Membangun Karier
Konsisten Mengembangkan Diri

Mengubah arah hidup bukan perkara mudah. Apalagi jika pilihan tersebut tak selinear dengan ekspektasi keluarga atau latar belakang pendidikan.

Namun, bagi Faradila Ratnasari, panggilan untuk mengikuti passion di dunia kecantikan menjadi titik awal yang mengantarkannya menjadi salah satu makeup artist (MUA) kenamaan di Solo Raya. Kini, nama Faradila Makeup tak hanya identik dengan riasan yang flawless, melainkan perjalanan inspiratif seorang perempuan yang berani mengambil risiko demi mimpinya.

Alumni UMS angkatan 2009 yang akrab disapa Dila, adalah lulusan Pendidikan Bahasa Inggris. Sejak belia, ia sudah menunjukkan bakat dalam seni dan tampil di berbagai pentas menyanyi di Wonogiri, kampung halamannya.

Sang ibu, kata Dila, terampil mendandaninya untuk berpenampilan cantik dan menawan di atas panggung. Secara tak langsung kebiasaan itu perlahan seperti memperkenalkan Dila pada dunia kosmetik dan kecantikan.

Namun, kecintaan Dila pada makeup baru benar-benar terasah saat ia kuliah. Bergabung dengan Unit Seni dan Film (USF), ia kerap bersolek sebelum tampil di panggung untuk menari atau menyanyi.

Tuntutan untuk berdandan sendiri membuatnya mulai mempelajari teknik makeup secara autodidak. “Dari awal saya suka eksplorasi, coba-coba sendiri, sampai akhirnya mulai percaya diri berdandan,” ungkap ibu anak satu itu, Selasa (10/12/2024).

Lambat laun keahlian Dila mulai diakui teman-temannya yang sesama anggota USF. Permintaan pertama datang dari seorang teman yang meminta jasa Dila untuk merias wajahnya saat wisuda tiba.

“Itu pengalaman pertama saya merias orang lain. Ternyata hasilnya cukup memuaskan, bahkan ibu dan adik-adik teman saya itu kepengen dirias saya juga. Itu jadi titik awal saya berpikir untuk menekuni makeup lebih serius. Seperti mendapat dorongan dan dukungan teman-teman,” kenangnya dengan senyum mengembang.

Membangun Karier

Meski menyukai makeup, pendidikan formal Dila di bidang keguruan sempat mengarahkannya untuk menjadi seorang pendidik. Usai lulus pada 2013, Dila membuka kursus bahasa Inggris selama 1.5 tahun di kediamannya. Ia mengajar anak-anak tingkat SD hingga SMA.

“Saya sudah mempersiapkan segalanya, mulai dari meja, kursi, hingga alat bantu mengajar. Saya pikir, ini adalah jalan yang sesuai dengan pendidikan saya,” katanya.

Namun, di tengah kesibukan mengajar, Dila tetap menyisihkan waktu luang untuk menekuni dunia makeup. Ia sering mencoba merias wajah anak didiknya, kemudian mengabadikan hasil riasan tersebut dengan kamera pribadinya.

“Ya, itung-itung jadi kayak portofolio makeup. Dari situ juga saya bisa menilai, apakah riasan saya semakin luwes,” imbuh Dila menjelaskan.

Meski demikian, keputusan Dila untuk beralih dari dunia pendidikan ke kecantikan sempat diragukan oleh sang ayah. “Beliau berharap saya tetap menjadi guru, pasalnya memang bapak ibu seorang guru juga. Tapi saya merasa passion saya lebih kuat di dunia makeup. Sampai akhirnya saya berani mengambil keputusan besar itu untuk membuktikan saja pada bapak,” ujar Dila.


Faradila Ratnasari. Humas UMS/Imam Safi'i

Tepat di tahun 2014, Dila mulai menekuni dunia makeup secara profesional. Ia mendirikan Faradila Makeup dan Continuous Photo Studio yang berbasis di Ruko Perumahan Permata Village Dealova, Kartasura, tak jauh dari domisilinya sekarang.

Bisnis itu ia bangun bersama suaminya yang juga seorang fotografer profesional. Kolaborasi keduanya kian berkembang hingga menghasilkan nilai tambah bagi bisnis mereka.

“Kami sering mendapatkan klien yang meminta paket lengkap, saya yang merias, suami yang memfoto. Jadi semacam salah satu daya tarik usaha kami di awal,” jelas dia.

Awalnya Dila hanya mengandalkan Instagram untuk mengenalkan karyanya, sebuah langkah yang tergolong baru saat itu, terutama di Solo Raya. Katanya, “Waktu itu, MUA di Solo masih sangat sedikit. Jadi saya merasa momentum itu tepat untuk memperkenalkan diri melalui Instagram.”

Hingga tepat 11 Juni 2015, Dila mendapatkan kesempatan luar biasa. Kala itu dirinya dipercaya untuk merias istri dan anak dari Ketua Dewan Penasihat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jimly Asshiddiqie, dalam pernikahan anak pertama Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda.

“Itu jadi ‘gong’ buat perjalanan karier saya di dunia makeup artist. Perlahan tapi pasti, jasa saya juga mulai dikenal dan dilirik. Nama saya masuk di sejumlah pemberitaan di media online dan koran,” ungkap Dila begitu antusias.

