Proses dan Tantangan
Dukungan Kampus
Harapan

Tim Taekwondo Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil memborong 15 medali di ajang kejuaraan nasional Taekwondo Bhayangkara Presisi 2023 yang digelar di Magelang, Minggu (6/8). Medali yang berhasil diborong Tim Taekwondo UMS, antara lain: tujuh emas, lima perak, dan tiga perunggu.

Peraih medali emas kategori Kyorugi under 58 kg, Mohammad Junior Candra Saputro mengatakan dalam kejuaraan kali ini, Tim Taekwondo UMS mengirim kontingen untuk dua kategori, yakni Kyorugi dan Poomsae.

“Kemarin UMS mengirimkan 15 orang untuk diikutkan dalam kejuaraan itu. Alhamdulillah, kami semuanya berhasil meraih medali. Kami berhasil menyingkirkan 88 tim taekwondo dari 23 kampus lain,” tutur Junior.

Kyorugi merupakan pertarungan antara dua taekwondoin (pemain taekwondo) yang mengharuskan kedua pemain saling bertahan dan menjatuhkan lawan untuk mendapatkan poin. Sedangkan Poomsae merupakan rangkaian gerakan dasar serangan dan pertahanan dalam taekwondo. 

Sempat tertinggal di babak kedua final melawan UPN Veteran Yogyakarta, Tim Poomsae Taekwondo UMS akhirnya menutup kemenangan dengan selisih poin mencapai 0,60 poin.

Alhamdulillah untuk kategori Poomsae kita memborong medalinya baik emas maupun perak,” imbuh Junior. 


Proses dan Tantangan

Pria yang akrab disapa Junior itu menuturkan proses latihan menjelang perlombaan memakan waktu selama dua bulan. Ia menambahkan bahwa latihan bersama diselenggarakan hampir setiap hari.

“Biasanya kami Senin dan Selasa latihan, Rabu istirahat, lanjut lagi Kamis dan Jumat. Kalau Minggu biasanya buat latihan fisik biasa,” kata mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMS itu.

Latihan tersebut sekaligus untuk mengukur kemampuan peserta sehingga akan terseleksi dengan sendirinya. Peraih medali perak kategori Poomsae, Dhinda Aura Sukma mengatakan terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui oleh masing-masing peserta.

“Jadi kami latihan selama dua bulan. Latihan itu kami bagi menjadi beberapa tahap, mulai dari latihan umum, latihan khusus, hingga seleksi,” terangnya. 

Tak hanya itu, Sukma menambahkan jika sebelum mengikuti kejuaraan Bhayangkara Presisi, anggota Taekwondo UMS akan diseleksi terlebih dahulu. 

“Seleksi itu dilihat dari konsistensi latihan. Kami melihat bagaimana progres dari masing-masing peserta. Mana yang menurun, mana yang stabil. Dari 20-an peserta kemudian disaring menjadi 15 peserta,” tutur mahasiswi Fakultas Psikologi UMS itu. 

Baik Junior maupun Sukma, keduanya menuturkan selama proses latihan terjadi beberapa kendala yang menjadi tantangan tersendiri. Kendala ini disebabkan oleh pergantian pelatih sehingga sempat terjadi kekosongan pelatih selama persiapan menuju lomba.

“Saat itu sedang proses pergantian pelatih, sehingga harus jalan mandiri. Memang ada yang mendampingi tapi tidak bisa setiap hari. Kami latihan dari program latihan yang sudah disusun oleh pelatih kami sebelumnya,” ungkap Junior terkait kendala yang dialaminya.

Meskipun demikian, Junior dan Sukma tetap bersyukur hasil latihan yang dilakukan selama ini benar-benar membuahkan hasil di kejuaraan tersebut. 

Dukungan Kampus

Junior mengungkapkan UMS sepenuhnya mendukung dalam proses persiapan hingga saat pelaksanaan lomba. Dukungan tersebut berupa pendanaan hingga fasilitas akomodasi menuju ke lokasi perlombaan.

“Dari UMS alhamdulillah terus memberikan dukungan baik dalam hal pendanaan hingga fasilitas akomodasi dan transportasi menuju ke sana,” tuturnya. 

Harapan

Melalui prestasi gemilang ini, Junior dan Sukma optimis Tim Taekwondo UMS akan mampu bersaing dalam kejuaraan-kejuaraan mendatang. Junior menuturkan ada dua kompetisi yang akan diikuti oleh Tim Taekwondo UMS.

“Kami rencana ikut Bali International Championship 2023 dan KASAL Cup 2023 di Jakarta sekitar bulan Oktober nanti,” ungkap Junior dan Sukma.

Sukma berharap agar Tim Taekwondo UMS tetap memaksimalkan latihan. Ia berpesan agar jangan mudah berpuas diri atas prestasi yang baru saja diraih.

“Jangan pernah cepat merasa puas. Masih banyak kompetisi lain yang harus diikuti dengan lawan yang bisa saja lebih kuat dari kita. Jadi harus dimaksimalkan latihannya,” pungkas Sukma.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Genis Dwi Gustati

Ingin mengenal UKM Taekwondo lebih jauh?

Berita Unggulan

image-featured
15 Juni 2026

Kelas pakar ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai integrasi etnomatematika dan pembelajaran matematika realistik dalam konteks global.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
14 Juni 2026

Sistem ketangguhan berbasis teknologi diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas warga Desa Carikan dalam menghadapi risiko banjir.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
14 Juni 2026

Smogra adalah aplikasi digital besutan tim peneliti UMS. Mengintegrasikan berbagai teknologi IoT untuk menciptakan pelajar yang peduli terhadap lingkungan.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.