Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil memboyong empat medali, di antaranya 1 medali emas, 2 medali perak, dan 1 spesial award pada ajang 11th Kaohsiung International Invention and Design EXPO (KIDE) 2024 di Taiwan.
Tim UMS yang memperoleh medali emas adalah Tim Reality Check-VR (JudolGuard), sedangkan medali perak diraih Tim STUNT AR. Menariknya, Tim SOLA-ME berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, medali perak dan special award dari Korea University Innovation Association.
Salah satu dosen pembimbing yang ikut serta dalam KIDE, Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. mengungkapkan rasa bangganya terhadap pencapaian UMS kali ini.
“Ini pertama kali Pendidikan Teknik Informatika meraih medali emas di tingkat internasional. Saya sangat bangga dengan kerja keras teman-teman mahasiswa dan kolaborasi lintas prodi, serta dukungan penuh dari fakultas dan universitas,” ungkapnya, Sabtu (14/12/2024).
Tim pertama, lanjutnya, yang dipimpin oleh Ari Septian, mengembangkan proyek Virtual Reality Simulation Behavior. Inovasi ini bertujuan untuk mencegah hoaks dan judi online melalui simulasi perilaku di dunia virtual. Proyek ini didukung oleh penelitian yang telah berjalan selama lebih dari enam bulan dan melibatkan kolaborasi lintas sektoral.
Tim kedua mengusung inovasi Stan AR (augmented reality), sebuah kombinasi permainan ular tangga dengan teknologi augmented reality dan flashcard untuk edukasi pencegahan stunting. Tim ini juga bekerja sama dengan PT INEWS, sebuah perusahaan yang memproduksi susu etawa yang mengandung daun kelor sebagai solusi inovatif untuk mengurangi angka stunting.
“Proyek Stan AR ini tantangannya luar biasa. Dengan waktu persiapan yang hanya sekitar satu bulan, mahasiswa bekerja keras untuk menyelesaikan tahap prototipe dan administrasi,” tambah Hardika.
Selain dukungan dari dosen pembimbing, fakultas, dan universitas, mahasiswa juga mendapatkan bantuan pendanaan dan bimbingan teknis untuk memastikan kesiapan mereka di ajang internasional ini.
Hardika berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa UMS lainnya untuk terus berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
“Ini membuktikan bahwa kita mampu bersaing dengan universitas lain. Inisiatif dan kolaborasi harus terus diperkuat untuk menciptakan inovasi yang berdampak positif,” harapnya.
Dalam kesempatan yang berbeda, Wakil Rektor III UMS, Prof. Ihwan Susila, Ph.D. turut mengapresiasi prestasi yang sudah diraih oleh tim UMS. Menurutnya, raihan tersebut merupakan komitmen UMS dalam mendorong mahasiswa untuk berprestasi di ajang internasional.
“Kita ingin semua program dan kegiatan mahasiswa diarahkan menuju prestasi internasional. Ini bagian dari akselerasi kita untuk menjadikan UMS sebagai universitas yang diakui secara global. Kami harap ini menjadi inspirasi bagi fakultas lain untuk melakukan hal serupa,” tutur Wakil Rektor III UMS itu.
Prestasi mahasiswa di tingkat internasional juga menjadi bagian dari upaya UMS untuk meningkatkan reputasi sebagai universitas kelas dunia. Dia menjelaskan bahwa ranking UMS di QS World University Rankings dan Times Higher Education merupakan pijakan penting dalam perjalanan ini.
“Reputasi alumni sangat diperhatikan dalam penilaian World Class University. Mahasiswa yang berprestasi di tingkat internasional menunjukkan bahwa UMS mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di pasar global,” ujarnya.
“Diskusi di QS Higher Education Summit di Macau menegaskan pentingnya alumni yang mampu bekerja sama lintas budaya dan memiliki kemampuan global. Inilah yang menjadi fokus kami ke depan,” pungkasnya.
Penulis: Fika
Editor: Genis
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







