Cacingan yang Diikuti Masalah Kesehatan Lain
Apa itu Sepsis?
Solusi atau Pencegahan

Kematian Raya (4), balita asal Sukabumi, Jawa Barat, semula dikaitkan dengan cacingan. Kabar tentang ditemukannya cacing dalam jumlah besar di tubuhnya membuat masyarakat geger. 

Raya mengembuskan napas terakhirnya pada 22 Juli 2025. Irfan dari bagian Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin, Kota Sukabumi menjelaskan, kematian Raya bukanlah infeksi cacing semata, melainkan sepsis atau infeksi berat yang dipicu oleh malnutrisi, stunting, dan meningitis tuberkulosis. 

Cacingan yang Diikuti Masalah Kesehatan Lain

Ketua Program Studi Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dr. Iin Novita Nurhidayati Mahmuda, M.Sc., Sp.PD. menilai kematian Raya mencerminkan tumpang tindih masalah kesehatan yang sering tak tertangani sejak awal.

“Bukan cacingan. Dalam kasus Raya, yang membuat ia tidak tertolong adalah sepsis, infeksi berat yang sudah mengenai berbagai organ tubuh,” terang Iin melalui Zoom, Rabu (3/9/2025).

Berdasarkan penjelasan Iin, cacingan memang penyakit yang umum di Indonesia. Anak-anak seperti Raya yang tinggal di lingkungan padat, kumuh, dan minim sanitasi sangat rentan mengalaminya. Kisah pilu ini sekaligus menyingkap kerentanan keluarga ekonomi kelas bawah yang harus hidup di lingkungan tak sehat, minim gizi, dan jauh dari akses kesehatan memadai. 

Cacingan umumnya merupakan kondisi yang mudah diobati. “Kalau anak gizinya cukup dan segera diberi obat, cacingan relatif tidak berbahaya. Masalah muncul saat anak seperti Raya sudah malnutrisi dan menderita infeksi lain,” papar dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta itu.

Dilaporkan dari berbagai sumber, keluarga Raya hidup dalam situasi yang serba sulit. Ibunya mengalami gangguan jiwa (ODGJ), sementara ayahnya menderita tuberkulosis (TBC). Kondisi ekonomi rendah membuat kebutuhan gizi bocah malang tersebut tak terpenuhi. Lingkungan rumah pun tidak layak huni.

“Dengan gizi yang buruk, daya tahan tubuh anak melemah. Anak seperti ini mudah sekali terkena infeksi, mulai dari cacingan hingga TBC, sebab tinggal serumah dengan orang tua yang sakit TBC aktif, risiko penularannya sangat tinggi,” ujar dia.

Iin menambahkan, Raya sudah mengalami stunting sehingga fungsi tubuhnya melemah, termasuk sistem imunnya. Pertumbuhan yang terhambat itu menjadi tanda bahwa sejak lama ia tidak memperoleh nutrisi yang cukup.

Apa itu Sepsis?

Sepsis adalah kondisi infeksi berat yang memicu respon berlebihan tubuh sehingga merusak organ vital. Infeksi awal bisa berasal dari paru-paru (pneumonia, TBC), saluran kencing, luka, atau bahkan cacingan.

“Pada orang sehat, tubuh bisa melawan infeksi. Tapi pada anak dengan malnutrisi, respon imun melemah. Infeksi justru berkembang tanpa terkendali, menimbulkan peradangan sistemik, tekanan darah dan kesadaran menurun, sampai akhirnya organ-organ gagal bekerja,” gamblang Iin. Dalam dunia medis, sepsis disebut pula sebagai ‘silent killer’ lantaran sering terlambat disadari hingga berujung merenggut nyawa penderita.


Gejala sepsis yang Iin jelaskan, di antaranya ialah demam tinggi, napas cepat, penurunan kesadaran, tekanan darah rendah, dan urin yang sangat sedikit. Jika tidak segera ditangani dengan antibiotik dan perawatan intensif, sepsis berisiko besar menyebabkan kematian.

