Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI) menggelar program “Self-Care Anak Usia Dini dan Sosialisasi Kurikulum Merdeka untuk Guru TK di SIB” di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Bangkok, Thailand.
Koordinator Tim Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) UMS, Farid Rahman, SSt.FT., M.Or., menerangkan program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan self-care pada anak usia dini dan memberikan sosialisasi terkait konsep dasar Kurikulum Merdeka kepada para guru TK di SIB.
“Program ini mensosialisasikan tentang Kurikulum Merdeka dapat memberikan ruang lebih luas untuk eksplorasi dan kreativitas anak, serta lebih sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Hal ini diharapkan dapat mengurangi stres pada anak karena tidak harus mencapai target pembelajaran yang tinggi,” terang Farid, pada Rabu (6/3/2024).
Farid tidak menampik kekurangan yang dimiliki Kurikulum Merdeka. Menurutnya beberapa kekurangan kurikulum itu antara lain lebih sulit untuk diterapkan karena membutuhkan lebih banyak guru dengan kualifikasi yang berbeda dan lebih sulit untuk diukur dan dievaluasi. Sehingga untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka harus dibarengi agenda khusus peningkatan wawasan baru bagi guru TK SIB.
“Program ini diharapkan dapat membantu anak-anak usia dini di SIB untuk mengembangkan kemampuan self-care dan belajar dengan lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Farid.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (21/2/2024) itu, membekali anak usia dini dengan pengetahuan dan keterampilan penting untuk menjalani gaya hidup sehat dan kreatif. Berbagai aktivitas menarik dan edukatif telah disusun untuk mencapai tujuan tersebut.
Farid juga menerangkan, Tim PKM-KI mengajak anak-anak untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui berbagai kegiatan interaktif. Mereka belajar tentang kebiasaan makan sehat, pentingnya olahraga, dan menjaga kebersihan diri. Para murid diajak bereksperimen untuk merangsang kemampuan motorik dan berpikir.
Pengabdian dilanjutkan dengan sosialisasi Kurikulum Merdeka. Qonitah Faizatul Fitriyah, S.Pd., M.Pd., bertindak sebagai pembicara. Para guru dan orang tua mendapatkan informasi dan penjelasan mengenai kurikulum ini termasuk tujuan, manfaat, dan cara implementasinya dalam pembelajaran PAUD.
Para guru juga mendapatkan contoh konkret bagaimana menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar dalam kegiatan belajar mengajar di PAUD. Penjelasan ini akan membantu para guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif, sehingga para murid dapat belajar lebih optimal dan menyenangkan.
“Diharapkan dengan program ini, anak-anak usia dini dapat terbiasa hidup sehat dan para guru TK mampu menerapkan Kurikulum Merdeka dengan lebih baik,” ujar Qonitah.
Penulis: Maysali
Editor: Gede
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







