Gaya hidup modern telah mengubah cara hidup manusia. Salah satunya lewat kehadiran makanan cepat saji. Jenis makanan ini kerap menjadi pilihan sebab tidak perlu repot-repot memasak.
Namun, pola konsumsi tersebut justru memicu masalah baru, yakni risiko penyakit tidak menular atau PTM. Sejumlah penyakit, seperti diabetes melitus, hipertensi, hingga penyakit jantung banyak bermunculan akibat pola konsumsi yang tidak sehat.
Itulah yang mendorong Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk menggelar pengabdian masyarakat di Desa Demangan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Ketua pelaksana kegiatan, Ratih Puthy, menuturkan pengabdian tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi bahaya PTM dan memperkenalkan alternatif kegiatan fisik sehari-hari yang mudah dilakukan oleh warga desa. Beberapa hal aktivitas sederhana itu, meliputi berjalan kaki ke sawah atau ladang, naik turun tangga, atau aktivitas rumah tangga lainnya.
“Edukasi kami buat sederhana dan menggunakan bahasa sederhana, agar warga desa antusias dan semangat untuk mengikuti kegiatan ini,” ungkap Ratih, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Ratih, risiko PTM tidak hanya menyebar di masyarakat perkotaan, tetapi telah merambah masyarakat pedesaan. Faktor pola konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak menjadi salah satu penyebab utama PTM. Hal tersebut diperparah dengan kebiasaan begadang dan merokok.
Laporan Kementerian Kesehatan bahkan menyebutkan kematian akibat PTM mencapai 75 persen di Indonesia. “Tentu kejadian ini bukan sekadar tren, namun peringatan bagi kita semua bahwa gaya hidup masyarakat sedang tidak baik-baik saja,” tegas Ratih.
Kegiatan pengabdian yang berlangsung pada 24 Agustus dan 2 September 2025 ini berlangsung di Balai Desa Demangan, Boyolali. IMM FIK UMS melaksanakan cek kesehatan gratis dan penyuluhan PTM yang diikuti 50 warga setempat.
Ratih mendorong setiap warga untuk aktif memeriksakan diri agar terhindar dari PTM. Caranya pun dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengurangi konsumsi junk food dan minuman manis, perbanyak aktivitas fisik, istirahat cukup, mengendalikan stres, dan cek kesehatan rutin.
Tubuh, kata Ratih, adalah aset jangka panjang. Aktif menjaga tubuh akan menurunkan risiko PTM di masa mendatang. “PTM tidak muncul secara tiba-tiba, tapi akibat kebiasaan sehari-hari. Kabar baiknya, kita bisa mencegahnya sejak sekarang,” katanya.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Genis Dwi Gustati
Cerita Alumni
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







