Pentingnya Work-life Balance
Konflik Peran Ganda
Mengatasi Work-family Conflict

Mengejar karier seringkali jadi prioritas utama yang membuat pekerja lupa pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan pekerjaan dan pribadinya. Sebab bekerja menjadi cara seseorang untuk menggapai keinginan mereka, mulai dari harta, tahta, atau keinginan lainnya. Banyak pegawai kemudian mendamba keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan. Istilah bekennya work-life balance.

Begitulah bayangan Wawan (25), yang bekerja di bilangan Yogyakarta. Pegawai salah satu perusahaan digital operation center itu berkarib dengan sibuknya pekerjaan yang ia hadapi. Kesibukan membuat Wawan sulit meraih work-life balance.

“Aku sendiri masih kesulitan menerapkan work-life balance karena pekerjaanku bisa menentukan pekerjaan lainnya atau hajat hidup orang lain. Jadi tuntutannya lebih besar,” ujar Wawan melalui WhatsApp, Senin (26/2/2024).

Work-life balance adalah keseimbangan antara kebutuhan karier dan pribadi. Proporsi waktu bekerja tidak menghabiskan waktu untuk “hidup” dan melakukan aktivitas lain seperti melakukan hobi, berolahraga, mengurus rumah tangga, hingga merawat anak.

“Pikiran perlu disegarkan dengan kegiatan yang berkebalikan dengan pekerjaan kita, misal kita bekerja pada bidang analitis, maka perlu melakukan kegiatan yang kreatif sebagai cara me-refresh pikiran,” lanjut Wawan. 

Work-life balance merupakan keniscayaan yang tengah digandrungi semua kalangan termasuk Millennial hingga Gen Z. Riset SEEK Asia awal tahun 2023 yang dihimpun Tribunnews.com (1/3/2023) menyebut 43% responden di Indonesia mengatakan work-life balance menjadi prioritas utama dalam memilih pekerjaan. Sebagian peneliti menganggap work-life balance sangat penting sebab menunjang performa kerja dan mengurangi risiko konflik akibat tuntutan kerja. 


Dosen Manajemen UMS, Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., menemukan fakta pentingnya work-life balance pada para pegawai dalam mengatasi konflik akibat peran ganda antara keluarga dan tuntutan pekerjaan. Temuan itu termaktub dalam risetnya yang berjudul “The Role of Work–life Balance as Mediation of The Effect of Work–Family Conflict on Employee Performance”. Riset tersebut diterbitkan dalam Jurnal SA Journal of Human Resource Management dan terindeks Scopus Q2.

Pentingnya Work-life Balance

Riset yang dilakukan Isa selama satu tahun itu menemukan ada korelasi antara work-life balance dengan performa kerja. Dampak positif work-life balance terhadap kinerja karyawan akan meningkatkan kinerja mereka karena memiliki kepuasan yang tinggi pada pekerjaan.

“Orang yang memiliki work-life balance, akan mempunyai tingkat stres yang lebih rendah. Selain kepuasan, mereka akan mempunyai OCB (Organizational Citizenship Behavior) yang tinggi. Mereka akan sukarela bekerja lebih seperti lembur dan sebagainya,” terang pria yang akrab disapa Pak Isa itu.

Indikator work-life balance yang tidak terpenuhi dapat terlihat dari kinerja pegawai. Pegawai akan mempunyai kepuasan yang rendah terhadap pekerjaannya dan berujung pada penurunan performa kerja.

Penelitian tersebut menekankan pentingnya membangun ekosistem kehidupan pribadi dan pekerjaan yang baik untuk mengurangi risiko work-family conflict. “Ekosistem pekerjaan yang baik akan mendukung performa kerja pegawai sehingga menekan konflik yang ada,” jelas dia.

Dukungan pemerintah penting dilakukan. Pemerintah harus menjaga kebijakan work-life balance yang sudah ada, seperti kebijakan jam kerja yang fleksibel, cuti kerja seperti cuti melahirkan dan cuti ayah, fasilitas ruang laktasi, penerapan kerja jarak jauh, dan kebijakan lain yang mendukung praktik keseimbangan kehidupan kerja. Dukungan ini akan menambah motivasi kerja untuk menghasilkan kinerja terbaik pada perusahaan. 

Cuti kerja adalah salah satu cara untuk menerapkan work-life balance. Menurut Isa, cuti kerja memberikan kesempatan bagi pegawai untuk rehat sejenak dari pekerjaan dengan meluangkan waktu bersama keluarga.


Konflik Peran Ganda

Work-family conflict atau konflik peran ganda adalah konflik antar peran yang dialami pegawai. Peran ganda pada suami dan istri membuat mereka harus memenuhi tuntutan pekerjaan sekaligus tuntutan keluarga. Konflik ini terjadi ketika energi dan waktu yang dicurahkan, ketegangan yang dialami, serta perilaku yang diharapkan dalam peran di pekerjaan membuat pegawai sulit untuk memenuhi kewajiban perannya dalam keluarga. 

