Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LEPMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS dan Pemerintah Desa Jarum, Klaten, Jawa Tengah, menggelar pengabdian masyarakat bertajuk “P2TTG SMART-Preneur Melalui Teknologi Digital Ramah Lingkungan pada UMKM Batik Desa Jarum Klaten”, Selasa (26/11/2024).
Ketua Tim Dr. Aflit Nuryulia Praswati, akrab disapa Aflit, mengatakan kegiatan tersebut merupakan komitmen UMS dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tim tersebut berhasil memperoleh pendanaan dari Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan UMS.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi UMS dalam mendukung pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi digital yang berkelanjutan,” ujar Aflit.

Tim pengabdian UMS berfoto bersama para warga Desa Jarum, Klaten, Jawa Tengah. Tampak kain bermotif dedaunan hasil produksi UMKM batik Desa Jarum. Dok.Humas UMS
Aflit menjelaskan, timnya mengedepankan pendekatan SMART sebagai landasan pengembangan UMKM. SMART merupakan singkatan dari strategis, modern, aman, ramah lingkungan, dan tradisional.
Para pelaku UMKM di Desa Jarum mendapat pemahaman mengenai dasar-dasar merancang strategi digital yang matang untuk menghadapi dinamika pasar. Strategi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi mutakhir seperti Canva, Kinemaster, Instagram, maupun platform lokapasar untuk meningkatkan daya saing UMKM.
Bisnis yang dijalankan UMKM harus mengutamakan keamanan kerja dan kesejahteraan pekerja. Para pelaku UMKM mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengikuti standar yang berlaku.

Suasana pendampingan warga Desa Jarum. Dok.Humas UMS
Unsur ramah lingkungan penting digalakkan. Tim Dosen UMS turut mengedukasi pengelolaan limbah batik secara berkelanjutan.
Di samping upaya modernisasi UMKM batik yang masif, nilai-nilai tradisional tak boleh ditinggalkan. Tim Dosen UMS menginisiasi program Batik Fun Short Course untuk memperkuat keterampilan para warga, sekaligus mempertahankan warisan budaya.
“Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan UMKM yang tidak hanya modern dan kompetitif tetapi juga berakar kuat pada nilai tradisional dan keberlanjutan,” kata Aflit.
Penulis: Fika
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Cerita Alumni
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







