Apa Itu Pcos pada Wanita?
Tanda-tanda PCOS pada Wanita
Mengapa PCOS Bisa Terjadi?
Apakah PCOS Bisa Sembuh?
Mitos yang Keliru

Apa Itu Pcos pada Wanita?

Siklus haid tak teratur, jerawat yang tak kunjung membaik, hingga berat badan yang sulit turun kerap diabaikan banyak wanita. Padahal, rangkaian keluhan tersebut bisa menjadi sinyal adanya Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau Sindrom Ovarium Polikistik.

PCOS adalah penyakit atau gangguan hormonal sekaligus metabolik pada perempuan usia reproduktif. Mengenali kondisi ini sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai komplikasi kesehatan di kemudian hari.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. A. Prima Diana, Sp.OG., menjelaskan PCOS ditandai oleh gangguan ovulasi, peningkatan hormon androgen, serta gambaran ovarium polikistik pada pemeriksaan USG.

“Gejala PCOS ini beragam, ya. Sekitar 6 hingga 13 persen yang mengalaminya adalah perempuan usia reproduktif,” ucap dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang akrab disapa Diana itu, Selasa (7/7/2026). Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor, mulai dari genetik, resistensi insulin, obesitas, hingga pola hidup sehari-hari.

Lebih dari sekadar gangguan siklus menstruasi, PCOS juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan kesuburan perempuan apabila tidak ditangani dengan tepat.

Tanda-tanda PCOS pada Wanita

Ciri PCOS tak selalu sama pada setiap perempuan. Ada yang mengalami gangguan haid sebagai keluhan utama, sementara yang lain lebih terganggu oleh perubahan fisik maupun masalah kesuburan.

Diana menjelaskan gejala yang paling umum meliputi haid yang tidak teratur atau jarang datang, sulit hamil akibat gangguan ovulasi, jerawat yang menetap, pertumbuhan rambut berlebih pada wajah atau tubuh (hirsutisme), rambut rontok dengan pola menyerupai kebotakan laki-laki, kenaikan berat badan, hingga munculnya kulit yang menghitam pada lipatan tubuh atau acanthosis nigricans.

Namun, dirinya mengingatkan bahwa haid tidak teratur belum tentu jadi pertanda seseorang mengalami PCOS. “Haid nggak teratur juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti hiperprolaktinemia, hipotiroidisme, premature ovarian insufficiency, stres berat, maupun penurunan berat badan yang ekstrem. Karena itu diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya,” ungkapnya.

Mengapa PCOS Bisa Terjadi?

Penyebab PCOS, kata Diana, ialah kombinasi berbagai faktor yang hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab tunggalnya. Para ahli meyakini bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh interaksi antara faktor keturunan, gangguan metabolisme, serta gaya hidup.

gejala pcos, apa itu pcos pada wanita, ciri pcos, penyebab pcos adalah, apakah pcos bisa sembuh, pcos adalah penyakit, tanda-tanda pcos pada wanita, perawatan pcos

“Salah satu faktor penting adalah resistensi insulin. Ketika tubuh mengalami resistensi insulin, kadar insulin dalam darah meningkat sehingga dapat merangsang ovarium menghasilkan hormon androgen lebih banyak dari seharusnya,” jelas Diana. Peningkatan hormon inilah yang kemudian mengganggu proses ovulasi.

Selain itu, perempuan yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat PCOS mempunyai risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa. Obesitas juga diketahui memperberat resistensi insulin sehingga gejala menjadi semakin nyata.

“Nah, faktor lain yang turut berperan adalah inflamasi kronik ringan yang terjadi di dalam tubuh,” imbuh dia.

Berdasarkan penjelasan Diana, dokter biasanya menggunakan Rotterdam Criteria sebagai acuan diagnosis. Seseorang dinyatakan mengalami PCOS apabila memenuhi minimal dua dari tiga kriteria, yaitu gangguan ovulasi atau menstruasi, adanya tanda hiperandrogen baik secara klinis maupun hasil laboratorium, serta gambaran ovarium polikistik pada pemeriksaan USG.

