Belajar di luar negeri adalah kesempatan emas untuk mendapat wawasan baru. Itulah yang dirasakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Salsabila Azzahra, yang telah selesai menjalani studi double degree dan meraih gelar Bachelor of Communication dari Dong-A University, Korea Selatan.

Salsabila mengungkapkan dirinya tidak pernah menyesal mengambil program double degree di Dong-A University. Menurutnya, kampus tersebut sangat mengayomi mahasiswa asing yang menempuh studi di universitas yang terletak di Busan, Korea Selatan itu.

“Saya sangat bersyukur telah memilih untuk kuliah di Dong-A University. Kampus ini sangat mengayomi mahasiswa asing yang sedang melakukan studi di Korea Selatan dengan banyaknya program yang diadakan khusus untuk mereka (mahasiswa asing),” ungkapnya, Kamis (5/9/2024).

Mahasiswi yang mengambil Jurusan Media Communication ini mengaku banyak mendapat kisah menarik selama berkuliah di Negeri Ginseng. Salah satu pengalaman yang tidak terlupakan adalah saat liburan musim dingin tahun lalu.

“Jurusan saya, Media Communication, mengadakan program 2 Days 1 Night Korean Experiences in Jeju khusus bagi mahasiswa asing. Pengalaman ini sangat mengesankan bagi saya, terutama karena kami tidak dipungut biaya sepeser pun. Awalnya saya berpikir bahwa kehidupan kampus hanya terbatas pada kegiatan di kelas. Tetapi program ini mengubah pandangan saya,” paparnya.

Awalnya, Salsabila berpikir bahwa kehidupan kampus di Korea Selatan hanya terbatas pada kegiatan kelas. Namun, program menjelajahi Pulau Jeju–sebuah pulau di selatan semenanjung Korea–telah mengubah pandangannya tentang dunia perkuliahan. Dia memandang Dong-A University sangat peduli terhadap pengembangan potensi mahasiswanya.

Agenda di Pulau Jeju itu tidak hanya mengunjungi tempat wisata, tetapi juga berdiskusi mengenai pandangan mahasiswa asing terhadap potensi pengembangan industri pariwisata Pulau Jeju. 

“Melalui diskusi ini, saya mendapatkan banyak wawasan baru serta pengalaman belajar yang berbeda dan sangat bermanfaat,” terang Mahasiswi Ilmu Komunikasi Angkatan 2019 itu.

Mengikuti program double degree juga membuat Salsabila merasakan sensasi pembelajaran jenjang sarjana di Korea Selatan. Menurutnya, pola pembelajaran jenjang sarjana di Korea Selatan hampir sama dengan di Indonesia. Hal ini mencakup kegiatan perkuliahan hingga tugas kelompok.

Namun, Salsabila melihat perbedaan justru terlihat dari tingkat kedisiplinan yang tinggi. Misalnya saat seorang mahasiswa datang terlambat dua menit sejak jam perkuliahan dimulai, maka akan dianggap terlambat dan berimbas pada pengurangan jumlah kehadiran. “Profesionalitas dijaga dari hal-hal kecil sekalipun,” tegasnya.

Salsabila mengaku lama masa kuliah yang ia tempuh adalah tiga tahun, dengan rincian satu tahun untuk kelas bahasa Korea dan dua tahun masa perkuliahan. 

Tiga tahun mengenyam studi double degree telah membuka pandangan Salsabila terhadap kehidupan sosial dan pendidikan yang berbeda. Pergulatannya di tanah rantau telah memacu dirinya untuk beradaptasi dan berbaur dengan lingkungan sekitar. Berkat kemampuannya beradaptasi, Salsabila akhirnya mendapat keluarga dan teman baru di perantauan.

“Hidup di perantauan memang mengajarkan kita untuk mandiri, tetapi bukan berarti kita harus merasa sendirian,” tambahnya.

Melalui program double degree, dia mengaku memperoleh wawasan yang lebih luas dan kemampuan untuk melihat berbagai hal dari perspektif yang berbeda. Dia berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang telah ia peroleh ke dalam kehidupan sosial dan profesionalnya. 

“Program ini telah membantu saya menemukan passion serta kemauan sejati yang ada dalam diri saya, dan saya berharap bisa terus mengembangkannya di masa depan,” pungkasnya.


Penulis: Fika

Editor: Gede

Sumber: News UMS

Penelitian

image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
11 April 2026

Kandungan gizi MPASI berkaitan dengan keputusan ibu. Pemberdayaan perempuan dan dukungan sosial menjadi kunci gizi buah hati terpenuhi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
6 Maret 2026

Penanganan bencana harus selaras dengan komunikasi bencana yang cepat, tepat, dan berempati pada korban. Mendukung pemulihan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.