Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Republik Indonesia (RI), Haditya Warman Foundation x CSR IKA UMS dan CSR dari seluruh pelosok negeri mengundang masyarakat umum untuk mengikuti program Indonesia Berbakti Sentul Bercerita.
Berbagai kegiatan dilakukan dalam program tersebut, dari sertifikasi untuk para peternak domba, sertifikasi OB untuk ibu paruh baya, sertifikasi janaiz, hingga Gerakan Surau Bersih yang diikuti dengan semangat kolaborasi yang kuat.
Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (IKA UMS), Dr. Aditya Warman MBA. memaparkan mengenai kegiatan yang dilaksanakan, Sabtu (17/8/2024).
Dimulai dengan Program Smart Village 4.0, Adit menggandeng CSR IKA UMS dan CSR partner seluruh pelosok negeri untuk memberikan pelatihan yang berfokus pada pemberian sertifikasi, khususnya kepada masyarakat ingin berkontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup.
Untuk Sertifikasi Beternak Domba, Aditya memandang hewan ternak adalah simbol dari ekonomi desa yang kuat, yang tumbuh dari tangan-tangan peternak yang bersemangat.
“Sertifikasi Beternak Domba bukan hanya tentang keterampilan, tetapi tentang membangun masa depan desa yang lebih berdaya saing, di mana desa-desa Indonesia menjadi pilar kekuatan ekonomi nasional,” terangnya.
Dalam setiap langkah ternak yang digembalakan, sambungnya, terletak harapan untuk swasembada menjadi bangsa yang berdikari. Dengan keberadaan para peternak unggul, sebuah desa akan mampu mencapai puncak kemakmuran harapan negeri.
Adapula Sertifikasi OB Ibu Paruh Baya, yang memberdayakan perempuan-perempuan dengan memberikan harapan bahwa kerja keras mereka turut andil dalam penguatan ekonomi keluarga. Sertifikasi ini akan menambah keterampilan baru dan menghilangkan pandangan bahwa pekerja OB hanya sekadar “pembersih ruangan”. Mereka akan dibekali dengan ilmu-ilmu baru yang berkaitan dengan kerumahtanggaan.
Kemudian Sertifikasi Janaiz diartikan sebagai sebuah panggilan jiwa untuk melayani yang telah tiada diperistirahatan terakhirnya. Ini menjadi standar baru, di mana setiap jenazah akan diiringi oleh syariat yang menuntun setiap proses pemakaman.
“Kalau Gerakan Surau Bersih, kita tak hanya membersihkan tempat ibadah, namun juga menumbuhkan ekosistem yang berdaya, di mana setiap orang merasa memiliki, merawat, dan menjaga tempat mereka mengadu dan berdoa. Jadi orang-orang akan lebih aware terhadap kebersihan dan kesucian,” terang Ketua IKA UMS itu.
Adit berharap dengan adanya Cerita Indonesia Berbakti Sentul Bercerita, masyarakat mampu mensejahterakan desa mereka melalui keterampilan hidup yang berdaya saing.
Sumber: News UMS
Penulis: Maysali
Editor: Genis
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







