Kabar gembira datang dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pasalnya, dalam pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2025, yang dirilis pada Rabu (9/10/2024), UMS berhasil menduduki peringkat 1201-1500 dunia.
Peringkat tersebut membuat UMS meraih predikat kampus swasta terbaik di Indonesia bersama BINUS University. Kedua kampus berhasil menorehkan overall score sebesar 25.2-30.6.
Dari 31 PTN dan PTS yang dinilai, UMS dan BINUS University berhasil menjadi kampus swasta yang bertengger di peringkat kedua di Indonesia. Sejajar dengan perguruan tinggi negeri kondang seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Sebelas Maret.

Ini merupakan debut UMS dalam pemeringkatan THE, yang konon cukup sulit untuk ditembus perguruan tinggi di Indonesia. Dengan capaian gemilang ini, UMS berhasil mengungguli kampus swasta lain, seperti Universitas Islam Indonesia, Telkom University, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Malang, hingga Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Menurut Wakil Rektor V UMS Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D., UMS dalam THE WUR 2025 berhasil menunjukkan “taringnya”. Sebab, pemeringkatan yang dilakukan THE dipandang sulit dan berat oleh sebagian kampus negeri maupun swasta di Indonesia dibanding pemeringkatan yang dilakukan Quacquarelli Symonds (QS).
“Ini memang suatu capaian yang membanggakan untuk UMS,” terang Supriyono, Rabu (9/10/2024).
Baca juga: UMS Kampus Islam Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2025
Kampus Swasta dengan Riset Berkualitas
Ada lima indikator yang digunakan dalam THE WUR 2025, yakni teaching (pengajaran) dengan bobot 29,5 persen, research environment (lingkungan riset) dengan bobot 29 persen, research quality (kualitas riset) dengan bobot 30 persen, industry (industri) dengan bobot 4 persen, dan international outlook (pandangan global) dengan bobot 7,5 persen.
UMS berhasil mencatatkan teaching dengan skor 16,3. Disusul research environment sebesar 9,2; research quality dengan skor 58,2; industry dengan skor 17,6; dan international outlook dengan skor 31,2. Indikator research quality menjadi yang tertinggi sekaligus nomor satu nasional.
Supriyono menjelaskan indikator research quality tersebut didukung dengan jumlah dokumen yang terbit di Scopus yang mencapai lebih dari 2.500 dokumen. Dirinya menduga perbandingan antara sitasi dengan jumlah dokumen yang terbit di Scopus menjadi faktor penentu penilaian dalam THE WUR 2025.
Capaian tersebut tidak lepas dari komitmen UMS yang terus mendukung civitas academica untuk mempublikasikan luaran penelitian mereka ke dalam jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus Q1, seperti The Lancet, Journal of The American College of Cardiology, Cancers, Life, Nature, Injury Prevention, Schizophrenia Bulletin, hingga BMC Medicine.
“Tidak setiap penelitian bisa masuk ke dalam jurnal-jurnal tersebut. Seperti jurnal The Lancet, Nature, Cancers, itu jurnal yang sangat kompetitif untuk menerbitkan penelitian di sana,” imbuh dia.
Baca juga: UMS Masuk Peringkat Internasional dalam THE Impact Rankings 2024
Ruang Perbaikan
Namun, tantangan bagi perguruan tinggi swasta terbaik ini masih terbuka lebar. Ini terlihat dari indikator industry yang menjadi indikator terendah. Ada dua faktor yang perlu ditingkatkan di tahun-tahun mendatang, yakni sumber pendanaan riset dari kalangan industri dan hak paten peneliti UMS yang digunakan oleh kalangan industri.
“Kita masih punya peluang yang besar untuk dinaikkan (peringkatnya) dari indikator yang lain. Misalkan teaching dan research environment itu masih bisa kita tingkatkan. Sementara itu, kita juga harus berjuang keras untuk mempertahankan research quality,” tegas Wakil Rektor V UMS itu.
Ditemui terpisah, Kepala Biro Humas dan Pemeringkatan UMS, Gunawan Ariyanto, S.T., M.Comp.Sc, Ph.D., optimis capaian UMS dalam THE WUR 2025 dapat memacu transformasi yang telah dilakukan terutama dalam bidang I yakni pengajaran dan riset. Ini terlihat dari ikhtiar UMS yang mulai mengedepankan kualitas riset dan luaran yang dihasilkan.
“Kalau kemarin-kemarin itu memang kuantitas riset yang kita kejar, seperti jumlah artikel Scopus. Kalau sekarang kita sangat concern dengan kualitas riset itu sendiri,” imbuhnya. Peningkatan mutu riset ini terlihat dari luaran riset yang banyak terbit di jurnal internasional bereputasi dengan impact yang lebih besar.
Gunawan berharap capaian ini dapat melecut motivasi seluruh bidang di UMS untuk menyelaraskan transformasi yang sedang dilakukan UMS. Sebab, hasil yang dicapai dalam THE WUR 2025 menunjukkan kualitas riset dan peneliti UMS mampu bersaing di kancah global.
“Semoga agenda transformasi yang ada ataupun yang sedang direncanakan dapat diperkuat, sehingga output-nya baik di bidang pembelajaran maupun riset bisa terus meningkat,” ujarnya.
Penulis: Gede Arga Adrian, Maysali
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Penelitian
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







