Bulan Ramadan kembali menjadi momentum spesial Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk menyebarkan pemahaman keislaman melalui Gema Kampus Ramadan (GKR). Salah satu agenda utamanya, Tabligh Akbar kedua yang digelar pada Senin malam (10/3/2025) di Masjid Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS. 

Ratusan jemaah memadati masjid selepas salat tarawih, menyimak kajian bertajuk “Tafsir Risalah Islam Berkemajuan” yang disampaikan oleh Dr. K.H. Tafsir, M.Ag., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.

“Malam ini saya akan membagikan salah satu hasil Muktamar Muhammadiyah di Surakarta tahun 2022, yaitu dirumuskannya risalah Islam berkemajuan,” ujar Tafsir mengawali ceramahnya. 

Ia menekankan, semangat Islam yang dibangun Muhammadiyah bukan hanya bersifat normatif, tetapi juga harus mampu menyesuaikan kebutuhan dan kondisi suatu zaman.

Dalam kilasan sejarah, Tafsir mengingatkan, sejatinya umat Islam dan bangsa Indonesia pernah berada dalam kondisi tertindas, miskin, dan terbelakang. K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, melihat kondisi ini sebagai sesuatu yang harus diubah.

“Indonesia pernah beberapa kali dijajah. Ahmad Dahlan ingin Indonesia terbebas dari itu, belenggu kebodohan dan kemiskinan,” tegasnya. 

Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjutnya, ada dua pilar utama yang harus diperkuat: pendidikan dan kesehatan. Dua hal ini merupakan kunci bagi bangsa untuk melangkah menuju kemajuan.

Namun, membangun bangsa yang maju bukanlah tugas individu semata. Tafsir menekankan, perubahan besar harus dilakukan secara kolektif. Muhammadiyah, sejak didirikan, telah mengambil peran besar dalam merumuskan kembali konsep Islam yang sesuai dengan perkembangan zaman. 

Risalah Islam berkemajuan kembali ditegaskan dalam Muktamar 2022. Konsep ini lahir sebagai panduan bagi umat Islam dalam menjalankan ajaran agama secara lebih progresif.

“Saya tidak akan menyampaikan seluruh isi risalah ini, tetapi saya ingin menekankan karakteristik utama dari Islam berkemajuan,” ujarnya. 


Ratusan jemaah memadati Masjid Sudalmiyah Rais dalam gelaran Tabligh Akbar kedua. Humas/Imam Safii

Pertama, kata Tafsir, Islam berkemajuan harus berlandaskan tauhid. Islam adalah bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT. Tauhid merupakan pondasi yang tidak boleh melemah. Lantaran, tanpa tauhid yang kuat, Islam akan kehilangan arah.

Kedua, Islam berkemajuan harus menghidupkan semangat ijtihad dan tajdid. Meskipun Islam telah final dalam ajarannya, pemahaman terhadapnya harus selalu berkembang agar relevan dengan zaman. Modernitas, teknologi, dan ilmu pengetahuan harus direspons dengan semangat inovasi, bukan dengan sikap jumud atau kolot.

Ketiga, Islam berkemajuan harus berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dua sumber utama ini menjadi rujukan yang tidak boleh ditinggalkan, tetapi tetap harus dipahami dalam konteks yang dinamis, meski sifatnya mutlak dan final. 

Keempat, Islam berkemajuan menganut prinsip wasathiyah atau jalan tengah. Islam harus dijalankan dengan sikap moderat, berkeadilan, toleran, dan seimbang dalam setiap aspek kehidupan.

Kelima, Islam berkemajuan harus mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil-'alamin, rahmat bagi seluruh alam. 

“Islam hadir untuk membangun harmoni kehidupan. Jadi, tidak sepantasnya seorang muslim membuat keonaran di lingkungannya,” tandas Tafsir. Islam harus menjadi cahaya bagi siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Di penghujung kajian, jemaah tampak terdiam dalam refleksi. Tafsir pun berpesan agar risalah Islam berkemajuan itu tidak sebatas dipahami, tetapi juga diamalkan bersama demi melahirkan umat yang cerdas, berdaya, dan membawa manfaat bagi sesama.


Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Mimbar

image-featured
12 Juni 2026

Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?

image-featured
6 Mei 2026

Daging kurban banyak dinantikan umat Islam di Hari Raya Iduladha. Bagaimana aturan pembagiannya?

image-featured
20 April 2026

Emas digital menawarkan banyak kepraktisan, tetapi tak semua praktiknya sesuai syariah. Pahami sebelum berinvestasi!

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.