Kita tentu tidak asing dengan penyakit asma, sebuah kondisi di mana saluran nafas meradang, membengkak, dan menyempit, sehingga menyebabkan kesulitan bernafas. Asma dapat disebabkan oleh paparan debu, asap rokok, hingga bulu binatang.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat jumlah penderita penyakit asma mencapai 4,5% dari total penduduk Indonesia. Di Kabupaten Sukoharjo misalnya, sampai tahun 2018, total kasus asma yang ditemukan mencapai 7.376 kasus. 44,62% kasus berada di puskesmas dan 55,38% kasus berada di rumah sakit.

Berangkat dari temuan data tersebut, Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tergerak untuk menggelar pengabdian masyarakat di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo dengan tema “PKM Penguatan Kelompok Kader Asma dengan Dukungan Informasi Digital dan Pendekatan Tim Mahasiswa Interprofesi”, Sabtu, (30/12/2023).

Enita Dewi, S. Kep., Ns., MN., anggota Tim Pengabdian UMS mengatakan, belum ada kelompok kader khusus asma di wilayah cakupan Puskesmas Gatak. Hal ini menyebabkan kurangnya pengetahuan kader tentang manajemen diri penyakit asma.

“Tiga jumlah terbesar kasus asma ada di wilayah Puskesmas Gatak. Kemudian belum adanya kelompok kader khusus asma di wilayah Puskesmas Gatak, pengetahuan kader tentang manajemen diri asma masih kurang, pasien sudah diberikan pengetahuan tentang manajemen diri, tetapi belum ada monitoring dari kader tentang tingkat pengetahuan pelaksanaan manajemen diri asma mereka,” papar Enita Dewi Kamis, (25/1/2024).

Menurut Ketua Tim Pengabdian UMS tujuan dari pendidikan kesehatan itu untuk memberikan tambahan pengetahuan mengenai asma dan manajemen diri asma kepada kader kesehatan yang menjadi salah satu perpanjangan tangan puskesmas.

“Kelebihan dari acara ini adalah pemberian pendidikan kesehatan diberikan oleh dosen dan mahasiswa dengan disiplin ilmunya masing-masing, sehingga keilmuan yang disampaikan sesuai dengan kompetensi setiap narasumber,” tegasnya.

Tim yang beranggotakan Enita Dewi, S. Kep., Ns., M.N., Kartinah, S.Kep., M.P.H.,Dyah Intan Puspitasari, S.Gz., M.Nutr., Budi Hernawan, dr. M.Sc., dan Wahyuni, S.Fis .,Ftr., M.Kes. ini turut mengajak mahasiswa UMS terlibat aktif dalam pengabdian, yakni Adea Putri Pramesti Sukmaning Ayu (Keperawatan), Valentina Febri Marzaleva (Gizi),Vania Qurratu Ain (Fakultas Kedokteran) dan Dwi Mutiara (Fisioterapi).


Penulis: Fika

Editor: Gede

Berita Unggulan

image-featured
30 Juli 2026

Muhamad Wildan Fadhila terbang ke Qatar untuk menjadi teknisi kelistrikan kapal milik Milaha. Merawat instalasi kelistrikan kapal, sekaligus membuka eksposur global.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
29 Juli 2026

Rakornas Fosma PTMA 2026 mendorong sinergi kampus Muhammadiyah dan 'Aisyiyah untuk fokus pada pengembangan talenta inovasi berdampak.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
27 Juli 2026

Prof. Andri Nirwana, S.TH., M.Ag., Ph.D. merintis Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir sebagai langkah awal memperkuat kajian Al-Qur'an di Muhammadiyah.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.