Mengentaskan Pendidikan Tak Setara
Disambut Masyarakat dengan Tangan Terbuka
Lika-liku Pembangunan Kelas Baru
Akses Pendidikan Gratis

Mengentaskan Pendidikan Tak Setara

Musim kemarau yang terasa menyengat menemani langkah Sarjito menuju pemukiman warga Desa Tli’u, Amanuban Timur, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur kala itu. Ia tak sendirian, bersama Majelis Pembedayaan Masyarakat (MPM) yang menggandeng sejumlah pejabat Muhammadiyah, rektor universitas Muhammadiyah, dan rekan-rekan sejawat, mereka berinisiatif untuk mengentaskan pendidikan tak setara di desa terpencil itu. Sejenak ia bergeming mengingat kabar yang sebelumnya telah sampai ke telinganya adalah fakta. Tentang anak-anak Tanah Timor yang menunggu kesempatan untuk mengenyam pendidikan setara.

111 tahun berkiprah, konsistensi Muhammadiyah untuk turut mencerdaskan bangsa tak pernah sekalipun surut. Program-program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat terus digencarkan demi menjamin mutu pendidikan anak-anak di negeri ini, tak terkecuali Desa Tli’u. 

“Tahun itu kondisi pendidikan Desa Tli’u memprihatinkan sekali, dan mungkin bukan hanya di Desa Tli’u, mengingat ketimpangan pendidikan di negeri kita ini sangatlah mencolok, khususnya antara wilayah barat dan timur Indonesia. Kebetulannya SD di Desa Tli’u baru memiliki tiga lokal, yakni ruang untuk kelas 1, 2, dan 3. Padahal anak-anak yang kelas 3 sudah memasuki semester genap dan siap untuk naik ke kelas 4, namun kelasnya tidak ada,” ingat Sarjito yang baru-baru ini kami temui secara daring. Nelangsa, begitulah kira-kira gambaran kondisi pendidikan Desa Tli’u 2016 silam. 

Keadaan tersebut semakin mengoyak batin dan pikiran rekan-rekan Muhammadiyah untuk membenahi pendidikan di Desa Tli’u. Secara proaktif, UMS kemudian memelopori pembangunan dan pengembangan tiga unit kelas baru Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Tli’u yang dikemas dalam program pengabdian masyarakat.

“Ini merupakan proyek bersama antara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Karena bagi kami, pendidikan berkualitas di tingkat dasar sangatlah penting untuk membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan generasi muda,” tambahnya selaku ketua pengabdian di Tli’u.

Diketahui SD Muhammadiyah Tli’u berdiri di atas tanah seluas tujuh hektar yang merupakan wakaf dari keluarga Abdul Qodir Lenamah asli Tli’u, lulusan Pondok Shabran UMS angkatan 1982. Dalam cerita Sarjito, Abdul Qodir kembali ke tanah kelahiran untuk menyejahterakan masyarakatnya. Dengan uluran tangan Muhammadiyah, asanya dapat tertampung dan mulai terealisasikan.

Disambut Masyarakat dengan Tangan Terbuka

Meski mayoritas penduduk Desa Tli’u merupakan umat Nasrani, respon positif dan penerimaan terhadap bantuan yang ditawarkan oleh Muhammadiyah menggambarkan betapa tingginya sikap toleransi para penduduknya. Ibarat saling bermandi peluh, masyarakat setempat juga turut bergotong-royong membantu pembangunan kelas baru tersebut.

“Masyarakat setempat menerima kehadiran Muhammadiyah dengan tangan terbuka, yang sekaligus menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan tak terbatas pada perbedaan keyakinan beragama,” jabar Guru Besar Fakultas Teknik UMS itu.

Lika-liku Pembangunan Kelas Baru

Dalam program pembangunan dan pengembangan kelas baru tersebut tim pengabdian masyarakat UMS terjun langsung untuk memberikan asistensi mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan pembangunan yang diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp650 juta. Salah satu anggota tim pengabdian yang berhasil kami wawancarai adalah Hasyim Asy’ari, Dosen Teknik Elektro UMS.

