Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan kegiatan Gelar Karya Proyek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Prajabatan 1 Tahun 2023 yang dilaksanakan di GOR Kampus 2 UMS, Rabu (22/5/2024).
Acara tersebut merupakan implementasi dari program mahasiswa selama satu semester untuk melakukan kegiatan aksi nyata dalam kepemimpinan pendidikan di masyarakat, sekolah, maupun komunitas belajar di area Surakarta dan sekitarnya.
Koordinator kegiatan, Dr. Agus Susilo, M.Pd., memaparkan sebanyak 379 mahasiswa mengikuti gelar karya tersebut. Jumlah tersebut meliputi mahasiswa gelombang pertama sampai ketiga.
“Kegiatan itu adalah sebagai bentuk ujian akhir semester. Bukan hanya dosen yang menilai, tetapi juga tiga unsur penilai, meliputi unsur masyarakat, unsur dosen nonpembimbing, dan dosen pembimbing,” papar Agus. Khusus unsur penilai dari masyarakat, Agus merekrut rekan-rekan guru penggerak yang memiliki kompetensi keahlian di bidang pendidikan.

Yusuf Aly menerangkan proyek yang dikerjakannya, Rabu (22/5/2024). dok.Humas UMS
Hasil kegiatan tersebut akan dikonversikan menjadi nilai yakni 70 persen dari proses pembelajaran di kelas dan di lapangan, kemudian 30 persen dari nilai gelar karya.
Agus berharap, setelah mengikuti kegiatan tersebut mahasiswa bisa menjadi pelopor bagi kegiatan belajar di masyarakat, bukan hanya sebagai pendidik di lingkungan sekolah saja.
“Sehingga pendidikan ini bukan hanya di sekolah saja, tetapi juga di lingkungan masyarakat,” tutur Sekretaris Program Studi PPG UMS.
Mahasiswa PPG UMS sekaligus ketua kelompok stand nomor 20, Yusuf Aly, menyajikan program bertajuk Sampah Emas Tumbas Plastik. Ia memaparkan program Sampah Emas merupakan pembaruan dari program bank sampah.
“Kami menyosialisasikan kepada ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kemudian kami bekerja sama dengan pengepul sampah plastik. Sistem penukaran emas dengan cara sampah yang telah dikumpulkan oleh ibu-ibu, kemudian dikonversikan menjadi poin. Poin tersebut dikumpulkan dan dapat ditukarkan menjadi emas,” papar Yusuf.
Sedangkan program Tumbas Plastik merupakan implementasi dari pemanfaatan botol sampah plastik, terutama galon air mineral sekali pakai. Yusuf menerangkan, galon air mineral sekali pakai dapat dimanfaatkan menjadi media untuk menanam sayuran.
“Galon air mineral sekali pakai dibagi menjadi dua, kemudian kami taruh media tanam dan kami tanamkan sayuran kepada ibu-ibu. Setiap rumah akan mendapat satu sayuran supaya setiap rumah memiliki satu tanaman pangan,” pungkas Yusuf.
Penulis: Yusuf
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Karya Mahasiswa
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







