Ergonomis

Kebutuhan meja multifungsi yang nyaman digunakan sangat penting bagi usaha rambak kulit milik Siti Romlah di Desa Kerten, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sebab, usaha yang memiliki 55 karyawan itu masih melakukan pemotongan kulit sapi dengan alat potong sederhana yang terbuat dari bambu. 

Penggunaan alat potong sederhana itu bukan tanpa risiko. Sayatan pisau pada jemari sejumlah karyawannya sudah menjadi hal yang biasa. “Ya sering tersayat,” kata salah satu karyawan usaha rambak kulit itu. 

Kondisi itu membuat Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Ipteks (PKM-PI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berinovasi menciptakan meja multifungsi yang ergonomis. Mereka menamainya Slice Bin Table: meja multifungsi untuk memotong kulit sapi, sayuran, dan buah-buahan.

Ketua Tim PKM-PI UMS Maiasi Agung Rahayu menuturkan Slice Bin Table dilengkapi dengan enam fitur, yakni penggaris 30 sentimeter, pegangan tangan atau handguard, lubang penampung hasil potongan, laci, wadah minyak, dan empat kotak tempat bahan baku. 

Tim PKM-PI UMS menyerahkan Slice Bin Table kepada pengrajin rambak kulit sapi di Desa Kerten, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, 5 September 2025. Dok.Pribadi

Perempuan yang akrab disapa Maia itu menyebut fitur Slice Bin Table dirancang untuk mengakomodir rutinitas karyawan pabrik rambak kulit milik Siti Romlah. Fitur handguard, misalnya, bertujuan agar tangan tidak bersentuhan langsung dengan mata pisau. “Untuk meminimalisir kecelakaan kerja seperti tersayat,” kata Maia dalam wawancara virtual, Rabu (24/9/2025).

Selama ini, kata Maia, pengrajin rambak kulit menggunakan alat khusus dari bambu. Pisau pemotong dipasangkan di tengah-tengah bambu. Terdapat lubang tipis memanjang yang sejajar dengan pisau. “Mirip pemotong kertas,” imbuh mahasiswi Teknik Industri UMS itu. 

Slice Bin Table juga dilengkapi dengan lubang berdiameter 20 sentimeter untuk menampung kulit sapi yang telah dipotong. Lubang tersebut juga dapat berfungsi sebagai tempat sampah untuk menampung kulit sayuran. Menurut Maia, keberadaan lubang ini akan meminimalisir kontaminasi pada bahan makanan.

Ergonomis

Maia tidak bekerja sendiri dalam mengembangkan Slice Bin Table. Ia dibantu empat kawannya, yakni Rossydu Ulin Nuha, mahasiswa Teknik Mesin; Nova Dilla Paramitha, mahasiswa Teknik Industri; Wekly Angelia Soraya, mahasiswa Teknik Kimia; dan Haniifah Hanun Hibatullah, mahasiswa Fisioterapi. Penggarapan Slice Bin Table mendapat arahan dari dosen pembimbing, Ratnanto Fitriadi S.T., M.T.

Maia mengatakan proses produksi dimulai dengan melakukan riset sepanjang September-Desember 2024. Riset dilakukan dengan menganalisis tempat usaha, kondisi usaha, dan kondisi fisik pekerja.

Proses produksi meja kemudian dilakukan sejak bulan Juli. Produksi dilakukan setelah pengumuman lolos pendanaan senilai Rp7 juta dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ukuran meja, Maia menerangkan, telah dibuat ergonomis dengan menyesuaikan postur fisik pengrajin rambak kulit sapi. Meja tersebut memiliki panjang 96 sentimeter, lebar 60 sentimeter, dan tinggi 72 sentimeter. “Menyesuaikan tinggi siku rata-rata pekerja,” jelasnya.

Sisi ergonomis menjadi poin penting yang coba diketengahkan oleh Maia dan timnya. Tujuannya agar para pengrajin rambak tidak perlu membungkukkan badan selagi memotong kulit sapi. 

Kayu kaso belina dipilih sebagai bahan baku utama pembuatan Slice Bin Table. Kayu ini tergolong kelas kuat I dan kelas awet I, sehingga mampu menopang beban berat dan tahan lama. Kayu belina juga tahan terhadap serangan rayap dan tidak mudah lapuk. 

Maia mengaku pengerjaan meja itu dilakukan secara manual dengan mengerahkan tenaga seluruh anggota timnya. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, timnya mampu memproduksi satu buah meja Slice Bin Table untuk diujicobakan ke pabrik milik Siti Romlah. 

Kini, meja Slice Bin Table tengah dipersiapkan oleh Maia dan timnya untuk melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2025. “Pengumumannya November nanti. Mohon doanya,” harap Maia.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Penelitian

image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
11 April 2026

Kandungan gizi MPASI berkaitan dengan keputusan ibu. Pemberdayaan perempuan dan dukungan sosial menjadi kunci gizi buah hati terpenuhi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
6 Maret 2026

Penanganan bencana harus selaras dengan komunikasi bencana yang cepat, tepat, dan berempati pada korban. Mendukung pemulihan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.