Prodi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kegiatan sosialisasi penelitian hibah RisetMu. Program ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) seluruh Indonesia.
Penelitian Hibah RisetMu yang dilakukan oleh PTI UMS ini mengusung judul “Penerapan Pembelajaran Kolaborasi Orang Tua dan Anak untuk Meningkatkan Literasi Digital dengan Computational Thinking di Kampung Sains Karangkajen Yogyakarta”.
Dosen PTI UMS, Irma Yuliana, S.T., M.M., M.Eng., menerangkan kegiatan awal dari penelitian ini diawali dengan sosialisasi pada Jumat (29/3/2024) menjelang buka puasa yang dihadiri oleh 19 orang tua, 21 anak, dan beberapa stakeholder.
“Tujuan penelitian ini adalah mewujudkan kolaborasi orang tua dan anak untuk meningkatkan literasi digital dengan berpikir komputasional melalui metode plugged dan unplugged pada materi STEM (Science, Technology, Engineering and Math) dan kehidupan sehari hari,” terangnya, Sabtu (20/4/2024).

Kegiatan yang direncanakan akan selesai pada bulan Mei ini menerapkan strategi kolaborasi model pentahelix yang melibatkan ekosistem dan pemangku kepentingan di Kampung Sains Karangkajen, mulai dari pemerintah setempat, akademisi, komunitas, pebisnis, dan media.
“Kami membuka kembali bahwa ini termasuk computational thinking (CT). CT itu bukan berpikir seperti komputer melainkan berpikir seperti ilmuwan komputer karena pada dasarnya manusialah yang akan mengendalikan (komputer),” tegas Ketua Penelitian itu.
Saat gim tidak bisa dihindari dari kehidupan anak-anak, lanjutnya, anak tetap bisa mengerti waktu, tanggung jawab di rumah, atau risiko bermain gim.
“Latar belakang riset ini adalah adanya kesenjangan digital antara orang tua dengan anak. Memang biasanya riset kepada guru, tetapi orang tua dan keluarga juga menjadi pembelajaran informal,” paparnya.
Pembelajaran informal mengacu pada situasi yang muncul secara spontan, misalnya di antara teman dan keluarga. Lingkungan keluarga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan anak. Keterlibatan orang tua memainkan peran penting dalam pembelajaran anak.
“Kami juga memberikan landasan yang prinsipiel untuk nanti dunia mendatang mereka (anak-anak), entah anak-anak itu hidup di tahun yang banyak sekali pekerjaan-pekerjaan baru yang mungkin saat ini belum tau namanya,” ujar anggota Biro Bebras UMS itu.
Teknologi akan terus mengalami pembaruan. Metode CT diharapkan anak-anak lebih cepat beradaptasi karena telah memahami prinsip kerjanya.
Penulis: Maysali
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







