Tim Karate Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional pada ajang Karate International Championship 2026. Kontingen UMS berhasil membawa pulang 13 medali (2 emas, 7 perak, dan 4 perunggu) pada kompetisi yang berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada 10-12 Juli 2026 itu.
Dua medali emas dipersembahkan oleh Fahmi Afif Rasyad dari Program Studi Ilmu Hukum pada nomor kumite >84 kg mahasiswa putra dan Fernian Syiela Wardani dari Prodi Pendidikan Jasmani pada nomor kumite <61 kg mahasiswa putri.
Adapun rincian perolehan medali atlet Karate UMS adalah sebagai berikut:
Medali Emas
- Fahmi Afif Rasyad (Program Studi Ilmu Hukum) – Kumite >84 kg Mahasiswa Putra.
- Fernian Syiela Wardani (Program Studi Pendidikan Jasmani) – Kumite <61 kg Mahasiswa Putri.
Medali Perak
- Shazika Shafa Humaira (Program Studi Informatika) – Kumite <50 kg Senior Putri dan Kumite <50 kg Mahasiswa Putri.
- Viola Dwi Destarani (Program Studi Farmasi) – Kumite <61 kg Mahasiswa Putri.
- Vania Ramadhani (Program Studi Psikologi) – Kumite <55 kg Mahasiswa Putri.
- Muchlis Dwi Angga Kusuma (Program Studi Psikologi) – Kumite <55 kg Mahasiswa Putra.
- Muhammad Labib Mu’azza (Program Studi Pendidikan Agama Islam) – Kumite <75 kg Mahasiswa Putra.
- Satria Galuh Saputra (Program Studi Sistem Informasi) – Kumite <60 kg Mahasiswa Putra.
Medali Perunggu
- Fahmi Afif Rasyad (Program Studi Ilmu Hukum) – Kumite >84 kg Senior Putra.
- Fernian Syiela Wardani (Program Studi Pendidikan Jasmani) – Kumite <61 kg Senior Putri.
- Viola Dwi Destarani (Program Studi Farmasi) – Kumite <61 kg Senior Putri.
- Danar Tri Prayoga (Program Studi Informatika) – Kumite <67 kg Mahasiswa Putra.
Pembina Karate UMS Ahmad Darmawan, S.T. mengungkapkan capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pengurus, pelatih, dan atlet dalam menyusun strategi pembinaan maupun penentuan kelas pertandingan. Menurutnya, latar belakang pengalaman atlet yang beragam menjadi kekuatan tim ketika dipadukan dengan pemetaan yang tepat.
“Secara kualitas, atlet karate memiliki latar belakang dan pengalaman yang bervariasi. Strategi pemilihan atlet dan kelas tanding dari pengurus UKM yang didukung sinergi dengan pelatih menjadi faktor paling menonjol dalam meraih hasil maksimal di kejuaraan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, Karate UMS telah memiliki sistem kaderisasi dan pembinaan prestasi yang tertata. Tim pelatih mampu mengidentifikasi atlet-atlet potensial sejak dini dengan dukungan para alumni yang aktif memberikan pembinaan secara intensif. Ke depan, menurut Ahmad, pembinaan perlu diperkuat melalui regenerasi atlet dan pengembangan sport science berbasis data agar prestasi dapat meningkat secara berkelanjutan sekaligus memperkuat rekognisi UMS di tingkat internasional.
“Karate UMS memiliki pola perkaderan dan pembinaan prestasi yang relatif sudah tertata. Tim Pelatih mampu memetakan talent-talent yang potensial untuk menjadi juara, hal ini didukung adanya alumni yang terlibat dalam memberikan pembinaan dan pelatihan yang intens,” imbuhnya.
Peraih medali perak, Vania Ramadhani, dari Prodi Psikologi, mengaku keberhasilan tim tidak lepas dari disiplin latihan dan kekompakan antar atlet selama masa persiapan. Ia menyebut seluruh anggota tim menjalani latihan intensif selama dua bulan sebelum bertanding serta saling memberikan dukungan untuk menjaga motivasi.
“Dari awal persiapan kami saling mendukung satu sama lain. Teman-teman terus mengajak latihan dan saling menyemangati agar tetap optimistis saat pertandingan. Kekompakan itu membuat tekanan saat bertanding terasa lebih ringan karena kami merasa tidak sendirian,” tutur Vania.
Menurut Vania, salah satu tantangan terberat di arena pertandingan adalah menghadapi lawan dengan karakter bertahan dan mengandalkan serangan balik. Karena itu, ia memilih bermain lebih sabar dengan menunggu momentum yang tepat untuk menyerang. Strategi tersebut membantunya mengamankan medali perak pada nomor kumite <55 kg mahasiswa putri.
“Menurut saya yang paling bikin susah itu lawan yang dominan defensif lalu counter balik. Kalau asal menyerang malah kena serangan balasan. Maka dari itu saya mainnya lebih sabar, menunggu dulu sampai dia melakukan serangan, baru saya masuk cari celahnya,” Kata Vania.
Prestasi di UIN Walisongo Semarang semakin mengukuhkan konsistensi UKM Karate UMS dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi. Ke depan, tim menargetkan dapat menembus ajang yang lebih bergengsi, seperti Pekan Olahraga Nasional dan kejuaraan nasional, sekaligus meningkatkan perolehan medali emas sebagai wujud kontribusi mahasiswa UMS di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: Alvian Rizky Prasetya
Editor: Gede Arga Adrian
Karya Mahasiswa
UMS Newsletter
Nothing’s more special than reading curated news just for you.
Subscribe to the UMS Newsletter for free today.