“Saat sudah mendapat desain dan denah proyek, saya langsung mengecek jumlah titik lampunya, stop kontaknya, dan lain-lain untuk mengukur beban yang dibutuhkan unit. Hanya saja, jaringan kelistrikan saat itu belum masuk ke lokasi, sehingga kami pun harus bekerja sama dengan PLN. Salah satu cara menjaga ketersediaan listrik adalah dengan menarik kabel panjang dari PLN yang dialiri muatan listrik agar pengerjaan proyek bisa berjalan kondusif,” ujar Hasyim selaku mekanikal elektrikal pengabdian kala itu.

Hambatan yang sedemikian rupa membuat Hasyim tak memungkiri bahwa ketersediaan listrik terkadang padam. Hasyim dan rekan-rekan kemudian berpikir untuk memasang instalasi panel surya. Selain energi cahaya matahari mudah diperoleh, penggunaan panel surya juga mampu menghemat penggunaan listrik dan menekan biaya supaya tak membengkak.

“Akhirnya kami mulai menghitung, kebutuhan penggunaan listrik di malam hari itu berapa jam jika kita pakai instalasi panel surya. Sekarang sih, saya yakin Desa Tli’u sudah masuk listrik, karena sewaktu tim pengabdian Prof. Sarjito datang, PLN juga bergegas memasang tiang-tiang listrik, meskipun seingat saya di tahun itu belum terdapat kabel-kabel yang mengalirkan listrik,” sambungnya.

Akses Pendidikan Gratis

Setelah tiga kelas baru diresmikan, memperjuangkan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu adalah tugas MPM berikutnya. Langkah ini tak hanya menjadi wujud nyata dari misi kemanusiaan Muhammadiyah, tetapi juga sebagai jawaban atas kesenjangan akses pendidikan yang masih saja menjadi isu pelik di tengah masyarakat Indonesia. 

“Dukungan dana untuk anak-anak tentu sudah kami pikirkan. Pendidikan gratis yang ditawarkan Muhammadiyah bersumber dari donasi. Selain itu, dukungan dari perusahaan-perusahaan besar yang menyediakan sponsor juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam memastikan kelancaran operasional sekolah-sekolah Muhammadiyah,” tambah Sarjito dengan saksama.

Tak ada kata ‘rugi’ dan ‘untung’ dalam kamus Muhammadiyah. Sarjito memberikan kami perumpaan tentang sosok Kyai Ahmad Dahlan yang justru mencari murid-murid dan menyediakan sekolah untuk masyarakat di Kauman, Yogyakarta pada masanya. “Begitu pun kami sekarang, mencerdaskan bangsa adalah amal jariyah. Kami tak mengharap segala bentuk imbalan. Kami hanya sedang berjuang menciptakan masyarakat yang berbudaya dan beradab melalui pendidikan yang berkualitas. Akan selalu ada hikmah dari segala bentuk ketulusan yang kita kerjakan.”

Melihat dari kacamata Muhammadiyah, pendidikan berkualitas harus terjamah oleh anak-anak di Indonesia tanpa pengecualian. Uluran tangan Muhammadiyah dan berbagai pihak telah menorehkan jejak nyata perubahan, khususnya dalam program pembangunan dan pengembangan tiga unit kelas baru SD Muhammadiyah Tli'u yang didasarkan atas tujuan mulia, yakni memberikan akses pendidikan yang berkualitas dan setara bagi anak-anak di wilayah timur Indonesia. 

“Melalui program yang telah terlaksana itu, kami berharap ketimpangan pendidikan antara wilayah barat dan timur Indonesia dapat terus diperkecil. Sehingga semua anak-anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Semoga upaya kami bisa menjadi tonggak tambahan yang menginspirasi adanya perbaikan pendidikan di wilayah-wilayah terpencil lainnya di Indonesia," tutup Sarjito yang sekaligus mengakhiri perbincangan daring kami.

Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Pusat Studi UMS

Berita Unggulan

image-featured
14 Juni 2026

Smogra adalah aplikasi digital besutan tim peneliti UMS. Mengintegrasikan berbagai teknologi IoT untuk menciptakan pelajar yang peduli terhadap lingkungan.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
14 Juni 2026

Pameran teknologi otomasi kembali digelar oleh Prodi PTI UMS. Menampilkan 16 karya terbaik buatan mahasiswa PTI semester enam.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
14 Juni 2026

40 kelompok mahasiswa TI UMS semester 6 memamerkan proyek akhir Capstone Project. Karya mereka berupa inovasi aplikasi, sistem informasi, kecerdasan buatan, hingga teknologi IoT.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.