. Mengintegrasikan berbagai teknologi IoT untuk menciptakan pelajar yang peduli terhadap lingkungan.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.