
Badal Umroh dari Kacamata Tarjih Muhammadiyah
Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?
Dalam kunjungan akademik ke delapan universitas di Malaysia, Jumat (17/1/2025), delegasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil membuka peluang kerja sama riset strategis. Kunjungan ini tidak hanya bertujuan untuk mempelajari pemeringkatan QS (Quacquarelli Symonds), tetapi juga sebagai agenda vital bagi UMS dalam memperluas jejaring riset internasional.
Kepala Bidang Riset Lembaga Riset dan Inovasi (LRI) UMS, Prof. Dr. Ambarwati, M.Si., yang turut serta dalam rombongan menyampaikan, seluruh universitas yang dikunjungi menunjukkan sambutan yang sangat positif terhadap potensi kolaborasi riset dengan UMS.
“Secara umum, kami mendapat respons yang sangat baik. Delapan universitas yang kami kunjungi sangat terbuka untuk kerja sama riset. APU bahkan langsung mengambil langkah konkret dengan menyetujui kerja sama riset dalam program MIGHT-BRIN,” ungkap Ambarwati dalam wawancara daring pada Selasa (21/1/2025) pagi.
Salah satu hasil konkret dari kunjungan ini adalah proses kerja sama riset bertema smart farming yang sedang digarap bersama APU. Selain itu, tiga proposal riset lainnya melibatkan Pusat Studi Akuntansi, Pusat Studi Halal, dan Pusat Studi Penelitian Pengembangan Manajemen dan Bisnis UMS.
“Kolaborasi riset ini berpotensi besar untuk mengembangkan teknologi pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Selain APU, Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) juga menunjukkan minat besar untuk berkolaborasi, terutama di bidang pendidikan. Rencana kerja sama ini melibatkan periset dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS. Sementara itu, Universitas Teknologi Petronas (UTP) merencanakan tiga riset kolaborasi, yakni riset bertema air dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS, riset energi dengan Fakultas Teknik UMS, serta riset MIGHT-BRIN yang difokuskan pada komersialisasi.
Universitas lain yang juga menunjukkan potensi kolaborasi, antara lain Universiti Malaya (UM), yang akan bekerja sama dengan Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS, serta Taylor’s University dan Cyberjaya University yang berfokus pada riset kesehatan bersama Fakultas Ilmu Kesehatan UMS.
“Terakhir, kunjungan kami ke Universiti Kebangsaan Malaysia pun membuahkan hasil. Mereka ingin bekerja sama dengan kami dalam riset bertema perubahan iklim dan linguistik,” pungkas Ambar bangga.
Ambarwati berharap kegiatan Malaysia Academic Tour ini dapat menjadi pijakan strategis bagi UMS dalam memperluas jejaring riset internasional. Lantaran riset memang menjadi salah satu poin penting untuk mendongkrak peringkat UMS di QS World University Rankings 2026.
Penulis: Genis Dwi Gustati
Editor: Al Habiib Josy Asheva

Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.