“Orang bekerja apalagi yang sudah menikah pasti memiliki konflik,” tegas Isa. Konflik peran ganda dapat terjadi karena perbedaan cara pandang dan nilai yang dianut dalam keluarga. “Misalnya, ada suami yang membebaskan istrinya untuk bekerja penuh. Ada pula yang membatasi jam kerjanya karena meyakini kodrat perempuan untuk melayani suami dan mengurus rumah.”

Isa mengatakan konflik peran ganda bisa menimpa siapa saja tanpa memandang gender. Konflik bisa menimpa suami maupun istri yang mempunyai peran ganda mengurus rumah tangga dan mencari nafkah. Meskipun pegawai pria dan wanita mempunyai peran yang berbeda dalam keluarga, tetapi mereka mempunyai peran yang sama dalam pekerjaan.

“Kadang ada juga suami yang dituntut bekerja lembur, saat bercerita ke istrinya malah mendapatkan omelan sehingga memengaruhi motivasi saat bekerja. Kerja jadi tidak mood,” lanjut Wakil Ketua Umum IKA UMS. 

Konflik peran ganda dalam rumah tangga akan menghalangi pegawai untuk mencapai keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan. Saat work life balance tidak terpenuhi, maka akan berakibat pada penurunan performa dalam pekerjaan. 

“Ada kecenderungan pegawai yang mengalami work-family conflict akan menarik diri dari pekerjaan atau withdrawal behaviour,” imbuh Peneliti Pusat Studi PPMB UMS itu.

Penarikan diri tersebut merupakan konsekuensi akibat tidak adanya work-life balance untuk mengatasi konflik peran ganda dan tuntutan pekerjaan. Konsekuensi yang terjadi adalah:

  • Berkurangnya kepuasan kerja
  • Rendahnya produktivitas dan kinerja
  • Rendahnya komitmen organisasi
  • Rendahnya ambisi dan kesuksesan karier
  • Sering absen
  • Memunculkan niat untuk mengundurkan diri
  • Kelelahan bekerja
  • Stres
  • Kesehatan fisiologis dan psikologis yang buruk
  • Penurunan kinerja dalam kehidupan pribadi dan keluarga

Mengatasi Work-family Conflict

Momok work-family conflict yang merundung kesejahteraan pekerja bukannya mustahil teratasi. Para pejuang rupiah dapat meminimalisir dampaknya dengan saling menaruh perhatian di ruang domestik atau keluarga. Isa memandang para pekerja harus pantang menyerah dalam mengupayakan iklim kerja kantor yang kondusif.

Kemampuan memberikan motivasi dan komunikasi yang baik menjadi cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk menjaga performa kerja pegawai sekaligus mencegah timbulnya konflik peran ganda pada pegawai. Wakil Dekan I FEB UMS itu menekankan pentingnya komunikasi antara pegawai dengan pimpinan agar kedua belah pihak mencapai kesepakatan proporsi pekerjaan. Pimpinan harus bijaksana menyeimbangkan tuntutan peran pada pekerjaan dan kehidupan pribadi pegawai. 

“Harus ada komunikasi yang baik antara pegawai dengan pimpinan. Pimpinan harus aware agar mampu memahami kondisi pegawai. Di satu sisi, pegawai juga harus mengkomunikasikan jika mengalami masalah yang dapat mengganggu pekerjaannya,” jelas dia.

Selain komunikasi, Isa menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang positif di lingkungan kerja baik dengan karyawan maupun atasan. Kerja sama yang baik dengan rekan kerja maupun atasan akan meningkatkan produktivitas kerja. Pegawai akan mampu mengatur waktu dan menyesuaikan perannya di lingkungan kerja.

Proses rekrutmen juga harus mengedepankan value pegawai yang sesuai dengan perusahaan. Hasil seleksi yang tepat akan selaras dengan kepuasan kerja dan performa yang dihasilkan pegawai. 

Seleksi juga harus diikuti dengan pembekalan dan masa orientasi agar pegawai dapat memahami tugas pokok dan beban pekerjaan apa yang harus dilakukan. Pembekalan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman bagi para pegawai dan keluarganya sehingga timbul rasa saling mengerti tentang tanggung jawab pegawai pada perusahaannya.

“Kalau tidak memahami pekerjaannya kan nanti stres. Ending-nya kan resign. Maka harus dijaga komunikasinya, peran kerja, dan motivasinya,” pungkas Isa.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Baca jurnal penelitian
Lebih dekat dengan peneliti

Berita Unggulan

image-featured
24 Juli 2026

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 5,75 persen. Keputusan ini menepis isu kenaikan BI Rate menjadi 6 persen yang beredar beberapa hari sebelumnya.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
23 Juli 2026

Penyelenggaraan Summer Camp 2026 menjadi upaya Fakultas Teknik UMS menghadirkan pengalaman pembelajaran internasional yang mengintegrasikan inovasi, eksplorasi budaya, dan kolaborasi lintas negara.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
22 Juli 2026

Kegiatan edukasi ini menyasar pada warga lansia dan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga di Desa Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.