
Badal Umroh dari Kacamata Tarjih Muhammadiyah
Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?
Pemilihan umum tahun 2024 tinggal menghitung hari. Pendistribusian logistik pemilu terus dilakukan dan ditarget selesai satu bulan sebelum tanggal pelaksanaan pemilu. Pemilihan perangkat pelaksana Pemilu 2024 pun telah selesai dan siap menjalankan tugas negara pada 14 Februari nanti.
Berbicara mengenai pemilu tidak lengkap rasanya tanpa membicarakan para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Mereka menjadi garda terdepan dalam mengawal pelaksanaan pemilu mulai dari persiapan kegiatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga proses penghitungan surat suara.
Akan tetapi, beban berat yang mereka pikul bukan tanpa risiko. Persoalan kesehatan akibat kelelahan menghantui para petugas KPPS. Laporan Kompas, Rabu (22/1/2020), masih terasa segar dalam ingatan kita, manakala 894 petugas pemungutan suara meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit.
Tiga pekan setelah Pemilu 2019, Tempo edisi Senin (13/5/2019) merilis penyebab kematian petugas KPPS di antaranya adalah infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, hipertensi, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multiorgan.
Noktah merah dalam penyelenggaraan pemilu 2019 menyisakan kekhawatiran di benak para petugas KPPS tahun ini. Salah satu yang khawatir adalah Yusfina (21), Mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). “Kalau kekhawatiran jelas ya, pasti ada,” kata dia.
Meskipun terbesit kekhawatiran dalam benak Yusfina, ia tetap optimis mampu menjalankan amanah yang diberikan negara dengan sebaik mungkin.
“Mungkin karena saya juga sudah sering aktif berkegiatan di kampus atau di luar kampus, baik kegiatan kecil atau besar. Jadi untuk ikut KPPS saya yakin saya bisa,” lanjut Yusfina optimis.
Ia sendiri telah mempersiapkan berbagai strategi sebagai langkah preventif menghadapi tugas yang berat nantinya. “Sekarang sudah mengurangi kebiasaan tidur larut malam, mulai makan buah-buahan, mengonsumsi vitamin, dan menjaga pola makan,” imbuh dia. “Saya kadang juga olahraga seperti lari atau senam biar tetap fit.”
Menilik kisah kelam di Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan petugas KPPS tahun 2024 telah menjalani tes kesehatan. Melalui tes ini diharapkan insiden Pemilu 2019 tidak terulang kembali.
Kesehatan petugas KPPS harus diprioritaskan jelang Pemilu 2024 untuk meminimalisir petugas yang jatuh sakit. Menurut Dosen Fakultas Kedokteran UMS, dr. Budi Hernawan, M.Sc., jam kerja yang begitu panjang sangat berisiko menimbulkan kelelahan pada petugas KPPS selama bekerja di TPS.
“Jam kerja yang panjang tentu saja akan berisiko menimbulkan kelelahan fisik dan mental. Kelelahan dapat berdampak pada penurunan daya tahan tubuh, sehingga mudah terkena penyakit menular, seperti flu,” ungkap Budi, Kamis (18/1/2024).
Lantas, langkah apa saja yang dapat dipersiapkan para petugas KPPS baik jelang maupun saat pemilu nanti?
Budi menyarankan kepada para petugas KPPS untuk melakukan gerakan pemanasan ringan setiap satu sampai dua jam sekali. Menurutnya, dengan gerakan pemanasan ringan akan menghindarkan petugas KPPS dari nyeri otot selama bekerja.
Selain melakukan peregangan, Budi menyarankan untuk melakukan persiapan khusus sebagai langkah preventif. Berikut ini tipsnya:
“Bagi petugas KPPS yang memiliki penyakit tertentu, setidaknya dapat menilai dulu kondisi tubuhnya apakah sekiranya mampu. Selain itu, obat harus rutin dikonsumsi jika mempunyai riwayat penyakit tertentu yang memang membutuhkan obat-obatan tertentu,” jelas dia.
Di samping memperhatikan riwayat penyakit, Budi turut menggarisbawahi risiko kesehatan akibat faktor cuaca. Hal ini penting diperhatikan mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan akan terjadi di bulan Februari 2024, bertepatan dengan pelaksanaan pemilu nanti.
“Setidaknya dengan prediksi BMKG itu, maka persiapan yang matang di TPS akan sangat membantu petugas KPPS menjaga performanya, seperti pemilihan lokasi yang tidak sepenuhnya terbuka (beratap dan mempunyai tembok pembatas ruangan). Selain itu pemilihan pakaian bagi KPPS yang sesuai cuaca, juga akan sangat membantu,” kata Budi.
Nur Lathifah Mardiyati, S.Gz., M.S., Dosen Ilmu Gizi, UMS, menekankan pentingya asupan gizi yang harus dikonsumsi oleh petugas KPPS mengingat asupan gizi memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Asupan gizi yang baik juga mendukung durabilitas kerja petugas untuk tetap prima.
“Tugas ini tentu membutuhkan tingkat kesehatan dan daya tahan tubuh yang baik yang hendaknya dipersiapkan sejak sebelum masa tugas dimulai,” kata Nur Lathifah saat dihubungi via Whatsapp, Kamis (18/1/2024).
Ada beberapa tips untuk menjaga pola konsumsi yang disarankan Nur Lathifah. Beberapa tips itu adalah:
Senada dengan Budi, Nur Lathifah menekankan para petugas KPPS untuk mengenali kondisi tubuh.
“Kenali tubuhmu. Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Yang paling mengenal tubuhmu adalah dirimu sendiri. Istirahatlah bila tubuhmu sudah butuh istirahat,” tegas Nur Lathifah.
Nur Lathifah berharap seluruh masyarakat belajar dari Pemilu 2019. Ia berharap pemilu kali ini tidak mengulangi kejadian yang sama.
“Semoga hal seperti itu tidak terjadi lagi. Semoga Pemilu dapat berjalan lancar, jujur, adil dan hasilnya dapat dipercaya. Para panitia juga dapat mengevaluasi kekurangan-kekurangan dari pelaksanaan sebelumnya, serta para petugas dapat diberikan fasilitas yang memadai seperti waktu istirahat dan konsumsi makanan serta minuman yang cukup,” pungkas Nur Lathifah.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva

Badal umroh menjadi ibadah yang kerap dilakukan untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan memenuhi nazar. Bagaimana pandangan Muhammadiyah mengenai ibadah ini?
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.