Relasi Salat dan Puasa
Jangan Lupa Sholat

Buka puasa bersama (bukber) menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan umat Muslim di Indonesia, tak terkecuali mahasiswa. Bukber adalah kegiatan yang berfungsi mempererat silaturahmi sekaligus ajang reuni teman sekolah. Fauzan Hidayat (21), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengaku kerap mengikuti kegiatan bukber.

“Sering banget (ikut bukber). Hampir setiap tahun di bulan Ramadan pasti ada ajakan untuk bukber,” ujar Fauzan, Senin (25/3/2024). Ajakan bukber itu datang dari teman sekolah, teman kuliah, hingga teman organisasi. Alasan Fauzan mengikuti kegiatan itu karena bukber menjadi momen untuk berkumpul sekaligus berbagi kisah dengan kawan-kawannya. 

Keseruan bukber tak jarang membuat orang lupa menunaikan kewajiban salat Magrib. Meski Fauzan tak melakukannya, dia kerap melihat orang lain berbuat hal tersebut. Fauzan lebih memilih untuk menunaikan salat di sela-sela kegiatan bukber.

“Alhamdulillah selama ini enggak pernah (meninggalkan salat Magrib). Tetapi terkadang salat Magribnya agak terlambat karena terlalu seru ngobrol dan juga terkadang tempat salat yang disediakan terbatas, sehingga harus mengantre terlebih dahulu untuk salat,” imbuh mahasiswa semester delapan itu. 

Maraknya orang yang meninggalkan salat Magrib akibat bukber membuat Dr. Mujazin, S.Pd., M.A. prihatin. Dihubungi melalui telepon, Jumat (22/3/2024), Ketua Pusat Studi Dakwah dan Pendidikan UMS itu menduga ada faktor euforia yang membuat orang melupakan kewajiban salat Magrib.

“Saya melihat ada faktor kegembiraan yang berlebihan. Saya menduga kegembiraan ini berdampak pada spiritualitas mereka (orang yang bukber). Yang dirasakan malah euforia berburu takjil hingga buka puasa bersama, bukan euforia dalam beribadah,” ungkap Mujazin. 

Mujazin mengatakan, Ramadan adalah bulan penuh kebahagiaan. Allah memberi nikmat bagi umat-Nya untuk merasakan kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan saat menjalankan ibadah. Bukber seharusnya tidak hanya menjadi media untuk kebahagiaan duniawi (buka bersama), tapi juga kebahagiaan rohani (salat Magrib)

Relasi Salat dan Puasa

Puasa Ramadan tidak lepas dari salat sebab relasinya yang sangat kuat. Sayangnya, masih banyak dijumpai orang yang berpuasa tetapi masih meninggalkan salat. Menurut Mujazin, salah satu faktor yang menyebabkan orang berpuasa tapi meninggalkan salat adalah faktor kebiasaan.

“Kalau saya pribadi melihat ini adalah faktor kebiasaan sebelum bulan Ramadan. Salatnya masih abai, lalai, tidak menganggapnya penting, dianggap sebagai rutinitas yang berat, tidak benefit, dan lain sebagainya,” kata dia.

Mujazin menyebut jika seorang Muslim berpuasa tetapi meninggalkan salat, maka hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Dia mengatakan kebaikan puasanya akan berkurang karena dosa meninggalkan salat.

“Puasanya kuat membawa dampak ke salat, salatnya kuat membawa dampak ke puasa. Seharusnya begitu, nggak bisa putus salat tapi puasa,” imbuh Ketua Pusat Studi Pendidikan dan Dakwah UMS itu.

Jangan Lupa Sholat

Mujazin menekankan mahasiswa jangan lupa salat. Dia menguraikan beberapa tips yang dapat dilakukan mahasiswa agar tetap bisa melaksanakan kewajiban sembari merasakan kebahagiaan berbuka puasa bersama. 

Pertama, perhitungkan waktu untuk menyantap menu buka puasa dan waktu salat. Hal ini penting mengingat tidak semua tempat buka bersama dekat dengan masjid. Salat harus dilakukan bergantian. 

Kedua, pilih tempat bukber yang menyediakan tempat salat seperti musala atau tempat bukber yang dekat dengan masjid. Keberadaan tempat salat di lokasi bukber akan memudahkan peserta untuk menunaikan kewajiban salat Magrib.

Ketiga, tanamkan pemikiran untuk memprioritaskan ibadah. Mujazin meminta peserta bukber untuk mengedepankan ibadah di bulan Ramadan. Sebab menjalankan ibadah adalah kewajiban bagi umat Islam yang prioritasnya harus lebih tinggi dari kegiatan buka bersama. 

Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, ajakan bukber diprediksi kian santer. Hal ini juga dikarenakan libur lebaran hampir tiba. Tak ayal bukber nantinya menjadi ajang temu kangen dan berbagi kisah. Sebagai pengingat bersama, seorang Muslim hendaknya mengutamakan kewajiban salat Magrib berjamaah di tengah padatnya bukber.

Mujazin berharap mahasiswa yang ingin mengikuti buka puasa bersama harus mampu menjaga keseimbangan antara ibadah dan silaturahmi. Menjalankan kewajiban salat Magrib bersama seusai bukber adalah ikhtiar manusia untuk menjaga hubungan baik dengan Sang Khalik dan sesama manusia.

“Harus ditanamkan pemikiran ‘yang wajib itu puasa dan salat, yang tidak wajib itu buka puasa bersama’. Supaya nanti ibadah jalan, maka harus diprioritaskan,” tutup Mujazin.

Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva

Berita Unggulan

image-featured
10 Juni 2026

Tim FEB UMS berdiskusi dengan perwakilan PPI Jepang. Bahas strategi branding destinasi wisata Indonesia agar semakin dikenal oleh masyarakat internasional, khususnya di Jepang.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
9 Juni 2026

Menyambut World No Tobacco Day 2026, BEM FKG UMS mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut di car free day Slamet Riyadi, Solo.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
8 Juni 2026

Keberadaan kaum homoseksual di ruang publik menimbulkan keresahan masyarakat. Menambah risiko penyakit menular, termasuk HIV dan berbagai infeksi menular seksual lainnya.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.