Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengelar Asesmen Calon Asesor dengan peserta sebanyak 24 orang yang berlokasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS, Jumat (1/9). Kegiatan pelatihan dan penilaian kompetensi ini bertujuan mendukung pemenuhan kualifikasi standar asesor kompetensi sesuai dengan pedoman Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Peserta terdiri dari dosen-dosen UMS di berbagai sektor, mulai dari programmer, akuntansi, dan lainnya. Selain itu, terdapat tujuh skema yang akan diujikan dalam kegiatan ini, seperti: Pemasaran Digital, Fasilitator Pemberdayaan, K3, Manajemen SDM, Pemrograman, Teknisi Akuntansi, dan Kewirausahaan.
Keuntungan yang Diperoleh
Kepala BKUI, Andy Dwi Bayono, S.E., M.Si., Ph.D. berharap peserta akan menjadi asesor yang handal dalam menilai kompetensi mahasiswa UMS sebelum menjadi alumni. Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan 24 calon asesor ini sebelumnya telah mengikuti Pelatihan Asesor Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi selama 28-31 Agustus 2023 di Grand Candi, Semarang.
“Pelatihan tersebut bertujuan agar calon asesor mendapatkan banyak benefit, di antaranya: (1) Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan dalam Proses Asesor; (2) Kemampuan Analisis; (3) Keterampilan Komunikasi; (4) Etika dan Keprofesionalan; serta (5) Sertifikasi dan Akreditasi,” sambungnya.
Alur Kegiatan
Master Asesor BNSP, Sri Pudiyastuti, S.E., M.M. menyampaikan kegiatan ini di awali dengan melakukan pendaftaran, konsultasi, proses asesmen sampai dengan merekomendasi asesor.
“Kompetensi ini diberikan agar nantinya peserta bisa melakukan tugasnya, yaitu asesmen kepada mahasiswa UMS. Asesor itu harus profesional. Selain itu, ke depan mereka harus bisa membedakan posisi ketika menjadi dosen dengan posisi menjadi asesor,” pungkasnya.
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