Setelah momen tersebut, pengikut Instagram @faradilamakeup mulai naik pesat. Dengan konsistensi mengunggah hasil riasannya tanpa mengecualikan klien, Dila berhasil membangun reputasi sebagai MUA profesional dan terpercaya.

Konsisten Mengembangkan Diri

Keberhasilan Dila bukan semata-mata hasil dari keberuntungan. Dia betul-betul mengerahkan segala dedikasinya untuk mewujudkan mimpi. Ia bahkan tak pernah absen untuk mengikuti berbagai workshop untuk meningkatkan kemampuannya, bahkan menjalani uji sertifikasi untuk membuktikan kompetensinya sebagai MUA andal.

“Menurut saya, semangat belajar itu tidak boleh mati. Tren makeup kan tiap tahun suka berganti ya, itu kita juga harus bisa mengikuti dan tetap terampil. Mungkin juga karena jam terbang, perlahan kian lihai,” ujar Dila. Perhari Dila dan tim bisa menangani 2 kali acara pernikahan.


Potret Dila saat merias salah satu klien untuk acara pernikahan. Dok. pribadi

“Untuk makeup wisuda saya ada tim, dan semua Insya Allah sudah expert atau tersertifikasi. Kalau acara pernikahan harus saya yang menangani, nggak boleh tangan-tangan yang lain. Harus saya!” tegasnya.

Jam terbang yang semakin tinggi membuat Dila kerap diundang menjadi pembicara beauty class oleh pelbagai brand makeup lokal ternama sejak 2018. Berbagi pengalaman dan ilmu dengan para peserta.

“Menjadi MUA bukan hanya soal merias wajah. Ini pun menyangkut tentang memberikan kepercayaan diri kepada orang lain,” katanya. Dila menambahkan bahwa kebahagiaan terbesarnya ialah saat melihat klien tersenyum lepas dan puas setelah ia rias.


Dila saat mengisi Beauty Class with Skintific pada Happy Beauty Day by Sinar Kosmetik, Jumat (29/11/2024). Dok. pribadi

“Saat merias, saya selalu ngajak ngobrol klien. Saya sering memuji, seperti bilang, “Kamu cantik banget loh, Kak,” atau kalimat-kalimat lain yang bikin mereka makin percaya diri,” sambung Dila. Menurutnya hal itu membuat klien lebih banyak tersenyum, sehingga inner beauty mereka pun terpancar selama acara berlangsung.

Pandemi Covid-19 yang sempat melanda Indonesia hampir 4 tahun ke belakang membawa tantangan besar bagi banyak pelaku usaha, tek terkecuali Dila. Namun, ia berhasil beradaptasi dengan memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk tetap berinteraksi dengan klien.

“Pandemi mengajarkan saya untuk lebih kreatif. Saya memanfaatkan Instagram untuk terus membangun hubungan dengan klien, sekaligus mempromosikan jasa saya,” katanya. Kini tak terasa Instagram @faradilamakeup telah memiliki ratusan ribu pengikut.

Bagi Dila, perjalanannya menjadi sebuah pembuktian bahwa passion dan kerja keras dapat membawa seseorang ke puncak keberhasilan. Dirinya mantap mengatakan, “Jangan takut mengikuti mimpi, meski jalan yang diambil berbeda dari ekspektasi banyak orang.”

Kini Faradila Makeup yang ia gawangi menjadi bisnis yang sehat dan terus bertumbuh. “Alhamdulillah serba cukup. Bisnis dapat dikatakan profit, kalau bisnis yang kita jalani masih berjalan baik, modalnya kembali, karyawan mendapatkan upah layak, dan ada keuntungan yang bisa diputar lagi untuk pengembangan,” ujarnya dengan tawa kecil.

Wanita anggun yang duduk di hadapan kami ini mengaku dirinya selalu berusaha maksimal dalam setiap riasan yang ia kerjakan. Masukan dan kritik yang ia terima dari klien justru membantunya banyak berkembang dan terus belajar. Berkat selalu menampilkan yang terbaik, tak jarang Dila mendapat doa dan ucapan tulus dari para klien.

“Sering juga klien mendoakan saya, bahkan ada yang bilang, "Semoga usahanya lancar terus ya, Mbak Dila.” Bagi saya itu seperti hadiah yang nggak ternilai. Doa-doa tulus mereka membuat saya makin bersyukur dan percaya kalau apa yang kita berikan dengan sepenuh hati, pasti juga kembali dalam bentuk kebaikan,” pungkas Dila.

Dila menyatakan bahwasanya perjalanan menjadi seorang makeup artist ialah perihal merias dan membangun hubungan baik dengan klien. Keberhasilan merias versinya adalah kala klien merasa puas, tambah percaya diri, dan memancarkan inner beauty.

 

Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Desainer: Salsabila Kamila Wardah

Kiprah

image-featured
6 Juli 2026

Kegagalan demi kegagalan berkompetisi karya ilmiah tak membuat Syaban Al Musyaffa Ibnu Ahmad berhenti menulis. Justru berbuah konten edukasi yang menginspirasi ribuan pengikutnya di Instagram.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
29 Juni 2026

Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.St.Ft., M.Kes. dikenal aktif meneliti proses pemulihan pasien pascastroke. Ia hadir menuntun pasien untuk segera pulih seperti sediakala.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
9 Mei 2026

Tulisan opini dan esai menjadi medium Farhan Abadie untuk mengeluarkan keresahannya. Meraih juara dan terbit di media massa nasional.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.