Dalam kasus Raya, keterlambatan akses kesehatan menjadi faktor penentu. Anak ini dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan tidak sadar. Sebelumnya, ia sempat beberapa kali berobat tanpa kejelasan, dengan pengobatan yang tidak tuntas.

“Yang diberitakan itu kan, berdasarkan anamnesis, si anak kondisinya sudah parah sebelum sampai di rumah sakit. Dia mengalami penurunan kesadaran, demam, sampai batuk-batuk,” resah dosen Fakultas Kedokteran UMS itu.

Meski bukan penyebab langsung kematian Raya, kasus tersebut kembali menyoroti tingginya angka cacingan pada anak di Indonesia. Cacingan merupakan salah satu penyakit menular tropik terabaikan atau Neglected Tropical Diseases (NTDs). 

Cacing gelang adalah jenis cacing yang ditemukan pada kasus Raya. Sementara Iin menyebut, terdapat beberapa jenis cacing lainnya yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia, di antaranya cacing pita, cacing pipih, cacing tambang, dan cacing kremi. 

Infeksi cacing gelang bisa terjadi melalui makanan yang terkontaminasi atau tanah yang tercemar. Terutama bila anak tidak terbiasa mencuci tangan atau jarang memakai alas kaki.

“Cacingan pada anak, khususnya di daerah padat penduduk dan sanitasinya rendah, kasusnya memang tinggi. Itu sebabnya pemerintah memiliki program pemberian obat cacing massal di sekolah-sekolah. Obat ini aman, murah, dan diberikan berkala, misalnya setiap enam bulan biasanya karena saya pernah ikut berpartisipasi,” kata Iin.

Cacingan yang tak segera ditangani bisa memperburuk malnutrisi. Anak menjadi lemah, sulit konsentrasi, tumbuh kembang terhambat, hingga rentan terkena infeksi lain. 

Pada kasus yang parah, terang Iin, jumlah cacing yang banyak dapat menyumbat usus, menimbulkan komplikasi infeksi, bahkan memicu sepsis. Menurutnya, kasus Raya mestinya menjadi alarm keras bagi semua pihak. 

Solusi atau Pencegahan

“Pencegahan hanya bisa dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh. Anak-anak perlu mendapatkan asupan gizi seimbang agar daya tahan tubuh mereka kuat. Lingkungan rumah tangga juga harus dijaga kebersihannya, termasuk memastikan air yang diminum layak konsumsi dan makanan diolah dengan benar,” katanya. 

Selain penerapan program obat cacing massal yang sudah disediakan pemerintah, akses layanan kesehatan dasar wajib diperkuat pula. Hambatan administrasi seperti ketiadaan jaminan kesehatan sering membuat keluarga dari golongan ekonomi kelas bawah terlambat berobat. 

Lembaga kesehatan setempat juga harus secara rutin memberikan edukasi mengenai sanitasi dasar serta melakukan pemantauan gizi pada anak. Hal ini menjadi sangat penting terutama di lingkungan seperti daerah tempat tinggal Raya, yang termasuk wilayah rawan dan masih jauh dari akses layanan kesehatan yang layak.

Masyarakat pun dituntut untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Bila ada tetangga atau anak-anak yang jelas membutuhkan pertolongan, segera laporkan ke RT, kelurahan, atau lembaga sosial agar mereka tidak terlambat mendapatkan penanganan.

“Penyakit sepsis sebenarnya dapat dicegah apabila infeksi ditangani sejak dini. Begitu muncul tanda bahaya, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” tutup Iin. 


Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Pojok Kampus

image-featured
28 April 2026

Sistem informasi semakin digandrungi calon mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir. Prospek kerjanya cukup menjanjikan.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
2 Februari 2026

Jurusan bisnis digital hadir seiring pesatnya digitalisasi di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan bisnis. Mencetak lulusan yang siap berwirausaha.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
3 September 2025

Jurusan keperawatan berfokus pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Turut mendukung upaya pemulihan pada pasien.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.