Manfaat Puasa
Diet Saat Puasa
Bolehkah Ibu Hamil Puasa?

“Ramadan tiba Ramadan tiba” lagu Ramadhan Tiba karya Opick menjadi lagu wajib menyambut bulan suci umat Islam. Bulan penuh berkah yang disambut gembira jutaan umat muslim di seluruh dunia, termasuk masyarakat Indonesia. 

Secara bahasa, puasa berarti menahan. Islam mewajibkan pemeluknya berpuasa menahan lapar dan hawa nafsu selama satu bulan penuh. Umat Islam harus berpuasa sejak fajar terbit hingga terbenam. Dihimpun dari Halalmui.org, tujuan puasa antara lain: mensucikan jiwa untuk selalu taat kepada perintah Allah SWT; menjadi jalan untuk mengobati penyakit hati, jiwa, dan raga; dan melatih ketaatan, kegigihan, dan kesabaran.

Sebagian orang mungkin bertanya, apa manfaat puasa bagi kesehatan? Tahukah kamu ternyata ada lho manfaat puasa bagi tubuh. Fakta ini diungkap Kaprodi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dr. Budi Hernawan, M.Sc., yang menguraikan apa saja manfaat puasa bagi kesehatan.

Manfaat Puasa

Puasa selain menambah pahala juga baik untuk kesehatan tubuh. “Ada banyak manfaat bagi kesehatan karena puasa, mulai dari kesehatan metabolisme tubuh hingga penurunan berat badan. Semuanya baik,” tutur Budi kepada kami, Kamis (7/3/2024).

Budi menyebutkan terdapat enam manfaat puasa untuk kesehatan, antara lain: 

  1. Peningkatan kesehatan jantung: Puasa membantu menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan risiko penyakit jantung.
  2. Peningkatan kontrol gula darah: Puasa membuat tubuh mengalami peningkatan sensitivitas insulin. Insulin adalah suatu hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat. Insulin membantu mengatur kadar gula darah dalam tubuh.
  3. Peningkatan fungsi otak: Beberapa penelitian menunjukkan puasa dapat meningkatkan fungsi kognitif dan melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif (penurunan fungsi saraf secara progresif).
  4. Detoksifikasi tubuh: Puasa membantu proses detoksifikasi tubuh dengan memberikan waktu istirahat untuk sistem pencernaan.
  5. Peningkatan kesadaran pola makan: Puasa, melalui jadwal sahur dan buka puasa yang teratur, membentuk pola makan yang teratur dan juga membentuk kesadaran untuk memilih makanan yang sehat serta aman untuk dikonsumsi. Puasa meningkatkan kesadaran tentang makanan yang dikonsumsi. Puasa juga membantu mengurangi kebiasaan makan tidak sehat.
  6. Peningkatan energi: Meskipun awalnya mungkin terasa lelah, sebagian besar orang melaporkan peningkatan energi selama puasa karena tubuh mulai menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi.

Diet Saat Puasa

Selain enam manfaat di atas, ternyata fungsi puasa juga berdampak pada penurunan berat badan lho. Budi mengungkapkan puasa membatasi waktu makan sehingga dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi lemak tubuh. Saat kondisi perut kosong, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi. Dokter Budi juga mengatakan penurunan berat badan selama puasa disebabkan jendela makan yang hanya dibatasi pada saat sahur dan berbuka. 

“Karena jendela makan yang lebih singkat membuat orang cenderung mengonsumsi jumlah kalori yang lebih sedikit dalam sehari,” kata dr. Budi. 

Budi menekankan untuk memperhatikan pola makan selama puasa. Sebab pola makan membantu percepatan penurunan berat badan selama puasa. “Harus diperhatikan juga pola makan selama bulan puasa agar tetap seimbang dan sehat,” lanjut dosen Fakultas Kedokteran UMS itu.

Selama puasa ada lima jenis nutrisi yang harus dipenuhi, yaitu: Karbohidrat untuk energi yang tahan lama; protein untuk memperbaiki dan membangun jaringan tubuh; lemak sehat untuk menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak; serat untuk pencernaan yang sehat dan rasa kenyang yang lebih lama; hingga vitamin dan mineral untuk mendukung berbagai fungsi tubuh dan sistem kekebalan tubuh.

