Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Mengenai Peran dan Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan di Kalangan Muhammadiyah Tahun 2025. Kegiatan ini diadakan di Aula FEB UMS, Kamis (15/5/2025).

Sosialisasi tersebut dibuka dengan sambutan Dekan FEB UMS Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si., yang menyampaikan pentingnya literasi keuangan, khususnya mengenai penjaminan simpanan, bagi civitas academica dan masyarakat Muhammadiyah secara umum.

“Pemahaman terhadap mekanisme penjaminan simpanan menjadi krusial, terutama dalam menghadapi dinamika industri perbankan yang sangat cepat dan kompleks,” ujar Anton.

Usai sambutan, agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dua pembicara utama, yakni Sekretaris Program Studi Magister Manajemen FEB UMS Muhammad Sholahuddin, S.E., M.Si., Ph.D. dan Kepala Tim Edukasi LPS Muhammad Arifin.

Muhammad Sholahuddin memberikan penjelasan dari sisi akademis terkait pentingnya peran LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Ia juga menekankan bagaimana pemahaman masyarakat terhadap keberadaan LPS turut mendukung ketahanan sektor perbankan di tengah tantangan ekonomi global.

“Saya kira jaminan simpanan itu bukan hanya sekedar jumlah nominal uang saja, melainkan bagaimana simpanan yang kita simpan di perbankan itu sejalan dengan misi kita. Apalagi kalau kita membawa nilai-nilai yang baik begitu, ya,” kata dia.

Dosen FEB UMS yang akrab disapa Sholahuddin itu juga berbagi ilmu tentang manajemen keuangan organisasi. Menurut dia, setiap organisasi pasti memiliki tujuan. Pengurus organisasi bagian keuangan wajib mempunyai keterampilan untuk mengatur keuangan organisasinya.

“Bayangkan saja, kalau sebuah organisasi ada dana, kemudian tidak ada pengelolaan keuangannya. Akibatnya bagaimana? Jebol, kacau balau. Itu organisasi,” katanya.

Sementara pembicara kedua, Muhammad Arifin menjelaskan posisi strategis lembaga tersebut sebagai penjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan. “Ketika sebuah bank bangkrut atau dilikuidasi, masyarakat tidak perlu panik. LPS hadir untuk menjamin simpanan nasabah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

LPS menjadi penting, lanjut Arifin, lantaran dalam kondisi bank tutup atau dilikuidasi, masyarakat tetap dapat memperoleh jaminan atas simpanannya. Ia juga menekankan dana yang dihimpun oleh perbankan tidak hanya disimpan, tetapi juga disalurkan ke berbagai sektor pembangunan nasional seperti fasilitas umum dan kegiatan ekonomi produktif.


Kepala Tim Edukasi LPS Muhammad Arifin menjelaskan posisi strategis lembaga tersebut sebagai penjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan di Aula FEB UMS, 15 Mei 2025. Humas UMS/Gede Arga

“LPS itu bukan asuransi. Dalam struktur kelembagaan, LPS merupakan lembaga negara setingkat menteri yang termasuk dalam kategori Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK), seperti halnya Bank Indonesia dan OJK. Dana operasionalnya berasal dari premi yang dibayarkan oleh industri perbankan, bukan dari masyarakat,” jelas dia runtut.

Melalui kegiatan diskusi dan tanya jawab, kedua pembicara menguji sejauh mana pemahaman peserta terhadap LPS dan pentingnya lembaga ini dalam sistem keuangan negara di akhir sesi acara . “Kalau jawabannya sudah benar, berarti sosialisasinya selesai, kita tinggal diskusi saja,” ujar Arifin disambut tawa para peserta.

Seorang mahasiswa bernama Adam berhasil menjawab dengan tepat pertanyaan seputar peran LPS dan langsung menerima hadiah merchandise dari penyelenggara. Sosialisasi ini memang diharapkan oleh penyelenggara agar meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda, khususnya mahasiswa Muhammadiyah terhadap peran strategis LPS dalam menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.


Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Maysali Sudarwati

Kiprah

image-featured
9 Mei 2026

Tulisan opini dan esai menjadi medium Farhan Abadie untuk mengeluarkan keresahannya. Meraih juara dan terbit di media massa nasional.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
7 Mei 2026

Seorang dokter tak hanya dituntut cermat mendiagnosis, tetapi juga piawai memahami pasien secara utuh. Itulah alasan Yusuf Alam Romadhon merintis Prodi Kedokteran Keluarga Layanan Primer di UMS.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
1 April 2026

Pengalaman Salsabila Khoirun Nisa terjun langsung ke masyarakat membentuk minatnya menjadi surveilans epidemiologi dan pencegahan penyakit berbasis data.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.