Inovasi cemerlang sukses antar Tim Civil Engineering Unity for Building Innovation and Creativity (CUBE) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih juara 1 dalam ajang National Innovation Concrete Competition. CUBE memenangi Lomba Kreativitas Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Semarang pada 15 November 2025.
Tim CUBE UMS merupakan organisasi di bawah naungan Fakultas Teknik. Dalam kompetisi itu, tim CUBE UMS mengirim tiga delegasinya yang berasal dari Teknik Sipil UMS. Mereka adalah Sheala Aditya Kusuma Mukti, Muhammad Dafa Aulia, dan Yusuf Ash Shidiq.
Tim yang dikirim oleh CUBE UMS kali ini diberi nama BIMO CUBE Team. Pemberian nama BIMO terdapat makna filosofi yang menarik.
“Kami memberi nama tim kali ini dengan BIMO Team, pemberian nama BIMO terdapat makna tersendiri. BIMO (Bismillahi Marang Kuoso). Pemberian nama tersebut, agar setiap langkah perjuangan kami diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT,” ungkap Sheala Aditya Kusuma Mukti, yang akrab disapa Aditya, Rabu (19/11/2025).
BIMO CUBE membawa inovasi pembuatan daya tahan beton dengan campuran limbah-limbah terpilih. Inovasi tersebut muncul melalui studi literasi dan melakukan treatment di laboratorium.
“Melalui studi literasi dan treatment di laboratorium, kami menemukan inovasi pembuatan beton dari limbah-limbah terpilih, mulai dari limbah pertanian, limbah granit, dan limbah industri” jelasnya.
Keberhasilan tim CUBE UMS dilandasi rasa ketidakpuasan atas hasil pada lomba yang sama tahun lalu. Maka, tumbuh hasrat dan tekad kuat untuk mencapai posisi pertama.
“Pada tahun sebelumnya kami pernah mengikuti event ini, kami berhasil meraih juara 3, tapi kami kurang puas, sehingga pada tahun ini kami memiliki hasrat dan tekad yang kuat untuk meningkatkan capaian menjadi juara 1,” tutur Aditya.
Perjuangan dan persiapan yang matang mengantarkan BIMO CUBE UMS mendapat juara 1 pada event National Innovation Concrete Competition. Mulai dari mempersiapakan proposal, melakukan treatment dengan bahan inovasi, dan melakukan latihan mixing berulang-berulang untuk menguji kekuatan tekanan beton.
“Kami mempersiapkan event ini dengan begitu matang. Mulai dari pengerjaan proposal, melakukan treatment, dan melakukan percobaan mixing berulang-ulang untuk menguji daya kuat tekan beton yang kami rancang,” ujarnya.
Aditya menambahkan, bahwa keberhasilannya dan tim meraih juara 1 tak lepas dari kontribusi Prof. Mochamad Solikin, S.T., M.T., Ph.D. selaku dosen pembimbing.
“Keberhasilan kami tak lepas dari bimbingan Prof Solikin. Kami melakukan konsultasi dengan beliau, mempersiapkan dan melatih presentasi dengan beliau, agar apa yang kita presentasikan nantinya bisa lebih matang.” pungkasnya.
Penulis: Affiq
Editor: Fika Annisa’ Sholihah
Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







