
Judi Bola Berujung Dosa
Di tengah euforia Piala Dunia FIFA 2026, praktik judi bola turut menjamur melalui berbagai platform digital maupun cara-cara konvensional. Bagaimana Islam memandang judi bola?
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar salat Idulfitri di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Jumat (20/3/2026).
Ribuan jamaah tampak memadati halaman Edutorium UMS sejak pukul 6 pagi. Adapun para jamaah terdiri atas tenaga kependidikan UMS, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Khatib salat Id, Yayuli, S.Ag., M.Ag., menyampaikan kepada umat makna Idulfitri sebagai momentum kembali kepada fitrah. Ditandai dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan tekad yang lurus.
Fitrah tersebut lahir berkat penempaan selama bulan Ramadan. “Ramadan telah mendidik kita dengan tiga madrasah utama, yakni kejujuran, kesabaran, dan kepedulian,” kata Yayuli.

Umat Islam saat ini, Yayuli menjelaskan, dihadapkan pada percepatan arus informasi dan perkembangan teknologi yang kian pesat.
Namun, kegelisahan umat juga meningkat bersamaan. Tantangan moral yang dihadapi anak-anak saat ini tidaklah ringan. Media sosial pun kerap mempertemukan umat dengan perdebatan tanpa adab.
“Perbedaan pilihan kadang meretakkan persaudaraan. Isu ekonomi menekan banyak keluarga. Anak-anak kita menghadapi tantangan moral yang tak ringan,” imbuh dia.
Yayuli menilai kondisi tersebut menjadikan kemenangan Idulfitri diuji. Kemenangan bukan soal banyaknya ibadah, tetapi luasnya maaf yang mampu diberikan. Kemenangan lahir dari hati yang diperbarui dan mampu menahan maaf.
Ia mengamini tidak ada manusia tanpa khilaf. Idulfitri harus menjadi momentum saling memaafkan yang benar-benar membersihkan luka di hati.
Dia juga mengajak umat untuk menjaga tiga komitmen usai Ramadan. Ketiga komitmen itu ialah istiqamah dalam ibadah, istiqamah dalam kejujuran, dan istiqamah dalam kepedulian.
“Karena tanda diterimanya amal Ramadan adalah kebaikan yang berlanjut setelahnya,” tandas Yayuli.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Maysali Sudarwati

Di tengah euforia Piala Dunia FIFA 2026, praktik judi bola turut menjamur melalui berbagai platform digital maupun cara-cara konvensional. Bagaimana Islam memandang judi bola?
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.