
Badal Umroh dari Kacamata Tarjih Muhammadiyah
Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?
Bulan Ramadan adalah momentum yang tepat bagi umat Islam di Indonesia untuk memakmurkan masjid. Begitulah yang diutarakan Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog., dalam Tabligh Akbar yang merupakan rangkaian Gema Kampus Ramadan (GKR), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Digelar di Masjid Sudalmiyah Rais UMS, Jumat (22/3/2-24), tabligh akbar itu mengusung tema “Ramadan Sebagai Momentum Menjadi Masjid yang Makmur dan Memakmurkan”.
Mengawali kajiannya, Jamaludin mengenalkan dan menilik sejarah beberapa masjid-masjid yang dibangun dan dikembangkan oleh Muhammadiyah dan menjadi masjid percontohan.
“Bulan Ramadan adalah bulan di mana Allah SWT memanjakan seluruh orang yang beriman, baik tua maupun muda, dengan jor-joran (totalitas) memberikan rahmat, magfirah, dan barokah,” ungkap Jamal.
Dia mengatakan di bulan Ramadan, orang dimudahkan untuk beramal saleh. “Pintu rahmat dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu,” lanjut dia. Allah menghadirkan sayangnya dengan menghadirkan pada diri orang beriman minat, semangat dan gairah untuk ibadah dan juga menuntut ilmu agama.
Jamal bercerita, setiap pergi ke luar daerah Jamal selalu minta diantar untuk ke masjid yang masjidnya makmur, jamaahnya banyak, dan programnya banyak. Ironisnya, 90% teman-temannya tidak bisa menunjukkan itu.
“Mayoritas masjid di Indonesia itu bangunannya besar tetapi jamaahnya kecil,” kata Jamal.
Di hadapan para mahasiswa, Jamal berpesan agar mahasiswa UMS dapat memakmurkan masjid di kampung halaman mereka. Bagi kader Muhammadiyah, Jamal berharap agar kader turut memakmurkan masjid Muhammadiyah. Bagi yang bukan kader Muhammadiyah dapat memakmurkan masjid di sekitarnya.
“Pulang makmurkan masjid di kota masing-masing, lebih-lebih masjid Muhammadiyah,” harap Jamal.
Dalam pemaparannya, selain untuk ibadah, di zaman Rasulullah masjid juga memiliki fungsi sebagai tempat konsultasi, sarana komunikasi, tempat pendidikan, tempat santunan sosial, tempat latihan militer, tempat perdamaian dan pengadilan sengketa, dan fungsi lainnya.
Penulis: Maysali
Editor: Gede
Sumber: News UMS

Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.