“Untuk memastikan diagnosis, dokter juga melakukan pemeriksaan hormon, seperti luteinizing hormone (LH), follicle stimulating hormone (FSH), testosteron total maupun bebas, prolaktin, dan thyroid-stimulating hormone (TSH),” sebut Diana. Dilakukan pula pemeriksaan metabolik berupa gula darah puasa, HbA1c, serta profil lipid guna menyingkirkan penyebab lain sekaligus menilai risiko penyakit metabolik yang menyertai.

Apakah PCOS Bisa Sembuh?

Diana menjelaskan PCOS umumnya tidak dapat sembuh secara total, tetapi gejalanya dapat dikendalikan dengan baik. Penanganan disesuaikan dengan tujuan setiap pasien.

Bagi perempuan yang belum merencanakan kehamilan, dokter dapat memberikan pil kontrasepsi kombinasi untuk membantu mengatur siklus menstruasi. Bila diperlukan, terapi antiandrogen juga dapat diberikan untuk mengatasi keluhan akibat tingginya hormon androgen.

“Sementara itu, bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan, fokus terapi adalah membantu terjadinya ovulasi melalui induksi ovulasi sesuai indikasi medis,” kata Diana.

Perawatan PCOS sebenarnya tak selalu bergantung pada obat-obatan. Justru, kata Diana, perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam mengendalikan penyakit ini.

Diana menyarankan pasien dengan diagnosa PCOS untuk menjaga berat badan dengan target penurunan sekitar 5 hingga 10 persen apabila mengalami kelebihan berat badan. “Penurunan berat badan yang relatif kecil sekalipun terbukti dapat memperbaiki proses ovulasi,” ujarnya.

Selain itu, olahraga secara rutin, mengurangi konsumsi gula sederhana, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta memperbaiki kualitas tidur menjadi langkah sederhana pula yang berdampak besar terhadap pengendalian PCOS.

Mitos yang Keliru

Hingga kini, Diana mengaku masih kerap menjumpai berbagai anggapan keliru soal PCOS di tengah masyarakat. Mitos-mitos tersebut tak jarang membuat perempuan terlambat memeriksakan diri atau justru merasa putus asa setelah mendapatkan diagnosis.

Salah satu mitos yang paling sering ia dengar adalah anggapan bahwa perempuan dengan PCOS pasti tidak bisa memiliki anak. “Itu tidak benar. PCOS memang dapat mengganggu proses ovulasi sehingga peluang kehamilan menurun, tetapi banyak perempuan dengan PCOS tetap berhasil hamil setelah menjalani terapi dan penanganan yang tepat,” sanggah Diana.

Mitos lain yang juga kerap muncul ialah setiap temuan kista pada hasil USG berarti seseorang mengalami PCOS. Diana menegaskan tidak semua kista ovarium merupakan PCOS.

“Diagnosis nggak bisa dilihat berdasarkan hasil USG saja, melainkan harus memenuhi kriteria medis tertentu dan didukung pemeriksaan menyeluruh,” imbuhnya.

Diana juga meluruskan anggapan bahwa PCOS hanyalah persoalan siklus haid. Faktanya, kondisi ini merupakan gangguan hormonal dan metabolik yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, hingga hiperplasia endometrium apabila tidak dikelola dengan baik.

Tak kalah sering, masih ada kepercayaan bahwa PCOS akan sembuh dengan sendirinya setelah perempuan menikah. Ini juga tak benar. PCOS tetap memerlukan penanganan melalui terapi yang sesuai dan perubahan gaya hidup.

Sebagai penutup, Diana mengimbau perempuan agar tidak mengabaikan tanda-tanda PCOS dan segera memeriksakan diri ke dokter jika gejalanya muncul. “Semakin cepat didiagnosis, semakin baik pengendalian komplikasi jangka panjang,” pungkasnya.

 

Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Kiprah

image-featured
6 Juli 2026

Kegagalan demi kegagalan berkompetisi karya ilmiah tak membuat Syaban Al Musyaffa Ibnu Ahmad berhenti menulis. Justru berbuah konten edukasi yang menginspirasi ribuan pengikutnya di Instagram.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
29 Juni 2026

Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.St.Ft., M.Kes. dikenal aktif meneliti proses pemulihan pasien pascastroke. Ia hadir menuntun pasien untuk segera pulih seperti sediakala.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
9 Mei 2026

Tulisan opini dan esai menjadi medium Farhan Abadie untuk mengeluarkan keresahannya. Meraih juara dan terbit di media massa nasional.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.