Koleksi Buku
Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus mengalami perubahan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) hadir dengan komitmen kuat untuk menjadi pionir pelayanan pendidikan berkualitas. Salah satu manifestasi komitmen tersebut ialah Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS.
Kepala Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., mengungkapkan Perpustakaan UMS telah berdiri bersamaan dengan tumbuhnya UMS sebagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia. “Perpustakaan UMS secara resmi beroperasi sejak tahun 1981. Namun seiring waktu, kami terus berkembang, menyesuaikan kebutuhan pendidikan modern.”
Perpustakaan UMS telah bertransformasi, dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat layanan digital yang mendukung proses pembelajaran. Dengan koleksi buku fisik dan digital yang terus bertambah, perpustakaan UMS kini memegang peranan strategis di ranah literasi akademik.
Salah satu daya tarik utama perpustakaan UMS adalah kekayaan koleksi literaturnya. Baik dalam bentuk fisik maupun digital. Saat ini, perpustakaan memiliki lebih dari 100.000 eksemplar buku cetak yang mencakup berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Koleksi buku cetak perpustakaan UMS. Humas/ Imam Safi’i
Koleksi terus diperbarui agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan kurikulum universitas. Hampir seluruh bidang, seperti kedokteran, teknik, pendidikan, hukum, studi agama Islam, dan lain-lain memiliki jumlah koleksi yang signifikan.
Tak melulu soal akademik, perpustakaan juga menyuguhkan lebih dari 2.000 judul buku fiksi. Mulai dari sastra klasik hingga novel populer, koleksi ini menjadi pelipur bagi mereka yang ingin melepas penat sekaligus mengembarakan imajinasi. Buku-buku berbahasa asing pun, khususnya dalam bahasa Inggris dan Arab turut melengkapi koleksi tersebut guna mendekatkan pemustaka dengan literasi global.
Layanan Digital
Tidak hanya buku, Perpustakaan UMS juga menjadi pusat jurnal penelitian, baik nasional maupun internasional. Melalui langganan berbagai platform ilmiah, seperti ProQuest, Springer, Scopus, dan Emerald, mahasiswa dan dosen memiliki akses tak terbatas ke ribuan artikel ilmiah.
“Jurnal-jurnal tersebut dari beragam bidang, mulai dari kesehatan, sains, teknologi, sosial, hingga humaniora,” jelas Unun, sapaan akrabnya.

Ruang diskusi terbuka di salah satu sudut perpustakaan. Humas/Imam Safi’i
Area khusus untuk membaca jurnal dan koleksi digital yang tersebar di setiap sudut perpustakaan dilengkapi komputer dengan akses ke database ilmiah internasional. Sementara pencahayaan diatur dengan intensitas yang memadai untuk mengutamakan kenyamanan pemustaka.
Selain jurnal berbayar, Perpustakaan UMS turut memanfaatkan repositori open access, seperti DOAJ (Directory of Open Access Journals) untuk memperkaya pilihan literatur bagi penggunanya.
Perpustakaan UMS telah mengembangkan koleksi e-Book dengan jumlah lebih dari 7500 judul yang bisa diakses melalui portal perpustakaan. Mahasiswa dapat mengunduh buku elektronik secara langsung melalui jaringan kampus atau dengan login akun mahasiswa.
Menariknya, e-Book ini dilengkapi fitur pencarian interaktif yang memudahkan pengguna menemukan konten spesifik di dalam buku.
“Layanan seperti ini bisa juga dinikmati oleh umum, yang menjadi pembeda adalah masyarakat umum tidak dapat membawa pulang atau meminjam pulang buku cetak yang ada di perpustakaan. Karena nanti untuk alur dan pendataannya akan lebih rumit, mengingat mereka bukan civitas academica UMS,” jelasnya.
Untuk dapat menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, masyarakat umum perlu terlebih dahulu mendaftar sebagai anggota perpustakaan. Proses pendaftarannya cukup sederhana, dan segala persyaratan tercantum lengkap di web resmi Perpustakaan UMS.
“Kami juga memberikan kemudahan bagi civitas academica, dengan pelayanan serba online bernama Layanan Trolly. Mulai dari pencarian katalog, tagihan, peminjaman, hingga pengantaran ke rumah. Konsepnya mirip seperti pelayanan pesan-antar makanan. Tujuannya supaya buku sebagai sumber ilmu dapat dijangkau dengan mudah dan praktis,” imbuh Unun.
Fasilitas Pendukung
Salah satu daya tarik baru Perpustakaan UMS adalah kehadiran Library Cafe, yang berlokasi di depan perpustakaan. Meski terletak di luar gedung utama, layanan ini tetap dapat dinikmati oleh pemustaka di ruang baca dalam perpustakaan.
“Kafe di perpustakaan dirancang untuk menciptakan suasana santai bagi civitas academica. Mereka bisa memesan kudapan atau kopi, kemudian menikmatinya di ruang baca sambil membaca buku atau mengerjakan tugas,” kata Unun.

Mahasiswa memesan minuman dan kudapan di Library Cafe UMS. Humas/Imam Safi’i
Fasilitas tersebut menciptakan ruang interaksi akademik yang lebih santai. Nyatanya, banyak mahasiswa memanfaatkan layanan kafe untuk berdiskusi kelompok, bersantai, atau sekadar melepas penat setelah membaca berjam-jam.
“Beberapa mahasiswa pernah saya tanya memang, dan mereka sangat senang dengan adanya Library Cafe. Mereka jadi tidak repot pergi jauh untuk sekadar beli jajan,” ujarnya.
Sebagai institusi yang berkomitmen pada mutu, Perpustakaan UMS telah mengantongi berbagai penghargaan, termasuk sebagai perpustakaan perguruan tinggi terbaik di tingkat regional dan nasional. Teranyar, perpustakaan menyabet juara 1 untuk kategori Website, juara 2 untuk kategori Instagram, dan juara 2 untuk kategori Riset pada Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah Awards 2024.
Unun mengakhiri, “Ke depan, UMS berencana menambah koleksi literatur digital perpustakaan, memperluas ruang diskusi, serta meningkatkan mutu layanan konsultasi literasi informasi.”
Penulis: Genis Dwi Gustati
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Karya Mahasiswa
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







