Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dipimpin oleh Dr. Arif Widodo, Ketua Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, mengungkapkan banyaknya remaja yang mengalami tekanan belajar. Menurutnya, kecemasan akademik dan tekanan sosial menjadi tantangan besar bagi mereka, menghambat motivasi dan kesejahteraan mental.
Sebagai langkah responsif, tim PKM UMS merancang program pembinaan untuk membantu remaja mengatasi tekanan mental dan meningkatkan motivasi belajar mereka.
"Dari hasil survei yang kami lakukan, sebagian besar remaja sering merasa tertekan dalam mencapai standar akademik tinggi yang ditetapkan sekolah atau keluarga," kata Arif, Jumat (1/11/2024).
Tim pengabdian UMS bekerja sama dengan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), menyelenggarakan program tersebut di SMK Muhammadiyah Kartasura.
Secara spesifik, program pengabdian yang diusung UMS bertujuan untuk membantu remaja mengembangkan motivasi belajar yang sehat melalui beberapa pendekatan, seperti skrining kesehatan jiwa, konsultasi mental, promosi kesehatan jiwa, pelatihan pengelolaan kecemasan, dan pembentukan kader kesehatan jiwa di sekolah.
"Kami berharap kegiatan ini bisa menciptakan sistem pengelolaan kesehatan mental yang berkelanjutan di lingkungan sekolah, sehingga para siswa dapat belajar dan berinteraksi dengan nyaman," jelasnya.
Untuk mendukung siswa menghadapi stres, tim pengabdian UMS mengadakan pelatihan manajemen stres yang melibatkan teknik relaksasi seperti meditasi dan teknik pernapasan. Aktivitas ini membantu siswa menyeimbangkan antara aktivitas belajar dan waktu beristirahat, mendorong mereka untuk memulihkan kondisi mental secara efektif.
Di samping pelatihan, tim juga memberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan mental melalui sesi interaktif di sekolah, mengajak remaja lebih terbuka dalam menyampaikan perasaan mereka. Kelompok dukungan teman sebaya pun dibentuk, bersama kader kesehatan jiwa yang menjadi sarana bagi siswa untuk berbagi dan memberi dukungan emosional.
“Dengan cara ini, siswa termotivasi dan merasa didukung dalam menghadapi tantangan akademik," tambah Arif.
Pihak keluarga dan sekolah, lanjutnya, juga memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan mental remaja. Karena itu, tim PKM UMS menjalin komunikasi dengan pihak sekolah dan keluarga guna memastikan bahwa dukungan yang diberikan konsisten dan berkelanjutan.
Dukungan ini menghasilkan dampak positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMK tersebut. Selain itu, berkat bantuan dana dari DRTPM, tim PKM UMS juga menyediakan CCTV di 16 titik di sekolah untuk memantau aktivitas siswa dan kondisi keamanan sekolah.
Dengan lingkungan yang kondusif serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan tenaga pendidik, diharapkan para remaja dapat belajar dengan lebih optimis, minim risiko keputusasaan di masa depan.
Penulis: Fika
Editor: Genis
Sumber: News UMS
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