Tapi, jangan khawatir, Dokter Budi menyarankan mereka yang ingin diet puasa agar menjalankan beberapa tips untuk menjaga asupan gizi yang seimbang bagi tubuh. Beberapa anjuran makan selama puasa Ramadan agar tubuh tetap energik dan sehat antara lain:

  • Sahur: Saat sahur, konsumsilah menu makanan seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks (roti gandum, oatmeal), protein (telur, daging tanpa lemak, kacang-kacangan), serat (buah-buahan, sayuran), serta minum air yang cukup.
  • Berbuka: Mulailah berbuka puasa dengan mengonsumsi kurma dan air putih untuk mengembalikan kadar gula darah yang rendah. Setelah itu, konsumsilah makanan ringan yang sehat seperti buah-buahan, sup sayuran, atau makanan penutup rendah gula sebelum melanjutkan makan malam utama.
  • Makan malam: Pilihlah makanan yang seimbang dan bergizi saat makan malam, termasuk protein (daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan), karbohidrat kompleks (nasi merah, roti gandum), lemak sehat (minyak zaitun, alpukat), serta sayuran dan buah-buahan sebagai sumber serat dan vitamin.

“Pastikan untuk memperhatikan variasi makanan dan mengonsumsi makanan dalam porsi yang seimbang agar kebutuhan gizi harian terpenuhi. Juga, pastikan untuk minum air yang cukup selama waktu yang diizinkan untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi,” saran Pak Dokter.

Bolehkah Ibu Hamil Puasa?

Selain persoalan kesehatan, pertanyaan tentang “bolehkah ibu hamil puasa” menjadi pertanyaan yang kerap ditanyakan. Budi mengatakan selama ibu hamil boleh berpuasa selama mereka mampu secara fisik.

“Orang hamil yang diperbolehkan untuk berpuasa Ramadan adalah mereka yang secara fisik dan kesehatan mampu untuk melakukannya tanpa membahayakan kesehatan diri mereka sendiri atau kesehatan janin yang dikandung,” terang Budi.

Budi menyebut ada lima kriteria khusus ibu hamil yang dapat berpuasa, termasuk:

  1. Kesehatan yang baik: Ibu hamil dalam kondisi fisik yang baik tanpa kondisi kesehatan yang serius atau komplikasi medis yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk berpuasa.
  2. Tidak mengalami dehidrasi: Ibu hamil dapat mempertahankan hidrasi tubuh dengan baik selama puasa. Hidrasi sangat penting untuk kesehatan dirinya dan janin.
  3. Tidak mengalami malnutrisi: Ibu hamil memastikan bahwa mereka mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, bahkan selama berpuasa.
  4. Tidak mengalami kondisi medis yang berisiko: Ibu hamil tidak memiliki kondisi medis yang meningkatkan risiko komplikasi atau membahayakan kesehatannya atau kesehatan janin saat berpuasa.
  5. Keputusan bersama dengan dokter: Keputusan untuk berpuasa selama hamil sebaiknya didiskusikan dengan dokter atau profesional kesehatan, terutama jika ada kondisi medis yang berhubungan dengan kehamilan atau jika kehamilan membutuhkan perhatian khusus.

“Jika seorang ibu hamil merasa tidak nyaman atau khawatir akan dampak puasa pada kesehatannya atau kesehatan janinnya, maka disarankan untuk tidak berpuasa dan memperhatikan kesehatan dengan baik,” pungkas Budi.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Berita Unggulan

image-featured
14 Juni 2026

Smogra adalah aplikasi digital besutan tim peneliti UMS. Mengintegrasikan berbagai teknologi IoT untuk menciptakan pelajar yang peduli terhadap lingkungan.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
14 Juni 2026

Pameran teknologi otomasi kembali digelar oleh Prodi PTI UMS. Menampilkan 16 karya terbaik buatan mahasiswa PTI semester enam.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
14 Juni 2026

40 kelompok mahasiswa TI UMS semester 6 memamerkan proyek akhir Capstone Project. Karya mereka berupa inovasi aplikasi, sistem informasi, kecerdasan buatan, hingga teknologi IoT.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.