Abdul Afif Amrulloh membangun karier organisasinya dari langkah sederhana: bergabung dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sepanjang 2015-2016, pria yang akrab disapa Afif itu, menjabat sebagai bendahara umum IPM Grobogan.
Semasa berkuliah di Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Afif juga tergabung dalam sejumlah organisasi kemahasiswaan. Sebut saja Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UMS, Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al Ghozali Fakultas Psikologi, hingga Koordinator Komisariat IMM UMS.
Pengalaman berorganisasi semasa kuliah itu rupanya memacu Afif untuk mengembangkan diri di lingkup yang lebih luas. Selepas lulus pada 2020, ia bergabung dengan sejumlah organisasi kepemudaan di tingkat wilayah, baik kota/kabupaten, maupun provinsi.
Menurutnya, organisasi di luar kampus sudah lebih terarah pada jenjang karier tertentu atau peminatan khusus. “Jadi organisasi seperti itu sudah lebih berbasis antara eksplorasi karier, termasuk juga peminatan,” kata Afif saat dihubungi awal September lalu.
Organisasi kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia atau KNPI Surakarta menjadi tempatnya berlabuh. Afif dipercaya sebagai bendahara umum KNPI Surakarta masa bakti 2021-2025. KNPI adalah organisasi kepemudaan binaan Golongan Karya yang berdiri sejak 1973. Organisasi ini tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.
Afif melihat organisasi KNPI menjadi pintu pembuka lahirnya tokoh-tokoh publik. Anggota KNPI, kata dia, akan dituntut untuk memahami kultur pemuda di wilayah setempat, sekaligus memahami perkembangan profil di daerah masing-masing.
Bergabung dengan KNPI bukan tanpa alasan. Afif membawa misi mewakili Muhammadiyah dalam organisasi kepemudaan itu. Selain untuk lebih dikenal di kalangan umum, Afif ingin menjaga program dakwah dan eksistensi Muhammadiyah di Surakarta.
Afif bercerita, keikutsertaannya dalam KNPI membuka peluang jejaring yang lebih luas. Mulai dari kalangan pengusaha, hingga pejabat di Kota Surakarta. Manfaat jejaring ini pernah ia rasakan sewaktu menjadi panitia Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah’ pada November 2022 lalu.
“Waktu persiapan muktamar dulu, panitia sempat mengajukan audiensi dengan Wali Kota Surakarta. Tapi belum mendapat balasan. Kebetulan karena saya di KNPI, komunikasi dengan wali kota juga mudah dan bisa terjembatani,” kenangnya.
Komunikasi tersebut perlu dilakukan lantaran penyelenggara Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah’ hendak menggunakan sejumlah fasilitas milik Pemkot Surakarta. Misalnya, penggunaan Stadion Manahan, ataupun gedung-gedung milik Pemkot Surakarta yang digunakan untuk para penggembira muktamar.
Koordinasi dengan Pemkot Surakarta juga penting mengingat Muktamar digelar dalam masa pandemi Covid-19. Audiensi, kata Afif, bertujuan untuk menjembatani koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19. “Memastikan agar acara aman karena akan dihadiri kurang lebih dari 2 juta orang,” katanya.

Mengembangkan Bisnis Keluarga
Selepas lulus dari UMS pada 2020, pria kelahiran Grobogan, 4 Februari 1997, ini memutuskan untuk meneruskan usaha percetakan milik orang tuanya. Usaha percetakan bernama Harapan Mulia itu awalnya bergerak di bidang percetakan buku pelajaran.
Afif menuturkan usaha yang didirikan pada 2001 di kawasan Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah itu berfokus pada percetakan lembar kerja siswa yang digunakan untuk pengayaan materi para pelajar. Sejumlah produk lain seperti buku ajar mengaji.
Barulah pada 2021, Afif mengembangkan usahanya dengan membuka jasa percetakan kemasan produk bernama HM Pro. “Kita tidak hanya (melayani) kemasan makanan. Kami juga menyediakan kemasan untuk produk minyak kayu putih. Jadi ada beberapa jenis,” ungkap dia.
Sejumlah jenama kondang dari Kota Solo telah menggunakan jasa HM Pro. Mulai dari Abata Donuts, katering Niekmat Rasa, Tsabita Bakery, restoran Solo’s Bistro, hingga rumah makan Kusuma Sari.
Usaha percetakan tersebut telah memperlebar jangkauan pasarnya di Pulau Jawa. “Kalau Jawa, insyaallah, sudah ya. Kita juga pernah mengirimkan ke Kalimantan,” tambahnya. “Kemarin kami mencetak untuk Nisvara di Jakarta.”
Afif terus berusaha meningkatkan kapasitas produksi percetakannya. Kini, usahanya mampu mencetak 5.000 kemasan per jam. Alat cetak tersebut beroperasi selama delapan jam per hari. Tidak mengherankan jika usaha yang ia kelola mampu mencetak omzet Rp5 miliar per tahun.

Mewariskan Nilai Muhammadiyah
Bagi Afif, pendidikan memegang peran penting dalam pengembangan karakter dan wawasan pemuda. Itulah yang melandasi Afif untuk bergabung dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Afif mendapatkan amanah untuk menjabat sekretaris MPKSDI PDM Surakarta. Tugas utamanya membidangi urusan pendidikan kader dan menyiapkan sumber daya insani untuk keberlangsungan perkaderan Muhammadiyah Surakarta. Salah satu program unggulan MPKSDI adalah menyelenggarakan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan atau AIK.
“Program AIK tersebut bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta,” jelas Afif. Tidak heran jika dirinya juga mendapat amanah sebagai dosen AIK di UM PKU Surakarta.
Selain di kampus, Afif dan jajaran MPKSDI PDM Surakarta juga berkhidmat untuk membumikan AIK pada sejumlah amal usaha milik Muhammadiyah. Sebut saja pengkaderan guru sekolah milik Muhammadiyah di Solo Raya maupun Pimpinan Cabang, Ranting, serta Organisasi Otonom Muhammadiyah di Surakarta.
“Sementara ini peserta yang mendapat pendidikan oleh MPKSDI adalah guru-guru dan sejumlah perwakilan amal usaha yang lain,” Afif berharap program pengkaderan ini dapat memperkuat pemahaman mengenai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Tak hanya mengajarkan topik seputar AIK, Afif juga mengamalkan ilmu psikologi yang ia pelajari semasa kuliah. Lulusan program Magister Psikologi UMS ini mendapat amanah untuk membantu mendirikan prodi psikologi di Universitas Muhammadiyah Karanganyar. Ia mengajar sebagai dosen psikologi Umuka. Teranyar, ia didaulat sebagai ketua tim dosen Psikologi Umuka.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Teropong Jagat
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.








