Program SEA Teacher kembali menghadirkan pengalaman internasional bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kali ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Yuanisya Arrafiu, membagikan kisah minggu pertamanya mengikuti SEA Teacher di Filipina.
Mahasiswa asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, itu menjalani penugasan SEA Teacher di Aklan Catholic College yang berlokasi di Kota Kalibo, Provinsi Aklan, Filipina. Program itu berlangsung sejak 12 Januari hingga 8 Februari 2026.
SEA Teacher memberikan pengalaman mengajar, observasi pembelajaran, serta pertukaran budaya di tingkat internasional. Program yang berada di bawah naungan Southeast Asian Ministers of Education Organization ini rutin digelar setiap tahun.
Pekan pertama dilalui Yuanisya dengan proses adaptasi. Dukungan mahasiswa atau buddies dari kampus tujuan membuat proses adapatasi menjadi mudah dan menyenangkan. Dukungan tersebut mencakup kebutuhan akademis, nonakademis, hingga kehidupan sehari-hari selama di Kalibo.
“Buddies-nya baik banget, perhatian, dan peduli sama kita di sini. Kadang juga dimasakin,” ujar Yuanisya saat menceritakan pengalamannya pada Kamis (22/1/2026).

Kehadiran Yuanisya juga mendapat sambutan hangat dari para siswa di sekolah penempatan. Antusiasme siswa sejak hari pertama membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
Mahasiswa angkatan 2023 ini juga sempat menjajal masakan khas Kalibo. Ia juga diajak berkeliling Kalibo untuk mengenal budaya dan lingkungan sekitar. Salah satu destinasinya adalah kawasan wisata alam Bakhawan Eco Park.
Yuanisya beruntung sebab kehadirannya kali ini bertepatan dengan penyelenggaraan Ati-Atihan Festival. Festival ini merupakan acara budaya tahunan yang digelar selama satu pekan penuh. Ia mengaku terkesan dengan festival tersebut.
Peserta SEA Teacher mendapat fasilitas hunian berupa asrama. “Asrama yang disediakan cukup nyaman dan memberikan rasa seperti berada di rumah sendiri. Lingkungan tempat tinggal yang kondusif turut mendukung proses adaptasi selama menjalani program,” ungkapnya.
Yuanisya mulai melaksanakan observasi pembelajaran di sekolah. Ia mengaku antusias melihat semangat siswa, suasana kelas yang interaktif, serta dukungan guru-guru yang ramah dan kooperatif.
Meski demikian, terdapat tantangan yang dihadapi, terutama dalam mencari makanan halal. Untuk mengatasinya, Yuanisya dan rekan-rekannya lebih sering memasak sendiri atau memilih makanan cepat saji.
Pengalaman minggu pertama ini, lanjutnya, diharapkan menjadi bekal berharga bagi Yuanisya selama mengikuti program SEA Teacher hingga awal Februari mendatang. UMS berharap kisah ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil peluang internasional dan memperluas wawasan global.
Penulis: Yusuf Ismail
Editor: Fika Annisa’ Sholihah
Cerita Alumni
UMS Newsletter
Nothing’s more special than reading curated news just for you.
Subscribe to the UMS Newsletter for free today.







