Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meneken kerja sama strategis dengan Kementerian Perdagangan dalam rangka mewujudkan wirausahawan muda berorientasi global.

Wakil Rektor V UMS Prof. Supriyono , S.T., M.T., Ph.D. menjelaskan kerja sama tersebut bertujuan untuk mendorong mahasiswa UMS agar dapat melakukan ekspor hasil karya kewirausahaan mereka.

“Kita berusaha menghadirkan wirausahawan muda untuk berorientasi global dan bisa mengekspor barang,” ujar Supriyono, Sabtu (4/4/2026). Supriyono menjelaskan penandatanganan tersebut dilakukan pada agenda kick-off Campuspreneur di Universitas Sebelas Maret, 2 April 2026.  

Wakil Rektor V UMS Prof. Supriyono , S.T., M.T., Ph.D. (kiri) bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso (dua dari kiri) usai penandatanganan kerja sama strategis dalam kick-off Campuspreneur di UNS, 2 April 2026. Humas UMS/Gede Arga Adrian

Campuspreneur adalah program pengembangan wirausaha muda berorientasi ekspor yang diinisiasi Kementerian Perdagangan RI bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Program ini bertujuan untuk mencetak mahasiswa menjadi eksportir dan pengusaha muda.

Kerja sama tersebut, kata Supriyono, akan membuka kesempatan bagi mahasiswa UMS untuk mengikuti program pelatihan dan pemberdayaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan.

“Harapan kita mahasiswa UMS tidak hanya mencari pekerjaan, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan,” imbuh dia. 

Mahasiswa UMS tengah menjelaskan karya kewirausahaan mereka dalam pameran Campuspreneur di UNS. Humas UMS/Gede Arga Adrian

Selain penandatanganan kerja sama, sejumlah mahasiswa UMS turut memamerkan karya wirausaha mereka dalam Campuspreneur 2026. Empat karya yang dipamerkan, antara lain papan permainan Emotimu Board, jenama fesyen Kubik Society, fesyen ramah lingkungan Ecograss Print, dan madu Klanceng Edufarm.

Mahasiswa UMS, yang menjadi pengembang dari masing-masing karya, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berkesempatan mengikuti sesi konsultasi atau coaching clinic dengan konsultan dari Kementerian Perdagangan.

Anggota tim Emotimu Board, Mohammad Ihsan, mengaku coaching clinic sangat penting bagi pengembangan Emotimu Board selanjutnya. Materi pembekalan tersebut meliputi strategi desain kemasan, branding, dan awareness produk.

“Alhamdulillah kami dapat banyak insight baru untuk mengembangkan produk kami yang masih di tahap bertumbuh,” jelas Ihsan optimis.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Genis Dwi Gustati

Karya Mahasiswa

image-featured
21 Juli 2026

Mahasiswa UMS meracik obat penyembuh luka diabetes dari daun kelor dan daun mimba. Sukses memboyong emas dalam WYIE 2026 di Malaysia.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
26 Mei 2026

DentAware karya mahasiswa FKG UMS diperkaya lima fitur skrining berbasis AI. Mendeteksi masalah gigi dan mulut secara cepat dan praktis.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
17 April 2026

Tanaman belukar yang tumbuh liar rupanya dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami pada wastra. Idenya lahir dari keprihatinan akan cemaran pewarna tekstil pada lingkungan.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.